
Setelah acara dalam kampus selesai, Anisah bergegas untuk pulang. Raihan dan Teh Siska membantu Anisah membawakan barang-barangnya yang begitu banyak.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Melani.
"Wah, kamu benar-benar wanita yang baik Melani" ujar Raihan memuji.
Melani pura-pura tidak mendengar Raihan. Dia menolong Anisah memasukkan hadiah wisudanya ke dalam mobil.
"Udah beres nih, hadiahnya sampai tiga mobil" ujar Anisah tidak percaya.
"Mobil kamu juga penuh Rai, sama seperti mobil saya, mobil Ayah juga penuh banget tadi" lanjut Anisah.
"Alhamdulillah Nis, kita turut berbahagia" balas Teh Siska.
Setelah semuanya beres, mereka berkumpul di rumah Anisah. Raihan mengajak Melani untuk bergabung dengan mereka.
"Gimana kalo kita makan di luar?" ajak Anisah.
"Sebagai ucapan terimakasih saya, kalian sudah terlalu banyak membantu" lanjut Anisah.
"Oke deh, dengan senang hati" ujar mereka.
Mereka pergi dengan mobil Raihan. Teh Siska duduk di depan bersebelahan dengan Raihan. Sedangkan Anisah duduk dibelakang bersebelahan dengan Melani.
"Saya tidak menyangka kamu menyiapkan semua ini Mel, gimana ceritanya?" tanya Anisah penasaran.
"Sebenarnya Mario minta tolong kepada saya untuk melakukan semua ini" ujar Melani.
__ADS_1
"Hans ingin kamu bahagia di hari wisuda mu, makanya dia menyiapkan ini semua melalui perantaraan Mario" lanjut Melani lagi.
"Mas Farhan saya kangen" ujar Anisah seraya terisak setelah mendengar semua cerita dari Melani.
"Mas Farhan belum tahu kalo saya sudah mengetahui penyakitnya?" tanya Anisah.
"Entahlah Sa, saya kurang tahu" jawab Melani gugup.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di restoran. Mereka memesan steak, Melani lebih suka tingkat kematangan rare. Sedangkan Raihan, Teh Siska, dan Anisah lebih suka tingkat kematangan medium.
Mereka menikmati makanan mereka. Setelah makan mereka berbincang-bincang sedikit mengenai kisah satu sama lain.
•••••••••
"Kamu gak lupa kan?" isi chat Teh Siska untuk Raihan.
"Apaan nih guys" pesan dari Melani.
"Lusa Anisah ulang tahun guys" ujar Raihan.
"Ooo itu, ia saya udah tahu" jawab Melani.
"Kok kamu udah tahu?" pesan Teh Siska.
"Iya, kami kan baru kasih tahu kamu" balas Raihan.
"Kamu memang stalker sejati" balas Raihan lagi.
__ADS_1
"Enak aja, saya gak stalk" sanggah Melani.
"Jadi apa dong hehe" balas Raihan.
"Ada deh rahasia, tapi saya tetap bakal bantu kalian nyiapin kejutannya" pesan Melani.
"Wah terimakasih Mel, kamu terbaik" balas Raihan.
Grup what'sapp semakin ramai, Teh Siska memberitahu tentang rencana mereka. Raihan dan Melani setuju, mereka tidak ingin melakukan prank yang berbahaya berhubung Anisah sedang hamil.
••••••
Anisah bangun setelah alarm nya berbunyi seperti biasa. Wanita itu segera mengerjakan shalat subuh. Setelah itu Anisah membaca Al-Qur'an dan bertasbih.
Paginya Anisah memberikan kabar kepada Farhan. Wanita itu menanyakan kabar suaminya dan menyampaikan kerinduannya.
"Kamu sudah sarapan sayang?" balas Farhan setelah beberapa menit.
"Sudah sayang, kamu gimana?" tanya Anisah.
"Sudah juga sayang, semakin hari pekerjaan Mas semakin sedikit, kita bisa lebih sering berkomunikasi" balas Farhan.
Anisah tersenyum, ini menandakan hal yang baik. Farhan ingin mereka lebih sering berkomunikasi. Berarti kesehatan Farhan semakin membaik.
"Pagi Teh, sarapan yuk" ajak Anisah.
"Hmm, ya" balas Teh Siska pura-pura cuek.
__ADS_1