
Anisah merasa ada yang aneh dengan situasi saat ini. Dia dan Kevin merupakan korban penculikan, tetapi Anisah tidak melihat rasa takut sedikitpun di mata Kevin. Bukan hanya itu, Kevin terlihat santai dan para penjaga terlihat sopan kepadanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi" ujar Anisah dalam hatinya.
"Kamu tidak perlu khawatir Sa, kita akan baik-baik saja" ujar Kevin menenangkan Anisah.
"Iya Vin" jawab Anisah.
Anisah juga merasa ada kejanggalan di situasi saat ini. Mereka adalah tahanan, tetapi mereka diperlakukan sangat hormat. Ini seperti sudah direncanakan seseorang. Tidak hanya itu, mereka juga diberikan makanan dan minuman. Jika diibaratkan dengan penjara, mereka sudah seperti narapidana VIP.
**********
Untuk menyelamatkan Anisah, mereka menyusun rencana yang begitu matang. Dengan bantuan polisi, mereka dibagi atas tiga tim penyelamat.
Farhan, Mario, dan Teh Siska adalah tim penyelamat satu. Mereka dan para anggota Farhan akan maju terlebih dahulu melalui jalur timur. Tim satu bertugas untuk masuk ke lokasi dan menyelamatkan Anisah.
Tim dua terdiri atas Raihan dan para anggotanya. Mereka bertugas mengawasi bagian barat. Jikalau tim satu gagal menyelamatkan Anisah, mereka akan mengunci jalur keluar masuk dari barat.
Sedangkan tim ketiga merupakan para polisi yang bertugas di jalur utara. Mereka akan menangkap para penculik yang keluar masuk dari jalur utara. Mereka akan mengawasi pergerakan penculik melalui jalur itu.
*************
Melani dan Raihan sedang dalam perjalanan menuju arah barat. Selama perjalanan hati Melani tidak bisa tenang. Dia sangat menghawatirkan sahabatnya.
__ADS_1
"Rai, saya yakin orang dibalik semua ini hanya ingin kita membatalkan pertunangan kita, dia hanya menggunakan Anisah sebagai tameng" ujar Melani.
"Kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu Mel?" tanya Raihan.
"Kamu lihat saat dia mengirimkan ancaman, penculik itu tidak sedikitpun menghubungi Farhan atau yang lainnya" ujar Melani.
"Tetapi tujuan utama mereka itu kita, untuk memisahkan kita, makanya mereka mengirimkan ancaman kepada kita" lanjut Melani.
"Ya sudah kamu jangan berpikiran terlalu jauh dulu, kita akan segera menyelamatkan Anisah, insyaallah dia tidak akan kenapa-kenapa" ujar Raihan menenangkan.
"Iya Rai" jawab Melani.
Farhan dan para anggotanya segera sampai di lokasi penculikan. Dengan sigap Farhan turun dari mobil dan berlari menuju bangunan sesuai lokasi alamat yang dikirim.
Farhan segera membuka pintu masuk, tetapi dikunci. Anggota Farhan segera mendobrak pintu secara paksa. Anisah dan Kevin terkejut dengan suara pintu yang didobrak. Sebagian penculik segera berlari keluar untuk melihat situasi.
Para penculik yang keluar segera menyerang anggota Farhan. Hal itu dengan mudah dapat diatasi. Para anggota Farhan merupakan para bodyguard yang terlatih dengan sangat baik.
Setelah para penculik dibereskan, Farhan segera masuk ke dalam untuk menyelamatkan istrinya. Dia tidak ingin Anisah menunggu lebih lama lagi.
"Berhenti, jangan bergerak!!!!" ujar salah satu penculik seraya mengarahkan pistolnya ke perut Anisah.
"Semuanya mundur" perintah Farhan khawatir akan keselamatan istrinya.
__ADS_1
"Segera siapkan mobil untuk kami, jangan ada yang bergerak atau nyawa wanita ini akan melayang" ujar penculik itu.
Farhan melihat Kevin yang juga diikat seperti Anisah. Farhan merasa ada yang tidak beres, jelas-jelas Kevin terlibat dalam penculikan Anisah.
"Kevin kamu dalang dibalik semua ini" ujar Farhan.
"Bagaimana bisa, saya diculik bersamaan dengan Anisah" sanggah Kevin.
"Ooo begitu, jadi kamu bisa menjelaskan semua ini" ujar Farhan seraya melemparkan semua foto-foto Anisah ke arah Kevin.
"Saya hanya menyukai Anisah, saya tidak terlibat dalam hal ini" ujar Kevin.
Anisah merinding melihat fotonya berserakan. Foto-foto itu diambil secara sembunyi-sembunyi. Anisah ketakutan dan tidak berani melirik Kevin.
"Sudah kalian diam saja, dimana mobil yang sudah kalian siapkan" ujar penculik.
Mereka segera menuntut Anisah ke mobil seraya mendekatkan pistol ke perut Anisah. Anisah menurut dan berjalan menuju mobil yang telah disiapkan. Dia takut calon bayinya sampai terluka.
Farhan segera menghubungi Raihan dan polisi untuk menutup jalan agar penculik segera ditangkap. Farhan menatap sedih ke arah Anisah yang pucat.
"Raihan, Anisah masih ditahan oleh para penculik, mereka mengancam akan menembak Anisah" ujar Farhan saat menghubungi Raihan.
"Baik, kami akan mencegat nya dan menolong Anisah, kamu tenang saja" jawab Raihan kepada Farhan.
__ADS_1
Mobil penculik itu mengarah menuju barat. Raihan dan para anggotanya sudah bersiap untuk menyelamatkan Anisah. Tim polisi dan Farhan sedang dalam perjalanan menuju barat sebagai titik kumpul.
"Anisah kamu tidak perlu takut, Mas akan segera menyelamatkan mu, Ya Allah lindungi istri dan calon anak kami" doa Farhan dalam hatinya.