
Hari ini tepat tiga hari setelah ulang tahun Anisah. Sesuai jadwal Teh Siska akan meninggalkan rumah Anisah karena lusa ia harus segera kembali ke Amerika.
"Kamu sudah janji gak akan ke kantor hari ini kan?" ujar Teh Siska.
"Iya, saya udah permisi hari ini gak ke kantor Teh, yang jelas hari ini kita bakal senang-senang sebelum Teteh balik ke Amerika" balas Raihan.
"Harus banget Teteh balik ke Amerika sekarang?" lanjut Melani.
"Iya Teteh masih banyak kerjaan disana" balas Teh Siska.
"Nanti waktu Anisah lahiran Teteh janji bakal main ke Bandung" ujar si Teteh.
"Yang benar ya Teh, saya tagih loh janjinya" balas Anisah bersemangat.
"Iya Nis Teteh janji" ujar Teh Siska.
"Bandung bakal sepi dong, Anisah dan Teteh harus pergi secara bersamaan" ujar Melani.
"Iya, Lo berangkat tiga hari lagi yakan Sa?" tanya Raihan.
"Iya Rai" jawab Anisah.
__ADS_1
Teh Siska akan kembali ke Amerika lusa, tetapi ia akan meninggalkan rumah Anisah hari ini. Teh Siska ingin menghabiskan sisa dua hari ini di rumah keluarganya.
Berhubung ini hari terakhir Teh Siska di rumah Anisah, mereka memutuskan untuk menikmati hari ini bersama-sama. Mereka ingin ini menjadi hari spesial untuk Teh Siska.
Mereka memutuskan untuk mengunjungi Farm house, makan siang bersama, dan berencana foto shoot di studio sebagai kenangan tersendiri bagi mereka. Sedikitpun mereka tidak ingin menyia-nyiakan waktu kebersamaan yang akan segera berakhir.
Anisah melihat wajah lesu dari Teh Siska. Bukan hanya si Teteh, Melani dan Raihan juga merasa sedih karena perpisahan ini.
"Udah dong sedih-sedih nya, kita kan mau senang-senang hari ini, semangat" ujar Anisah mengingatkan.
"Iya Anisah benar, kita tidak boleh menyia-nyiakan hari bersejarah ini" lanjut Melani bersemangat.
Setelah mereka selesai melakukan foto shoot di studio, mereka makan malam bersama. Seperti biasa mereka saling bercanda dan tertawa, seakan-akan lupa hari ini merupakan hari perpisahan.
"Teteh merasa bahagia dan awet muda berada di sekitar kalian, Raihan sepupu terbaik bagi Teteh, dia selalu ada disaat Teteh membutuhkan pertolongannya" Teteh mulai mendeskripsikan mereka satu per satu.
"Anisah si wanita kuat, sejak pertama kali mengenal dia Teteh sudah tahu bahwa dia wanita yang baik, apalagi semenjak menikah dengan Farhan, dia menjadi wanita shalihah idaman suami, tak peduli sekeras apa penyakit suaminya, ia tetap tegar dan tabah serta setia" lanjut Teh Siska.
"Melani, saya tidak pernah menyangka akan akrab dengan kamu. Apalagi kamu awalnya berusaha merusak rumah tangga Anisah. Tetapi setelah mengenal kamu lebih dalam, semua penilaian buruk itu sirna. Tetaplah menjadi orang yang lebih baik Melani, seperti sifat alamiah dari dasar hati nurani mu" puji Teh Siska.
Melani dan Anisah sudah tidak dapat menahan air mata mereka keluar. Raihan sedang berusaha mempertahankan keteguhannya sebagai lelaki.
__ADS_1
Teh Siska akhirnya meneteskan air matanya. Wanita itu benar-benar sedih harus berpisah dengan sahabat baiknya. Walaupun Teh Siska berumur dua puluh tujuh tahun, ia jarang mendapatkan sahabat yang benar-benar tulus menyayanginya.
Biasanya orang-orang yang berusaha akrab dengan Teh Siska hanya mengharapkan kekayaan dari Teh Siska. Kebetulan orang tua Teh Siska kaya raya sama halnya dengan keluarga Raihan. Jadi wanita itu biasa menemukan teman palsu dalam kehidupannya.
"Anisah kamu baik-baik ya di Taiwan nanti, sering-sering hubungi kita bertiga" ujar Teh Siska.
"Terimakasih ya Teh, Teteh sudah Anisah anggap sebagai kakak kandung Anisah" balas Anisah.
"Sejak dulu Anisah mengharapkan memiliki seorang Teteh yang baik dan perhatian, Anisah terkadang merasa kesepian menjadi seorang anak tunggal" Anisah mulai melontarkan salam perpisahannya.
"Teteh selalu sabar menghadapi Anisah yang penuh dengan kekurangan, Teteh selalu support Anisah dikala Sa down dan putus asa" lanjut Anisah.
"Teteh juga sepupu terbaik bagi saya, kalo Teteh gak pulang ke Bandung, pasti saya merasa sedih" ujar Raihan.
"Saya juga demikian Teh, walaupun saya baru mengenal Teteh, saya sudah bisa menilai Teteh orang yang penyayang dan support teman-teman Teteh, kita tetap komunikasi ya Teh walaupun Teteh sudah kembali ke Amerika" tutur Melani.
Mereka tersenyum bahagia dan saling berpelukan. Raihan hanya tersenyum melihat tingkah ketiga perempuan itu.
"Udah udah hentikan, kalian bertiga alay banget berpelukan di muka umum" ujar Raihan setengah bercanda.
"Yang jealous diam aja" balas Teh Siska.
__ADS_1
Mereka akhirnya pulang dengan perasaan bahagia. Tak lupa mereka mengantarkan Teh Siska terlebih dahulu ke rumah orang tuanya.