Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Mimpi


__ADS_3

Lagi-lagi Kevin gagal mencari kesempatan untuk berdua dengan Anisah. Teh Siska selalu menjaga Anisah dengan ketat. Dia tidak ingin Anisah sampai terluka, terlebih lagi Anisah sedang hamil besar.


"Wah kandungan kamu memasuki lima bulan ya Sa" ujar Teh Siska.


"Iya Teh, dua minggu lagi kandungan saya sudah menginjak usia lima bulan" ujar Anisah senang.


"Wah, Kakak menunggu kehadiran kalian" ujar Teh Siska seraya mengelus lembut perut Anisah.


"Kakak? saya tidak salah dengar Teh?" ujar Anisah tidak terima.


"Kenapa?" tanya Teh Siska tanpa merasa bersalah.


"Harusnya Teteh itu Tante mereka" ujar Anisah memperbaiki ucapan Teh Siska.


"Tante? tidak, panggil saja Kakak" ujar Teh Siska tidak peduli.


"Haha, Teteh sudah lupa usia rupanya" ledek Anisah.


"Kamu ngajak berantem Sa?" ujar Teh Siska tidak mau kalah.


"Astaga, dimana ada keributan pasti ada kalian" ujar Sania yang kebetulan lewat.


"Sania, apakah wajah saya sudah cocok di panggil Tante?" tanya Teh Siska.


"Tentu saja cocok Teh" ujar Sania tanpa merasa bersalah.

__ADS_1


"Wah kalian berdua benar-benar durhaka" ujar Teh Siska bercanda.


"Baiklah, Tante menunggu kelahiran kalian berdua" ujar Teh Siska akhirnya mengalah.


"Gitu dong Teh sadar umur" ujar Sania bercanda.


*******


Kevin bertemu dengan Shalihah secara diam-diam di sebuah cafe. Mereka sedang membahas rencana mereka yang semakin dekat.


"Pokoknya H-1 acara kamu harus berhasil membawa Anisah, kamu paham" ujar Shalihah.


"Sip, pokoknya kamu beresin mengenai administrasi dan transportasi keberangkatan kami" balas Kevin.


"Masalah itu kamu tidak perlu khawatir, itu urusan saya" jelas Shalihah.


*********


Hari demi hari semakin dekat, acara pertunangan Melani tinggal seminggu lagi. Kevin sedang menyiapkan rencananya dengan matang. Satu hari sebelum pertunangan Raihan, Anisah harus benar-benar sudah ditangannya.


"Kamu tunggu saja Sa, kita akan segera bersama" ujar Kevin tersenyum secara menatap foto Anisah yang semakin banyak di dinding kamarnya.


Kevin berencana untuk mengajak Anisah ke panti asuhan berdua. Pasti Anisah tidak akan menolak, setelah itu Kevin akan mengerahkan orang suruhannya untuk membius dan membawa Anisah bersama dirinya.


"Rencana yang sempurna, seolah-olah aku dan Anisah di curi bersamaan" guman Kevin.

__ADS_1


Sementara itu Farhan bermimpi Anisah menangis tersedu-sedu mencari dirinya. Kala itu kening Anisah berdarah dan badannya sungguh lemah. Anisah berjalan tertatih sembari memegang perutnya.


"Itu hanya mimpi sayang, insyaallah tidak akan terjadi" ujar Anisah tersenyum.


"Kamu harus lebih berhati-hati ya sayang" ujar Farhan mencium kening istrinya.


"Iya suamiku" jawab Anisah manja.


"Mimpi itu terlihat nyata sayang" ujar Farhan lagi.


"Itu hanya pengantar tidur sayang" jawab Anisah lagi.


Anisah memeluk suaminya guna memenangkan Farhan yang ketakutan. Anisah mengelus lembut pundak suaminya.


"Jangan bersedih sayang, semua akan baik-baik saja, Allah ada bersama kita" ujar Anisah tersenyum.


"Iya sayang, semoga semua ini hanya ketakutan belaka" jawab Farhan.


"Sayang pengen bakso" ujar Anisah manja.


"Ya sudah kamu siap-siap ya, kita akan makan bakso malam ini" jawab Farhan tak kuasa melihat wajah imut istrinya.


"Betapa beruntungnya Mas punya kamu" ujar Farhan saat membantu Anisah menarik resleting belakang baju terusan yang semakin sempit.


"Kamu salah Mas, saya yang begitu beruntung dapatin kamu, saya selalu bersyukur berjodoh dengan lelaki terbaik, yaitu kamu Mas" jawab Anisah tidak mau kalah.

__ADS_1


"Cintamu akan terbagi saat dua pahlawan kita lahir" jawab Farhan pura-pura cemberut.


"Itu sudah pasti Mas, kamu siap-siap saja" balas Anisah bercanda.


__ADS_2