
"Apa yang sebenarnya terjadi" ujar Fauzi.
"Apa hubungannya orangtua calon suami Wendy dengan Ayah dan Bunda?" tanya Fauzi pada dirinya sendiri.
Kecemasan Fauzi membuat dirinya tidak tahan untuk menanyakan kebenaran tersebut kepada orangtuanya. Fauzi segera menemui Anisah untuk membahas mengenai hal tersebut.
"Bunda" ujar Fauzi.
"Ya sayang" jawab Anisah.
"Tadi Fauzi tidak sengaja mendengar percakapan Bunda dan Ayah mengenai orangtuanya calon suami Wendy" ujar Fauzi langsung pada inti pembicaraan.
Anisah yang mendengar hal ini begitu terkejut. Dia tidak menyangka Fauzi akan mengetahui hal ini sesegera mungkin. Tetapi Anisah sadar bahwa anak-anaknya juga memiliki hak untuk mengetahui hal tersebut.
Akhirnya Anisah menceritakan seluruh kisah masa lalunya dengan para sahabatnya yang terlibat kasus dengan Shalihah. Anisah menceritakan setiap detail cerita kepada putranya itu.
"Berarti wanita yang bernama Shalihah merupakan Mama dari tunangannya Wendy Bun?" tanya Fauzi.
"Iya sayang" jawab Anisah.
********
Saat ini acara makan malam dengan keluarga Hanifah berjalan dengan baik. Hanifah dan Mamanya menikmati makan malam dengan lebih rileks.
"Bagaimana kalau kita membahas acara pernikahan mereka?" tanya Anisah tidak mau menunda-nunda lagi.
"Apakah itu tidak terlalu cepat mbak?" tanya Mama Hanifah.
__ADS_1
"Saya sudah tidak sabar ingin punya cucu" jawab Anisah usil.
"Sebenarnya saya juga sudah tidak sabar mbak" jawab Mama Hanifah yang tidak kalah usil nya.
Percakapan bahagia ini membuat Anisah sejenak lupa akan masalahnya. Dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Shalihah. Bagaimanapun juga Anisah ingin Fauzi mendapatkan wanita yang diinginkannya.
"Bagaimana kalau ta'aruf nya kita laksanakan bulan ini, keputusannya akan kita ambil bulan depan" tanya Anisah memutuskan.
"Bulan depan kalian sendiri yang akan memutuskan akan lanjut ke jenjang pernikahan atau tidak" lanjut Anisah.
"Saya sebagai orangtua Hanifah setuju mbak" balas Mama Hanifah.
Hanifah dan Fauzan saling diam dalam perasaan masing-masing. Fauzan sudah jelas setuju karena sedari awal dia memang menyukai Hanifah. Sedangkan Hanifah yang sedari awal sudah menyukai bos nya dalam diam juga setuju dengan hal tersebut.
"Saya ikut permintaan Bunda saja" balas Fauzan.
"Wah kita melahirkan anak-anak yang berbakti ya" puji Anisah.
Anisah dan Mama Hanifah tertawa melihat tingkah lucu putra putri mereka. Terkhusus Fauzan yang selalu gugup jika berhadapan dengan wanita. Waktu demi waktu Fauzan pasti berhasil menghilangkan rasa gugup dalam dirinya.
***********
"Assalamualaikum ustadz" ujar wanita yang sekarang sudah memutuskan untuk berhijab.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab Fauzi yang baru saja selesai mengajar mengaji.
"Wah lihat siapa yang datang, apa kabar Wendy?" tanya Fauzi senang.
__ADS_1
"Alhamdulillah saya sehat ustadz, bagaimana kabar ustadz?" tanya Wendy.
"Sudah saya katakan, panggil saja saya Fauzi, Alhamdulillah saya sehat" balas Fauzi.
"Syukurlah Fauzi, saya datang ke sini karena ingin menanyakan suatu hal" ujar Wendy tanpa basa-basi.
"Ya sudah kita ke warung sebelah yuk" ajak Fauzi.
Fauzi mengajak Wendy ke tempat yang biasa ia kunjungi. Dia juga pernah membawa Laila ke sana saat wanita itu mengunjungi dirinya.
"Silahkan diminum Wendy" ujar Fauzi.
Berbeda dengan luaran nya, saat ini jantung Fauzi berdegup kencang. Dia semakin yakin bahwa ia akan memilih Wendy sebagai wanita yang akan menjadi pendampingnya kelak. Wendy terlihat begitu indah dengan balutan hijab yang menutupi rambutnya.
"Sekarang kamu sudah memakai hijab" ujar Fauzi.
"Iya, saya sudah memutuskan untuk berhijab" balas Wendy.
"Baguslah kalau begitu, kamu juga terlihat lebih cantik ketika menggunakan hijab" ujar Fauzi tersenyum.
"Saya harap kamu tidak perlu memuji saya, saya tidak mengerti mengenai isi hati kamu" ujar Wendy mulai berbicara.
"Maksud kamu?" tanya Fauzi.
"Kamu pasti kasihan melihat saya dijodohkan, oleh sebab itu kamu mengutus orangtua mu dengan alasan kamu menyukai saya" ujar Wendy.
"Bukan begitu maksud saya" balas Fauzi.
__ADS_1
"Sudahlah, saya tidak butuh dikasihani, saya tahu sejak awal ustadz tidak menyukai saya, saya memberikan surat itu sebagai sebuah kejujuran karena saya akan segera menikah, bukan sebagai alasan agar kamu mengasihani saya" balas Wendy.