Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Wedding Day


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian acara pernikahan besar-besaran pun digelar. Hal ini disebabkan ada tiga pasangan yang dinikahkan sekaligus. Mereka bertiga mengangkat tema putih di pernikahan.


Fauzan, Fauzi, dan Haikal terlihat berwibawa dengan jas putih mereka. Sedangkan Hanifah, Wendy, dan Laila terlihat anggun dengan gaun indah mereka.


"Waktu begitu cepat berlalu, sampai-sampai kita tidak sadar mereka sudah dewasa" ujar Anisah kepada para sahabatnya.


"Kamu benar sekali Sa, saya teringat saat kita menghadiri acara tujuh bulanan kamu" balas Teh Siska.


Mereka saling mengingat nostalgia masa muda mereka. Tentang hal-hal yang mempertemukan mereka.


"Aa gak nyangka kamu nikahnya dengan Haikal" ujar Fauzi kepada Laila saat mereka sedang beristirahat.


"Iya Aa, dia laki-laki yang baik, saya tidak punya alasan untuk menolak dia" puji Laila.


"Iya kamu benar, Aa sangat setuju mempercayakan kamu kepada dia" ujar Fauzi seraya tersenyum tulus.


Kini Laila mengerti bahwa Fauzi memang tulus menganggap dirinya hanya sebatas adik perempuan. Selama ini Laila lah yang berharap banyak agar Fauzi dapat bersanding dengan dirinya.


Shalihah dan keluarganya juga turut di undang dipernikahan mereka. Rendi terlihat gagah dengan stelan jas hitam. Dokter Tati dan rekan-rekan dari pihak rumah sakit juga di undang. Seluruh karyawan kantor Fauzan juga diundang. Tidak hanya itu, para pengurus pesantren dan anak-anak mengaji serta anak yatim juga tidak lupa diundang.


"Apa kita jodohin aja Rendi dengan adik perempuan kamu Kal" ujar Fauzi.


"Jangan dong A, adek saya masih kuliah" ujar Haikal menolak.


Fauzi tertawa mendengar perkataan posesif dari seorang Haikal. Tentu saja sang Abang akan melindungi adik perempuannya.

__ADS_1


"Iya iya, jangan deh" balas Fauzi tidak berhenti tertawa melihat ekspresi kaget Haikal.


Resepsi pernikahan berjalan mulus seperti yang diharapkan. Para tamu yang berdatangan semakin banyak dikarenakan mempelai ada tiga pasang. Sebagian pulang dan digantikan oleh para tamu yang lain.


Mereka mengadakan acara di tanah lapangan yang luas dan terbukalah. Tempat duduk membentang hingga ke sisi pinggir lapangan.



***********


Malam harinya Laila tengah membersihkan seluruh make up nya dan bergegas mandi. Haikal yang nakal mulai mengisengi wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


"Malam sayang" ujar Haikal.


"Eh iyaa malam" jawab Laila masih canggung.


"Kamu mau mandi?" tanya Haikal.


"Iya aku mau mandi nih" ujar Laila malu-malu.


"Hmmm cie yang udah aku kamu" ledek Haikal lagi.


"Apaan sih Kal, nakal ya kamu" Laila mulai tertawa.


"Aku suka lihat kamu tertawa La" ujar Haikal dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Kenapa tuh?" tanya Laila.


"Sumber kebahagiaan aku" balas Haikal yang membuat pipi Laila merona.


"Mau aku temenin mandi nggak?" tanya Haikal mulai nakal.


"Gak usah deh, kamu bau" jawab Laila menutupi kegugupannya.


Laila segera masuk ke kamar mandi dan mengunci pintu. Haikal yang melihat hal itu merasa gemes dan ingin tertawa. Lelaki itu sangat menikmati tingkat imut dari istrinya.


Setelah dua puluh menit di kamar mandi, Laila membuka pintu. Wanita itu telah menggunakan stelan baju tidurnya. Haikal bergegas menghampiri Laila.


"Cepat amat neng mandinya" sindir Haikal.


"Kamu pasti takut keliatan jelek dan bau di depan aku kan, makanya mandinya lama gitu" Haikal memulai aksinya lagi.


"Apaan sih Kal" ujar Laila malu.


"Mau kamu mandi atau nggak kamu akan tetap terlihat cantik di mata aku" rayu Haikal.


"Ih dasar gombal, kamu mandi dulu sana" ujar Laila dengan pipi merahnya.


"Mandiin dong" ujar Haikal.


"Nggak" jawab Laila cuek dan membalikkan badan.

__ADS_1


Nyatanya Laila melakukan itu untuk menutupi kegugupannya yang sudah menjadi-jadi. Pipinya merah dan jantungnya berdegup kencang. Laila menghela nafas ketikan melihat Haikal sudah masuk ke kamar mandi.


__ADS_2