Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Botak


__ADS_3

Beberapa menit kemudian ambulans datang untuk membawa Raihan. Melani mengikuti ambulans dari belakang dengan mobilnya.


"Rai kamu kenapa bisa begini Rai" ujar Melani.


"Saya tidak ingin kehilanganmu Rai" lanjut Melani lagi.


Selama perjalanan Melani terus meneteskan air mata. Tangannya bergetar dan kepalanya mulai merasa pusing.


Melani berlarian mengikuti perawat yang membawa Raihan. Melani dilarang masuk saat Raihan akan diberi pengobatan.


"Silahkan hubungi keluarga korban" ujar dokter kepada salah satu perawat.


"Saya mengenal orang tersebut dokter, saya bisa menghubungi orangtuanya" ujar Melani seraya menguarkan kartu nama Mama Raihan dari dompetnya.


"Assalamualaikum Tante, putra Tante Raihan tengah berada di rumah sakit XXX" ujar Melani pada Mama Raihan.


"Ini siapa, bagaimana keadaan putra saya?" ujar Mama Raihan dengan suara bergetar.


"Putra Tante sedang ditangani, saya yang menghubungi pihak rumah sakit" ujar Melani juga dengan suara bergetar juga.


"Baiklah saya akan segera ke rumah sakit, terima kasih ya" ujar Mama Raihan dengan suara terburu-buru.


Beberapa menit kemudian keluarga Raihan telah sampai ke rumah sakit. Kebetulan Melani sedang ke toilet dan menangis. Melihat Raihan sudah bersama keluarganya, Melani memutuskan untuk pergi.


"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya Ibu Raihan.


"Anak Ibu mengalami luka serius dan pendarahan, untuk saja ada wanita yang segera menghubungi rumah sakit dan menemani anak Ibu di sini" jawab dokter tersebut.


"Di mana wanita itu Dok? Saya ingin berterima kasih padanya" ujar Mama Raihan.


"Terakhir saya melihatnya di luar ruangan Nyonya" jawab dokter tersebut.


Mama Raihan segera keluar, tetapi ia tidak menemukan siapapun. Wanita itu berpikir bahwa orang yang telah menyelamatkan putranya sudah pergi. Mama Raihan pergi menuju meja resepsionis untuk menanyakan nama orang yang telah membawa putranya ke rumah sakit.

__ADS_1


"Kalau boleh tahu yang membawa pasien atas nama Raihan siapa ya?" tanya Mama Raihan.


"Saudari bernama Melani yang telah mengantarkan pasien ke sini Bu" ujar front office tersebut.


"Baiklah terima kasih banyak" ujar Mama Raihan sedikit terkejut.


Mama Raihan merasa harus berbalas budi kepada wanita tersebut. Melani yang ada dipikirannya adalah wanita yang sedang dekat dengan putranya.


Malam harinya Raihan sudah sadar. Ketika ia membuka matanya, Raihan melihat Ibunya dan Shalihah.


"Syukurlah Aa' sudah siuman" ujar Shalihah dengan suara riang.


"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya Mama Raihan.


"Raihan sudah pulih Ma, bagaimana Raihan bisa di rumah sakit Ma?" tanya Raihan.


"Kamu tabrakan dan tidak sadarkan diri sayang" jawab Mama Raihan.


"Iya Ma, Raihan ingat bertabrakan dengan mobil truk" jawab Raihan.


"Melani? di mana dia Ma?" tanya Raihan.


"Mama sudah menyuruh orang untuk menghubungi dia, kamu jangan khawatir ya" ujar Mama Raihan.


"Sebaiknya Aa' beristirahat" ujar Shalihah kesal.


Shalihah menggerutu mendengar nama Melani disebutkan. Gadis itu benar-benar membenci Melani sepupunya. Dia tidak ingin Melani mencuri perhatian keluarga Raihan darinya. Terkhusus Ibu Raihan yang sudah menjodohkan dirinya dengan Raihan.


"Awas saja kamu Melani" ujar Shalihah dalam hati.


**********


"Assalamualaikum Sa, kamu di kantor ya?" ujar Melani.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Mel, iya kenapa Mel?" tanya Anisah.


"Sa, Raihan kecelakaan, kamu mau menemani saya ke rumah sakit?" tanya Melani dengan suara serak.


"Innalilahi wa innailaihi raji'un, gimana keadaan Raihan Mel?" tanya Anisah khawatir.


"Dia sudah siuman tadi malam, saya sudah ditelepon pihak rumah sakit" ujar Melani.


"Ya sudah kita bertemu di depan rumah sakit sekarang ya, saya akan jalan sekarang" ujar Anisah.


Seseorang langsung menyapa Anisah saat ia baru hendak berdiri dari kursinya. Terlihat Kevin dengan penampilan barunya datang menghampiri Anisah.


"Sa, kamu lihat ada yang berbeda dari saya?" tanya Kevin.


"Kamu botak Vin?" tanya Anisah sedikit terkejut dengan penampilan baru Kevin.


"Iya Sa, gimana menurut kamu?" tanya Kevin penasaran.


"Bagus kok, ya sudah saya pergi dulu ya" ujar Anisah.


"Kamu mau kemana buru-buru begitu Sa?" tanya Kevin.


"Saya mau ke rumah sakit, sahabat saya sedang sakit" ujar Anisah tanpa menyebutkan nama Raihan.


Anisah takut ini akan menggemparkan seisi kantor. Anisah segera mengambil tasnya dan bergegas pergi. Kevin tidak puas dengan penilaian cuek dari Anisah. Pria itu berlari mengejar wanita impiannya itu.


"Sa, saya antar saja, kamu terlihat buru-buru" ujar Kevin.


"Tidak usah Vin, saya naik taksi saja" jawab Anisah.


"Sebaiknya saya antar kamu, supaya lebih aman, saya bisa lebih cepat dari taksi" ujar Kevin bersikukuh.


Anisah berpikir sejenak dan menimbang-nimbang perkataan Kevin yang ada benarnya. Anisah segera mengiyakan niat baik dari Kevin, dia tidak dapat berpikir lebih lama lagi. Anisah tidak ingin membuat Melani menunggu dengan khawatir.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, terima kasih Vin, tolong yang cepat ya" pinta Anisah.


"Siap Nyonya" ujar Kevin bersemangat.


__ADS_2