
Wajah putih mulus merona merupakan ciri khas dari seorang wanita cantik bernama Laila. Lahir dari keluarga kaya raya tidak membuat dirinya sombong dan angkuh. Laila terkenal dengan akhlak baik dan budi pekertinya.
"Assalamualaikum anak Ummi" ujar Melani kepada putri sholehah nya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Ummi" ujar Laila seraya memeluk hangat Ummi nya.
"Hari ini Ummi mau berkunjung ke rumah Tante Anisah, kamu ikut nggak?" tanya Melani kepada Laila.
"Hmmm boleh Ummi" jawab Laila malu-malu.
Melani yang mengenal dengan baik perilaku putrinya langsung mengerti. Sejak awal Melani sudah tahu bahwa putrinya sangat menyukai Fauzi putra Anisah. Melani juga tahu bahwa Fauzi kurang ketertarikannya kepada putrinya.
"Kalau jodoh gak bakal ke mana" ujar Melani kepada Laila.
"Apaan sih Mi, Ummi ngeledek Laila terus" jawab Laila pura-pura ngambek.
"Emangnya kamu tidak mau berjodoh dengan Fauzi?" ujar Melani mengusik putrinya.
"Biarlah itu menjadi rahasia hati Laila Ummi" jawab Laila.
"Tapi sepertinya Haikal menyukaimu" ujar Melani iseng.
"Putranya nya Om Mario Mi?" tanya Laila
"Iya, Haikal yang imut itu, sekarang dia sudah menjadi dokter loh" ujar Melani.
"Terakhir ketemu dia masih Koas mi" ujar Laila.
"Waktu berlalu begitu cepat" ujar Laila.
"Sebentar lagi dia akan menjadi penerus pimpinan rumah sakit milik keluarganya" ujar Melani.
"Wah keren ya Mi, apalagi dia orang yang taat beribadah" ujar Laila.
__ADS_1
"Walaupun Haikal keren tapi kamu tetap sukanya ke Fauzi kan?" tanya Melani lagi.
Laila hanya tersenyum tipis membalas pernyataan dari Ummi nya. Dia tidak ingin membahas masalah itu lagi.
"Sudah Ummi duga kalau kamu suka Fauzi" ujar Melani.
Setelah selesai berbincang, Melani dan Laila mengunjungi rumah Anisah dan Farhan. Laila mengendarai mobil dan Melani duduk di samping putrinya.
Beberapa menit berlalu mereka berhenti sejenak untuk membeli oleh-oleh. Sepuluh menit kemudian mereka sampai di kediaman Anisah dan Farhan.
Terlihat Anisah sedang menyuapi buah ke mulut Farhan. Mereka terlihat mesra walau masa muda sudah berlalu begitu lama.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, wah lihat betapa mesranya mereka" ujar Melani.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, eh kamu Mel, si cantik Laila juga datang, ayo masuk" ujar Anisah.
"Sekarang kalian bisa menikmati waktu bersama setelah Farhan tidak ke kantor lagi" ujar Melani.
"Iya betul sekali Mel, Fauzan mengambil alih kepemimpinan di kantor" jawab Anisah bangga kepada putranya.
"Biasa, tadi pagi dia pergi ke pesantren, sore ini mengajar ngaji di masjid" ujar Anisah.
"Ooo begitu, sholeh sekali putra mu itu, masyaallah" ujar Melani kagum.
"Hmmm, Alhamdulillah, saya juga bangga melihat putri cantik mu ini, sudah pintar sholehah lagi" puji Anisah kepada Laila yang tersipu.
"Terima kasih Tante" jawab Laila malu-malu.
Laila ingin bertemu dengan Fauzi, tetapi pemuda itu tidak ada di rumah. Laila ingin mengunjungi masjid tempat Fauzi mengajar.
Setelah berbincang-bincang cukup lama, Melani dan Laila akhirnya pulang. Setelah mengantarkan Ummi nya, Laila pergi ke masjid tempat Fauzi mengajar.
Baru saja Laila hendak melihat Fauzi yang sedang mengajar anak-anak mengaji, dirinya begitu kecewa. Dia melihat ada seorang wanita yang sedang bersama Fauzi dan anak-anak mengaji lainnya. Laila mengira wanita itu merupakan guru mengaji yang baru.
__ADS_1
"Assalamualaikum" ujar Laila masuk.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, Laila" jawab Fauzi.
Sejak kecil Laila akrab dengan Fauzi dan Fauzan. Dikarenakan Fauzan agak pendiam ketika berhadapan dengan wanita, maka Laila lebih cenderung akrab dengan Fauzi.
Fauzi sudah menganggap Laila seperti adik kandungnya sendiri. Berhubung Fauzi tidak memiliki adik perempuan, Laila lah yang ia sayangi layaknya adik perempuannya. Mereka besar dan tumbuh bersama dengan penuh kebahagiaan.
"Belum selesai Aa?" tanya Laila yang memanggil Fauzi dan Fauzan dengan sebutan Aa.
"Belum Laila, kamu tunggu sebentar ya" jawab Fauzi lembut.
"Baik Aa" ujar Laila.
Setengah jam kemudian Fauzi, anak-anak mengaji, dan seorang wanita keluar dari masjid. Mereka berpamitan kepada Fauzi dan bergegas pulang. Fauzi juga segera menghampiri Laila yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Maaf lama menunggu La" ujar Fauzi.
"Tidak apa-apa A, Aa udah makan?" tanya Laila.
"Belum nih, kita makan dulu yuk" ajak Fauzi.
"Iya A" balas Laila.
Mereka makan di kedai langganan Fauzi yang berada di dekat masjid. Seraya menunggu pesanannya datang, Laila ingin menanyakan mengenai perempuan yang bersama Fauzi tadi.
"Wanita yang tadi itu guru mengaji baru A?" tanya Laila.
"Ooo bukan La, dia itu ingin belajar mengaji, saya salut sama dia, walaupun usianya sudah dewasa dia tidak malu bergabung dengan anak-anak" ujar Fauzi.
"Wah Alhamdulillah A, semoga wanita itu selalu dipermudah oleh Allah" ujar Laila senang.
"Iya La, syukurlah hatinya tergerak untuk membaca Al-Qur'an" jawab Fauzi.
__ADS_1
"Iya A, namanya siapa A?" tanya Laila penasaran.
"Namanya Wendy La" jawab Fauzi tersenyum.