
Katanya seorang dokter akan lebih berwibawa dan diakui masyarakat. Lahir dari keluarga kedokteran menjadikan Haikal pribadi yang kuat dan tangguh.
Haikal tumbuh menjadi pria tampan yang mirip dengan orangtuanya. Wajahnya merupakan perpaduan antara wajah Mario dan Siska.
Haikal selalu bangga dengan pekerjaan ayahnya yang seorang dokter. Sejak kecil dokter merupakan cita-cita utamanya. Alasannya menjadi dokter adalah membantu orang-orang yang sedang sakit dalam berbagai jenis ekonomi.
Tidak hanya melayani orang kaya saja, Haikal lebih mengutamakan penyelamatan dibandingkan uang. Terlebih mereka memiliki rumah sakit swasta milik keluarga mereka.
Haikal terkenal dengan kedermawanannya. Setiap dua kali dalam sebulan, Haikal akan pergi mengunjungi pantai asuhan yang berada di rumah sakit. Hal ini ia lakukan untuk mengecek secara rutin kesehatan anak-anak panti.
Orangtua Haikal begitu menyayangi Haikal. Dia memiliki satu adik perempuan bernama Tasya. Haikal sangat menyayangi adiknya. Walaupun mereka hanya terpaut usia dua tahun, Haikal masih saja menganggap Tasya sebagai adik kecilnya.
Haikal bersahabat dengan Fauzi dan Fauzan. Selain itu Haikal juga bersahabat dengan Laila. Berhubung orangtua mereka bertiga sangat akrab, mereka berempat akan sering menghabiskan waktu bersama.
Hingga tibalah suatu hari dikala Haikal sudah mengenal yang namanya cinta. Perasaan yang aneh mulai muncul dalam dirinya ketika ia berada di dekat Laila.
Laila yang lebih tua setengah tahun darinya selalu memperlakukannya Haikal sebagai seorang adik. Terkhusus lagi Laila adalah anak tunggal yang mendambakan seorang adik.
__ADS_1
Laila akan cenderung lebih mengalah jika menghadapi Haikal. Sedangkan Laila lebih cenderung manja jika berhadapan dengan Fauzi dan Fauzan yang lebih tua dari dirinya.
Haikal mulai menyukai Laila sebagai seorang wanita semenjak usianya dua puluh tahun. Sekarang ia berusia hampir dua puluh lima tahun. Selama itulah Haikal menyukai Laila si gadis lembut dan baik hati.
Sejak dulu, Haikal sudah mengetahui bahwa Laila menyukai Fauzi. Tetapi Haikal tidak akan menyerah secepat itu. Dia masih berusaha agar Laila melihat dirinya sebagai seorang pria bukan adiknya. Setiap hari Haikal akan lebih memantaskan diri menjadi lebih baik.
Orangtua Haikal juga tahu bahwa putranya begitu menyukai putri Melani dan Raihan. Orangtua Haikal selalu menyemangati putranya, karena mereka tahu Laila adalah wanita sholehah.
"Dulu, Ummi dan Abi Laila juga begitu" ujar Mario.
"Tante Melani lebih tua dari Om Raihan, awalnya Om Raihan juga ditolak oleh Tante Melani" ujar Mama Haikal.
"Jadi kisah kamu ini mirip dengan kisah orangtua Laila, kamu harus semangat, seperti Om Raihan dulu" lanjut Mario.
"Makasih Pa, Ma, sudah mendukung Haikal sejauh ini" ujar Haikal senang.
"Tasya juga tahu Aa Haikal suka kan sama Teteh Laila" ujar Tasya yang tiba-tiba masuk ruangan.
__ADS_1
"Eh Tasya sejak kapan kamu di situ?" tanya Mario.
"Sejak tadi Pa hehe" jawab Tasya nakal.
"Nakal kamu ya, ini pembicaraan orang dewasa" jawab Mario usil pada putrinya.
"Ih Papa, Tasya sudah besar, kenapa sih Tasya selalu dianggap anak kecil" ujar Tasya cemberut.
"Karena kamu putri kecil Papa" jawab Papanya lagi.
"Ma, lihat kelakuan Papa" ujar Tasya manja.
"Iya sayang, sini sama Mama saja" jawab Siska.
"Iya Ma" jawab Tasya manja.
Keluarga mereka selalu diiringi kebahagiaan dan keceriaan. Terkhusus Siska yang memiliki jiwa humor tingkat tinggi membuat keluarga mereka lebih berwarna.
__ADS_1