Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Dalang


__ADS_3

Mobil penculik dihadang oleh Raihan dan anggotanya. Para penculik berusaha menerobos kawanan itu. Salah satu anggota Raihan akhirnya menembak ban mobil sehingga mobil berhenti tepat di depan mereka.


"Keluar kalian" ujar Raihan menggertak.


"Wah sepertinya kami salah berurusan, wanita yang kami curi bukan wanita sembarangan rupanya" ujar ketua pencuri.


"Kalian butuh uang berapa, saya akan membayar tiga kali lipat dari yang kalian dapatkan" ujar Raihan.


"Kami tidak percaya padamu, kamu akan membawa kami ke penjara" ujar ketua pencuri.


"Saya tidak main-main, kalian hanya perlu membebaskan Anisah dan menyebut siapa dalang dibalik semua ini, saya akan memaafkan kalian dan memberikan uang tiga kali lebih banyak dari yang kalian dapatkan" ujar Raihan mencoba negoisasi.


Ketua pencuri mulai ragu, dia melihat kejujuran dalam mata Raihan. Mendengar uang tiga kali lipat membuat dirinya tergiur.


"Bagaimana kami bisa mempercayai mu sedangkan kami tahu polisi akan segera datang" ujar Ketua pencuri itu.


"Saya bukan laki-laki yang menjilat ludah sendiri, semua kalimat yang saya ucapkan benar adanya" ujar Raihan.


"Kalau kalian tidak percaya saya bisa menghubungi polisi saat ini juga dan menyuruh merek mundur, bagaimana?" lanjut Raihan bersungguh-sungguh.


"Baik, lagi pula kami memang tidak berniat menyakiti wanita itu, kami hanya disuruh" ujar ketua pencuri akhirnya goyah.


"Siapkan uangnya sekarang juga dan hubungi polisi agar mereka mundur" jawab ketua pencuri.


"Saya akan melepaskan wanita itu dan memberi tahu nama orang yang memerintahkan kami" jawab ketua pencuri.

__ADS_1


Kevin yang berada di dalam mobil mendengar semua percakapan mereka. Mendengar itu semua Kevin mulai ketakutan. Dia menatap ke arah Anisah yang sudah menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Sa maafkan saya sudah memotret kamu diam-diam, saya teramat menyukaimu" ujar Kevin di dalam mobil.


Anisah tidak menjawab, wanita itu penuh dengan rasa takut. Dia tidak menyangka hal seperti ini terjadi di kehidupannya.


Raihan segera meminta polisi dan Farhan untuk mundur. Dia akan menyelesaikan ini semua dengan caranya. Raihan takut terjadi apa-apa pada Anisah. Jika sampai itu terjadi Melani juga akan stress dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Sam, segera siapkan uang, bawa tasnya ke sini" ujar Raihan kepada anggota kepercayaannya.


"Baik Tuan" ujar Sam seraya berjalan menuju bagasi mobil.


"Ini Tuan" Sam segera menyerahkan satu tas penuh uang kepada Raihan.


"Bawa Anisah kemari, ini uang yang kalian butuhkan, saya juga sudah menghubungi polisi untuk mundur, kalian bisa membawa mobil itu untuk kalian" ujar Raihan.


Raihan menyerahkan satu tas uang dan mengamankan Anisah terlebih dahulu. Melani segera membawa Anisah masuk ke mobil mereka.


"Siapa dalang dibalik semua ini?" tanya Raihan kepada ketua penculik.


"Dia" ujar ketua penculik seraya menunjuk ke arah Kevin.


"Sial" ujar Kevin berusaha lari.


Tetapi ia terlambat, salah satu anggota Raihan menembakkan peluru ke kaki Kevin agar lelaki itu tidak bisa lari kemanapun. Ketua penculik sudah pergi dengan membawa uang yang diberikan Raihan.

__ADS_1


"Saya hanya butuh dalangnya, bukan anak buahnya" ujar Raihan marah dan mulai mendekati Kevin.


"Karena tanpa dalang, anak buah itu tidak akan beraksi" lanjut Raihan lagi seraya memegang kerah baju Kevin.


"Kamu akan menjelaskan semuanya di penjara" teriak Raihan kepada Kevin.


Raihan segera menelpon polisi dan Farhan agar maju kembali. Dia mengabarkan bahwa Anisah sudah selamat dan bersamanya. Farhan menangis mendengar itu semua. Air mata bahagia membasahi pipinya.


Polisi segera membawa Kevin ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat mereka hendak pergi Melani mencegat mereka.


"Tunggu" ujar Melani.


"Saya tahu kamu tidak sendirian, siapa lagi orang dibalik semua ini, saya yakin dia orang yang begitu mengenal kami sehingga menginginkan pertunangan kami dibatalkan" ujar Melani.


Kevin hanya diam saja, dia memutuskan untuk tidak membuka suara. Tetapi Melani dengan pintarnya mencoba memprovokasi nya.


"Kamu ini bodoh ya, kalian kerjasama tetapi dia aman dan kamu membusuk di penjara, kasihan sekali" ujar Melani.


"Diam kamu" ujar Kevin.


"Katakan, kamu tidak sendirian, mungkin saja dia sedang minum Teh menikmati kebahagiaannya, dan kamu disiksa di penjara hahahaha" ujar Melani semakin menjadi-jadi.


"Shalihah, dialah orang dibalik semua ini, saya hanya menginginkan Anisah itu saja, saya tidak ada niat sedikitpun untuk menyakiti Anisah, saya menyukainya" ujar Kevin akhirnya tidak tahan dengan provokasi dari Melani.


Mata Melani melotot marah sekan tidak percaya. Dia tidak mengira sepupunya tega melakukan hal itu kepadanya. Raihan yang mendengar ini semua juga bagaikan tersambar petir. Shalihah yang dia kenal merupakan wanita manja dan lemah lembut.

__ADS_1


"Pak polisi, segera periksa wanita bernama Shalihah, dia sepupu saya" ujar Melani.


"Baik Nona" ujar polisi tersebut.


__ADS_2