
Flashback
Beberapa saat yang lalu Raihan mengantarkan Melani dan Anisah ke Bandara. Di saat yang sama Shalihah mengunjungi rumah Raihan. Tetapi wanita itu hanya menemukan Ibu Raihan.
"Assalamualaikum Tante" ujar Shalihah
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, Shaliiiiii, kamu datang sayang" jawab Mama Raihan bersemangat.
"Iya Tante" jawab Shalihah sembari tersenyum.
"Ayo masuk sayang" ajak Mama Raihan.
Mama Raihan membawa Shalihah masuk ke dalam rumahnya. Tak lupa ia menyiapkan makanan dan minuman untuk Shalihah.
"Kamu kapan kembali sayang?" tanya Mama Raihan.
"Tadi pagi Tante" jawab Shalihah.
"Tante sudah diberitahu oleh Papa Shali mengenai kepulangan Shali ke Bandung, kami bahkan sudah mengatur jadwal pertemuan, tapi Tante tidak menyangka bakal secepat ini" ujar Mama Raihan panjang lebar.
"Oiya Tante, Shali tidak melihat Aa Rai sedari tadi" ujar Shalihah.
"Rai pergi ke kantor dari tadi pagi" jawab Mama Raihan.
"Aa Rai apa kabar Tante?" tanya Shalihah.
"Kamu ih, bukannya tanyain kabar Tante malah tanyain kabar Rai dulu, kangen ya" canda Mama Raihan.
__ADS_1
"Tante bisa aja" jawab Shalihah.
"Tetapi Tante sedang pusing memikirkan Raihan belakangan ini" lanjut Mama Raihan.
"Kenapa Tante?" tanya Shalihah penasaran.
"Sebenarnya ada kabar baik, Raihan sudah melupakan Anisah, wanita yang ia sukai sejak SMA, kamu tahu kan?" Mama Raihan mulai bercerita.
"Bagus deh Tante, gara-gara Anisah Aa Rai tidak pernah menatap saya sebagai seorang wanita" keluh Shalihah.
"Tapi sekarang Tante juga punya masalah setelah Anisah" ujar Mama Raihan.
"Apa itu Tante?" tanya Shalihah.
"Raihan katanya sudah punya wanita pilihan" ujar Mama Raihan lagi.
Wajah Shalihah langsung berubah menjadi kesal. Dia selalu terlambat untuk mendapatkan hati Raihan.
"Namanya Melani, tepatnya Melani Winda Prawira" balas Mama Raihan.
"Hah? Si Melani? putri Om Wira dong Tante" ujar Shalihah terkejut.
"Maksud kamu apa Sa?" jawab Mama Raihan.
"Melani Winda Prawira itu sepupu saya Tante, dia putri dari Om Wira, direktur perusahaan X" ujar Shalihah kesal.
"Berarti dia wanita baik-baik kan? Bukan wanita yang mengharapkan harta Raihan, syukurlah" balas Mama Raihan cukup senang.
__ADS_1
Shalihah benar-benar tidak senang melihat Mama Raihan menyukai Melani. Dengan cepat ia segera membeberkan keburukan Melani kepada Mama Raihan.
"Tante salah jika mengatakan dia wanita baik-baik" ujar Shalihah.
"Kenapa Shali?" tanya Mama Raihan.
"Melani itu pelakor Tante, dan Tante tahu suami siapa yang ingin Melani rebut?" ujar Shalihah memanaskan situasi.
"Astaga yang benar kamu, suami siapa?" tanya Mama Raihan.
"Suami Anisah Tante, cinta pertamanya Aa Rai" jawab Shalihah dengan perasaan kemenangan.
"Astagfirullah, Tante benar-benar tidak menyangka" ujar Mama Raihan.
"Selama saya di Inggris, saya banyak dengar keburukannya dari sepupu saya yang tinggal di Bandung" ujar Shalihah tetap berusaha membuat Mama Raihan membenci Melani.
"Tante tahu dia bahkan belum menikah di usianya yang ke dua puluh tujuh tahun karena ia masih menginginkan suaminya Anisah Tante" lanjut Shalihah lagi.
"Kabarnya dia menolak semua pria yang melamarnya, bahkan ia membuatnya orang tuanya khawatir" Shalihah belum menyelesaikan ceritanya.
"Melani bahkan melabrak Anisah Tante, kabar terbarunya wanita itu sedang pergi ke Taiwan pagi ini untuk mengejar cintanya" Shalihah mengakhiri kalimatnya dengan kata-kata yang panas.
"Astaga, bagaimana bisa Raihan menyukai wanita yang seperti itu, Tante benar-benar khawatir" keluh Mama Raihan.
"Tante tenang saja, Shali akan berusaha menjauhkan mereka, apa pun yang terjadi mereka tidak boleh bersama" jawab Shalihah.
"Terimakasih sayang, kamu memang kebanggaan Tante" ujar Mama Raihan.
__ADS_1
"Beraninya wanita ini mengatakan aku kebanggaannya setelah dirinya memuji-muji Melani di depanku" ucap Shalihah dalam hati.
Terdengar pintu depan terbuka, Raihan datang dengan mengucapkan salam. Lelaki itu baru saja mengantarkan Melani dan Anisah ke Bandara.