Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Penguntit (2)


__ADS_3

Mobil Raihan baru saja akan keluar dari pagar rumah Anisah. Tetapi pada saat itu Raihan melihat sosok manusia yang bersembunyi di balik pohon di dekat pagar Anisah.


"He penguntit keluar kamu" ujar Raihan menggertak.


"Apaan sih, perasaan kamu terus yang saya temui" ujar si penguntit.


"Oooo apa jangan-jangan Anisah selingkuh?" tanya Melani lagi.


"Menarik, baguslah dia selingkuh, Hans bisa balik sama saya" lanjut Melani tanpa ada rem di mulutnya.


"Dasar perempuan gak bener, sayang banget cantik tapi gak bener" lanjut Raihan.


Melani terdiam sejenak setelah Raihan memuji sekaligus menghinanya. Sudah lama sekali sejak seseorang memujinya.


"Emang nya kamu udah merasa paling bener?" tanya Melani.


"Pastinya lebih benar dari kamu" lanjut Raihan.


Melani melontarkan mata singa nya. Wanita itu tidak dapat menerima kata-kata yang dilontarkan Raihan.


"Ada ya orang baik mengaku dirinya baik?" tanya Melani.


"Iya deh iya, saya ngaku salah, kamu pulang sana, jangan pernah menguntit Anisah lagi" pinta Raihan seraya melihat gelagat Melani yang kesal padanya.


Melani berjalan menjauh dari rumah Anisah. Raihan yang memastikan Melani pulang dan. tidak akan menguntit Anisah menunggunya. Setelah menunggu beberapa saat, mobil Melani tidak juga melaju.

__ADS_1


Raihan melihat Melani keluar dari mobilnya. Wanita itu tampak bertambah kesal. Raihan juga ikut keluar dari mobilnya untuk menghampiri Melani.


"Mobil kamu kenapa?" tanya Raihan tanpa basa-basi.


"Mogok" jawab Melani singkat.


"Pasti cuma akal-akalan nya kamu doang kan" balas Raihan.


"Astaga, saya lagi gak mood akting untuk saat ini" lanjut Melani berkata jujur.


Raihan merasa iba dan menyodorkan diri untuk membantu Melani. Awalnya Melani menolak dengan keras. Akan tetapi setelah Raihan meyakinkannya, Melani mulai luluh.


Sembari menunggu Raihan memperbaiki mobilnya yang mogok, Melani memulai percakapan. Walaupun wanitanya itu ragu, tetapi ia mengumpulkan keberaniannya.


"Kamu tahu kan Anisah hamil?" tanya Melani.


"Kamu gak masalah Anisah hamil?" tanya Melani lagi.


"Ya nggak, itu kan wajar bagi perempuan yang sudah menikah, kecuali dia hamil di luar nikah" balas Raihan dengan polos.


"Astaga, bukan itu maksud saya, kamu gak masalah menyukai wanita yang sudah menikah bahkan ia sudah hamil?" tanya Melani penasaran.


"Memangnya kenapa?" tanya Raihan.


"Entahlah, belakangan ini saya merasa bersalah pada Anisah, tetapi saya tidak akan menyerahkan Farhan dengan mudahnya" balas Melani lagi.

__ADS_1


"Sudah sewajarnya kamu merasa bersalah, Farhan kan suami Anisah, dan kamu masih mengganggunya" balas Raihan.


"Kamu sendiri gimana?" tanya Melani.


"Kamu kan suka pada Anisah" lanjut gadis itu lagi.


"Saya hanya sekedar menyukai, tidak terobsesi seperti kamu, saya dapat menerima kenyataan" balas Raihan.


Seketika Melani tersentuh dengan kata-kata yang dilontarkan Raihan. Dia baru sadar dirinya telah berubah menjadi manusia yang mengerikan sejak ia berpisah dan terobsesi akan Hans.


"Sepertinya saya harus berhenti disini" ujar Melani.


"Itu pilihan terbaik dari segala pilihan yang kamu punya, mulailah kehidupan mu yang lebih baik" nasehat Raihan.


"Iya, terimakasih" balas Melani.


"Mobil kamu sudah beres" Raihan mempersilahkan Melani untuk mencobanya.


Mobil dapat hidup kembali berkat bantuan dari Raihan. Melani keluar dari mobil untuk mengucapkan terimakasih.


"Terimakasih Rai, bagaimana saya harus membayar mu? tanya Melani.


"Dengan cara hidup yang lebih baik" balas Raihan sembari tersenyum.


Melani terdiam mendengar kalimat dari Raihan. Dia tersentuh, pria itu benar-benar tulus saat mengucapkannya. Sebelum mereka berpisah Raihan juga sempat memberikan semangat kepada Melani agar ia berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Dari awal saya sudah tahu kamu bukan orang yang jahat Mel, kamu hanya terobsesi pada Farhan sehingga kamu melupakan dirimu sendiri" Raihan memberikan semangat pada Melani dan pamit undur diri.


__ADS_2