Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Kejutan


__ADS_3

Kotak besar itu diletakkan di hadapan Anisah. Tanpa menunggu sepatah katapun keluar dari mulut Anisah, wanita itu langsung pergi. Orang-orang bersorak menginginkan kado itu di buka.


"Buka.... buka... buka...." sorak orang-orang di sekeliling Anisah.


Anisah mulai gugup untuk membukanya. Wanita itu masih belum mengerti mengenai apa yang saat ini sedang terjadi. Dengan tangan yang sedikit bergetar Anisah mulai membuka kotak besar itu.


Setelah kotaknya dibuka terlihatlah boneka beruang besar yang memakai baju wisuda. Di lehernya telah dikaitkan peluit berwarna merah muda. Di pangkuannya ada secarik kertas beramplop merah muda bertuliskan "Peluk aku kemudian tiup peluitnya".


Awalnya Anisah ragu-ragu untuk melaksanakannya. Tetapi penonton masih terus mendesak, terkhusus Teh Siska.


"Ayo Sa, lakuin sesuai perintah surat" ujarnya gemas sudah tak sabar.


"Yakin nih Teh?" tanya Anisah.


"Yakin lah, ini itu kejutan Sa" ujar Teh Siska semakin tidak sabaran.


Dengan berlahan Anisah memeluk boneka besar itu, kemudian meniup peluit dengan irama yang cukup panjang. Tak lama setelah itu datang orang bergerombolan membawa spanduk besar.

__ADS_1


Setelah orang-orang itu cukup dekat, tulisan dalam spanduk itu mulai terlihat. Anisah menangis terharu melihatnya. Dia sungguh tidak percaya akan apa yang di lihatnya.


"Happy Graduation teruntuk kamu wanita terkuat sepanjang masa. Tetaplah menjadi kuat seperti matahari, agar kamu selalu bermanfaat bagi orang banyak. Semoga Allah selalu menuntun jalanmu" isi tulisan dalam spanduk.


Si Teteh masih terheran-heran dan saling bertatapan dengan Raihan. Setiap orang yang datang di gerombolan spanduk itu masing-masing membawakan hadiah untuk Anisah.


"Selamat hari wisuda Anisah, semoga kamu selalu cantik" ujar salah seorang dari anggota gerombolan sembari memberikan kado miliknya.


"Terimakasih ya" balas Anisah.


"Semoga ilmu nya bermanfaat Teteh, saya yakin Teteh akan menjadi orang hebat" ujar seseorang yang lain juga seraya memberikan hadiahnya.


Setelah itu kejutan masih belum selesai, Melani datang membawa seekor kucing ragdoll besar yang sungguh menggemaskan. Setelah Melani berdiri di hadapan Anisah, ia menyerahkan kucing imut tersebut kepada Anisah.


"Ini Nis, kucing pemberian Hans sebagai hadiah wisuda mu" ujar Melani.


"Kamu tidak perlu khawatir mengenai bulu nya, itu tidak akan mengganggu kemahamilan mu. Nanti kamu baca sendiri tata cara merawatnya agar kamu selalu sehat" lanjut Melani lagi.

__ADS_1


"Mel, kamu sudah menyiapkan ini semua?" tanya Anisah terharu.


"Saya rasa ini akan menjadi permohonan maaf saya, karena selama ini saya hanya menyakitimu" balas Melani.


Bagi pecinta kucing, perlu diketahui bahwa memelihara kucing saat hamil adalah hal yang cukup aman. Kucing dapat memberikan manfaat kepada ibu hamil, karena dapat mengurangi tingkat stres. Hal yang sangat ditakutkan adalah virus toksoplasmosis yang menjangkiti kucing, sehingga dapat menyebabkan cacat pada janin jika terinfeksi selama kehamilan.


Jika menyalahkan kucing sebagai satu-satunya penyebab toksoplasma merupakan hal yang salah. Perhatikan juga apa yang kamu konsumsi, karena beberapa makanan seperti makanan setengah matang, serta buah dan sayur yang tidak dicuci bersih justru menjadi penyebab paling besar dari toksoplasma. 


Bagi kucing yang dipelihara di dalam rumah dan mengonsumsi makanan khusus kucing, risiko toksoplasmosis dapat dicegah. Bahkan penularan toksoplasmosis dari kucing pun tidak semudah yang dibayangkan. Penularan hanya dapat terjadi jika kamu bersentuhan langsung dengan kotorannya. Ketika kamu sedang hamil, mintalah anggota keluargamu yang lain untuk membersihkannya.


Bukan hanya itu, pastikan tanganmu dalam keadaan selalu bersih setelah bermain dengan kucing. Rajin-rajinlah untuk mencuci tangan, terutama saat sebelum makan. Pasalnya, virus toksoplasma jauh lebih banyak ditemukan di luar rumah dibanding pada kucing peliharaan sendiri.


Setelah Melani memberikan kucing itu, wanita itu juga mengambil sebuah amplop berisikan surat dari Farhan. Melani menyerahkannya kepada Anisah.


"Nanti aja bacanya, waktu kamu sudah tenang di rumah" ujar Melani.


"Baik Mel, terimakasih banyak ya" balas Anisah seraya memeluk Melani.

__ADS_1


Melani begitu terkejut mendapat pelukan dari Anisah. Raihan dan Teh Siska juga tersenyum melihat adegan keduanya.



__ADS_2