Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Rasa Penasaran


__ADS_3

Keluarga Farhan baru saja menyelesaikan makan malam. Farhan yang sudah ngebet punya cucu kembali membahas pernikahan kedua putranya.


"Sayang kamu pengen nggak segera dipanggil nenek?" goda Farhan kepada Anisah.


Anisah yang mengerti maksud dari suaminya langsung tersenyum. Dia juga ikut menggoda kedua putranya kembarnya.


"Mungkin menikah bersama bagus ya nggak sih sayang?" tanya Anisah.


"Benar sekali sayang, biasanya anak kembar nikahnya barengan" jawab Farhan iseng.


"Ayah dan Bunda segitu pengen nya kita nikah?" tanya Fauzan lugu.


"Ya jelas dong sayang, kalau kalian sudah siap lahir batin harus segera dilaksanakan" jawab Anisah.


"Ayah setuju" ujar Farhan.


"Pasangannya belum ada Bun" ujar Fauzi.


"Hmm Bunda nggak yakin tuh" jawab Anisah.


"Kenapa Bunda" tanya Fauzan.


"Kedua putra bunda ganteng begitu" puji Anisah.


***********


Fauzan tengah menandatangani dokumen penting di ruangannya. Mia yang ingin melancarkan rencana nya bergegas menemui Pak bos.


"Pak bos" ujar Mia.


"Ada apa Mia?" tanya Fauzan.


"Sebaiknya Pak bos harus berani berbicara dengan Hanifah" ujar Mia.

__ADS_1


Jantung Fauzan berdetak lebih cepat mendengar hal tersebut. Dia ingin berbicara dengan Hanifah, tetapi ia takut merasa gugup di depan wanita itu.


"Ya ampun santai kali Pak, kalau Bapak santai pasti nggak bakalan gugup" ujar Mia.


"Iya Mia, saya akan mencobanya" ujar Fauzan memberanikan diri.


Seperti biasa Fauzan melaksanakan shalat dhuha di mushalla kantor. Setelah selesai sholat, tanpa sengaja Fauzan kembali bertemu dengan wanita pujaannya yang juga baru selesai sholat.


"Assalamualaikum" ujar Fauzan terbata-bata.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Pak" jawab Hanifah tersenyum manis.


"Kamu darimana, eh maksud saya kamu habis selesai sholat ya?" tanya Fauzan salah tingkah.


"Iya bos, bos juga ya" jawab Hanifah sopan.


"Iya Hanifah" ujar Fauzan gugup.


"Bos tahu nama saya?" tanya Hanifah senang.


"Alhamdulillah bos, saya senang sekali bisa masuk ke perusahaan ini" ujar Hanifah.


"Selamat datang Hanifah, semoga kedepannya kita semakin akrab" ujar Fauzan.


"Terima kasih banyak bos" jawab Hanifah dengan nada bahagia.


Sesampainya di ruangannya Fauzan segera mengatur nafasnya. Kebahagiaan yang baru saja terjadi masih menguasainya. Dalam hati Fauzan meminta kepada Allah agar dijodohkan dengan Hanifah.


Hanifah sendiri tengah menikmati kebahagiaan dalam dirinya. Dia tidak menyangka bos ganteng perusahaannya mengetahui nama Hanifah.


"Ya Allah apakah ini yang dinamakan jodoh" ujar Hanifah senyum-senyum sendiri.


"Sadar dong Hanifah, itu bos kamu" ujar Hanifah mengingatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Hanifah berbaring dengan hati bahagia. Dia menceritakan segala kejadian yang dialaminya pada Mamanya.


"Alhamdulillah, kalau memang kamu suka dia doakan di sepertiga malam mu" ujar Mama Hanifah.


"Iya Ma, jika Allah meridhoi" jawab Hanifah bahagia.


Sama halnya dengan Hanifah, Fauzan juga segera menemui Bundanya dan bercerita tentang semuanya. Tentu saja Anisah mendengarkan cerita putranya dengan antusias.


"Bunda penasaran wanita seperti apa Hanifah itu" ujar Anisah.


"Insyaallah dia wanita yang baik Bun, doakan saja semuanya lancar ya Bun" pinta Fauzan.


"Insyaallah Bunda akan selalu mendoakan kamu sayang" ujar Anisah.


Anisah yang sungguh penasaran dengan wanita bernama Hanifah segera menghubungi sekretaris Fauzan. Anisah sangat dekat dengan Mia dikarenakan sifatnya yang periang.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Mia" ujar Anisah.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Bunda" jawab Mia yang biasa menyebut Anisah sebagai Bunda.


"Apa kabar Bunda, udah lama Bunda gak menghubungi Mia" ujar Mia.


"Alhamdulillah Bunda sehat sayang, kamu apa kabar?" tanya Anisah.


"Alhamdulillah sehat Bun" jawab Mia.


"Bunda ingin bertanya mengenai wanita bernama Hanifah" ujar Anisah


"Hmm, saya mengerti sekarang Bun, Bunda pasti penasaran karena si bos suka sama Hanifah" ujar Mia mengetahui semuanya.


"Wah hebat, kamu juga tahu ternyata" ujar Anisah.


"Gimana kalau besok Bunda mampir ke kantor, Mia akan mempertemukan Bunda dengan Hanifah" ujar Mia.

__ADS_1


"Oke Mia, tapi jangan sampe Hanifah tahu kalau Bunda itu Ibunya Fauzan ya" pinta Anisah.


"Aman Bun, serahkan saja semuanya pada saya" jawab Mia percaya diri.


__ADS_2