Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Perayaan


__ADS_3

Teh Siska mulai melancarkan aksinya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk bersikap cuek kepada Anisah. Teh Siska sempat beberapa kali menahan tawa saat sedang berakting.


"Teteh kenapa Teh, cuekin Anisah seharian" ujar Anisah bertanya-tanya.


"Gak kenapa-kenapa Nis, Teteh gak merasa cuekin kamu kok" balas Teh Siska seakan tidak terjadi apa-apa.


"Teh kalo ada yang salah bilang Teh, jangan diam gini" balas Anisah mulai menyerah.


"Apaan sih Nis" balas Teh Siska semakin cuek.


Setibanya di kamar Teh Siska segera membuka obrolan chat mereka. Dia ingin menanyakan sejauh mana perkembangan persiapan Raihan dan Melani.


"Guys kalian sudah beli kue nya?" tanya Teh Siska.


"Udah Teh, tenang aja nanti jam 00.00 kami datang" jawab Raihan.


"Kamu sudah menyiapkan hadiah Mel?" tanya si Teteh.


"Udah Teh, mengenai kado kalian percayakan saja pada Melani" ujar Melani percaya diri.


"Oke deh, kue dan kado selesai, Teteh akan diam-diam menghias halaman belakang, udah dulu ya" tutup si Teteh.


"Sipp Teh" balas Raihan dan Melani.

__ADS_1


Teh Siska diam-diam menyelinap ke belakang rumah menuju taman belakang. Dia tidak ingin Anisah curiga bahkan mengetahui rencana mereka.


Setelah Teh Siska melihat Anisah pergi ke luar rumah, Teh Siska mulai menghiasi taman belakang. Dia sudah tidak sabar ingin mewujudkan hari ulang tahun penuh kebahagiaan kepada Anisah. Teh Siska sungguh bersemangat karena lusa ia harus segera kembali ke Amerika.


"Semoga saja Anisah terkesan dengan semua ini" gumam Teh Siska.


Anisah yang merasa perubahan sikap Teh Siska dalam sehari membuatnya cemas. Dia benar-benar tidak curiga sama sekali kepada Teh Siska. Anisah bahkan lupa hari ulang tahunnya besok dikarenakan ia terlalu sibuk memikirkan kesehatan Farhan. Anisah segera menghubungi Raihan untuk bertanya apakah lelaki itu tahu sesuatu tentang perubahan Teh Siska.


"Assalamualaikum Rai" pesan WhatsApp dari Anisah kepada Raihan.


"Wa'alaikumussalam Sa" balas Raihan.


"Rai, apakah Teh Siska sedang ada masalah?" tanya Anisah.


"Teh Siska sejak tadi pagi rada aneh, dia cuek tidak seperti biasanya" balas Anisah.


"Perasaan kamu aja kali" balas Raihan.


"Nggak Rai, ini benar-benar beda, tidak seperti Teh Siska yang kita kenal" ujar Anisah berusaha memperjelas keadaan.


"Udah deh Sa, kamu sepertinya kelelahan, istirahat aja dulu" balas Raihan tidak ingin menambah kecurigaan Anisah.


"Ih kamu gak percayaan banget" balas Anisah sedikit kesal.

__ADS_1


"Apa saya berbuat salah tanpa saya sadari ya?" tanya Anisah pada dirinya sendiri.


*******


Melani tersenyum puas melihat kado yang sudah ia siapkan untuk Anisah. Kado yang benar-benar Anisah butuhkan.


"Ini akan menjadi kado terbaikmu sepanjang masa Sa" gumam Melani.


Bunyi notifikasi terdengar dari handphone Melani. Sebuah pesan dari Raihan menghiasi layar handphone nya.


"Temani saya jemput kue dong, kue nya sudah saya pesan tadi pagi, tinggal jemput" isi pesan Raihan.


Melani tersenyum senang melihat isi pesan dari Raihan. Tetapi ia ingin sekali membuat Raihan kesal dan cemberut.


"Gak mau, panggil saya dengan sebutan Kakak dulu baru saya mau" balas Melani usil.


"Kakak? yang benar saja" lanjut Raihan.


"Saya kan memang Kakaknya kamu, saya lebih tua dari kamu" balas Melani semakin usil.


"Kamu memang lebih tua usia daripada saya, tetapi pemikiran saya jauh lebih matang dibandingkan kamu" balas Raihan tidak mau mengalah.


"Panggil Kakak saja, semuanya akan selesai, susah amat" balas Melani tidak mau kalah.

__ADS_1


"Astaga yang benar saja" balas Raihan mulai merasa kesal.


__ADS_2