Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Siasat Ala Raihan


__ADS_3

Anisah melangkah menuju pintu masuk. Dia mengintip dari jendela untuk mengetahui siapa gerangan tamu yang datang. Matanya terkejut akan kehadiran Melani dibalik pintu.


Baru saja ia dan Raihan membahas tentang Melani, kini wanita itu telah hadir di depan mereka. Anisah bergegas berjalan balik arah. Wanita itu menemui Raihan dan menjelaskan apa yang terjadi.


"Rai..." ujar Anisah setengah berbisik.


"Kenapa Sa?" tanya Raihan.


"Di depan ada Melani" balas Anisah.


"Ha? Serius kamu?" tanya Raihan antusias.


"Iya, aduh gimana nih" ujar Anisah bingung.


"Buka aja Sa" balas Raihan.


"Katanya kamu gak benci sama dia" lanjut Raihan lagi.


"Iya saya gak benci sama dia" ujar Anisah.


Raihan dan Anisah berjalan menuju pintu depan. Raihan berada di depan Anisah dan sudah memegang gagang pintu.


"Klikk" terdengar suara pintu dibuka.


"Assalamualaikum" ujar Melani.


"Wa-wa'alaikumussalam" jawab Anisah terbata-bata.


"Wa'alaikumussalam Melani" jawab Raihan dengan senyuman indah nya.


"Silahkan masuk Melani" ujar Raihan seakan-akan menjadi pemilik rumah.

__ADS_1


Anisah masih diam terpaku, dia merasa Melani hari ini ada perubahan. Tepatnya lebih lembut dari biasanya. Melani akhirnya masuk setelah Anisah mempersilahkannya.


"Hai Mel" ujar Raihan.


"Kamu siapa?" tanya Melani tidak peduli.


"Kita sudah dua kali bertemu, kamu tidak mengenalku?" tanya Raihan tidak menyerah.


"Oooo iya kamu, saya ingat" ujar Melani.


"Kamu apa kabar Melani?" tanya Anisah ramah.


"Saya sehat, kamu apa kabar Nis?" tanya Melani.


"Alhamdulillah saya juga sehat" balas Nisa.


"Maksud kedatangan saya kemari untuk meminta maaf kepadamu" ujar Melani dengan wajah sendu.


Anisah merasa senang Melani berubah. Awalnya Anisah masih kurang yakin karena perubahan Melani yang tiba-tiba. Tetapi ia tidak ingin berburuk sangka.


"Terimakasih banyak Anisah, kamu wanita yang mulia" ujar Anisah.


Raihan mencoba mencari topik pembicaraan yang cocok dengan Melani. Lelaki itu tidak ingin Melani bergegas pulang. Baru saja Raihan hendak berbicara Teh Siksa sudah terlebih dahulu darinya.


"Eh, kita kedatangan tamu" ujar Teh Siksa.


"Iya Teh, ini Melani teman Mas Farhan" ujar Anisah.


"Ooo, cantiknya, senang bertemu denganmu Melani" ujar Teh Siska.


"Iya benar, cantik yah Teh" balas Raihan setengah bercanda.

__ADS_1


"Ehmm, ada apa nih?" tanya Teh Siska curiga.


"Bukan apa-apa Teh, Melani pasti lelah sudah datang kesini, kamu tidak berniat membuatkan dia minum Nis?" tanya Raihan menggunakan siasatnya.


"Eh iya, astagfirullah hampir lupa" balas Anisah seraya berdiri hendak membuat minuman untuk Melani.


"Gak usah repot-repot Nis, saya akan segera pulang" ujar Melani.


"Astaga Mel, buru-buru amat, Teteh masih pengen deket sama kamu" ujar Teh Siska berusaha membantu adik sepupu nya yang kesusahan.


"Teteh bisa saja" balas Melani.


Anisah tersenyum melihat kelakuanku Teh Siska. Anisah terlambat mengerti bahwa mantan nya sedang menyukai mantan suaminya. Sungguh takdir yang tidak terduga dari Allah.


Dengan segera Anisah membuat minuman dan makanan ringan untuk mereka. Anisah sangat bahagia melihat suasana rumah yang biasa nya sepi mendadak ramai.


"Mas, saya yakin kita bisa melewati ini, kamu yang kuat disana ya Mas, saya selalu berdoa untuk yang terbaik bagi kita" batin Anisah.


Setelah Anisah menyiapkan cemilan dan minuman, ia segera membawa nya ke ruang tamu. Terlihat Melani yang sudah mulai akrab dengan Teh Siska dan Raihan.


"Aduh asik banget ceritanya, nih ngemil dulu" ujar Anisah.


"Terimakasih tuan rumah" balas Teh Siska.


"Diminum Mel" ujar Raihan tersenyum.


"Iya, terimakasih" balas Melani.


Anisah teringat dengan undangan wisuda nya. Wanita itu pergi ke kamar nya untuk mengambil satu buat Melani.


"Mel, kalo kamu sempat datang ya ke acara wisuda saya" pinta Anisah.

__ADS_1


"Terimakasih Anisah, saya sangat terharu, saya merasa malu bersikap kasar sama kamu" ujar Melani merasa bersalah.


"Santai Mel, itu masa lalu" ujar Anisah sembari tersenyum.


__ADS_2