
Anisah terbangun dari tidurnya dikarenakan suara tangisan bayi. Anisah segera bergerak menuju tempat tidur bayinya. Tenyata Fauzan yang menangis dikarenakan haus dan pipis di celana juga.
"Cup cup cup, Bunda gantiin celananya dulu ya sayang" ujar Anisah.
Anisah segera mengganti celana Fauzan yang basah dikarenakan air kencingnya. Setelah itu Anisah menyusui Fauzan agar dia tidak menangis lagi.
Setelah setengah jam berlalu, Anisah memutuskan untuk sholat tahajjud sebelum tidur kembali. Dia segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.
Selesai sholat, Anisah kembali ke tempat tidur untuk melanjutkan tidurnya. Baru saja Anisah hendak tidur kembali, Farhan terbangun dan menatap lembut istrinya.
Hup, sebuah ciuman mendarat di kening istrinya. Farhan juga memeluk lembut serta membisikkan kalimat yang manis.
"Sayang kamu terbangun" ujar Anisah.
"Iya sayang, Mas sholat dulu ya" jawab Farhan.
"Iya sayang" jawab Anisah.
"Kamu sudah sholat sayang?" tanya Farhan.
"Sudah barusan sayang, tadi Fauzan menangis, saya terbangun dan menyusui sebentar" jawab Anisah.
"Lain kali kalau anak-anak menangis bangunin Mas juga, Mas akan bantu kamu mengurus anak-anak" jawab Farhan lembut kepada istrinya.
"Tidak apa-apa sayang, kamu terlihat kelelahan, sana sholat dulu" ujar Anisah.
__ADS_1
Farhan melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan mulai berwudhu. Setelah itu dia segera melaksanakan sholat subuh.
************
Paginya, Anisah hendak pergi ke luar untuk membeli sarapan. Baru saja dia hendak mengambil kunci mobil, mertuanya datang bersama adik iparnya.
"Assalamualaikum" ujar Mama Farhan.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" balas Anisah.
"Eh Mama datang, adik ipar juga" lanjut Anisah.
"Iya tadi Mama minta tolong adik mu untuk ngantar Mama ke sini, Mama mau ngasih sarapan, kalian sudah sarapan?" tanya Mama.
"Ya sudah ini kamu siapkan dulu sarapannya, Mama ke kamar dulu lihat si kembar" ujar Mama.
"Iya Ma, silahkan" balas Anisah.
Anisah menyiapkan piring dan segala keperluan makan untuk Farhan. Mama mertuanya membawakan dia soto untuk sarapan pagi ini.
"Mas, Ma, adik ipar sarapan dulu yuk" ajak Anisah.
"Kalian berdua saja sarapan, sebelum ke sini Mama dan adik mu sudah sarapan terlebih dahulu" jawab Mama seraya mengendong si kembar.
"Benaran Ma?" tanya Anisah sungkan.
__ADS_1
"Iya sayang, kalian sarapan saja, si kembar biar Mama yang urus" balas mertua Anisah.
Anisah dan Farhan sarapan dengan lahap. Masakan Mama Farhan enak seperti biasanya. Anisah langsung mencuci piring sesudah mereka selesai sarapan agar pekerjaannya tidak menumpuk.
"Mau Mas bantuin sayang?" tanya Farhan seraya mendekat.
"Tidak usah sayang, ini sedikit kok" balas Anisah menolak.
"Rajinnya istri ku, tapi biarkan Mas membantu mu" pinta Farhan seraya meletakkan piring ke rak.
"Kamu suami idaman Mas" puji Anisah.
"Kamu istri sholehah sayang" puji Farhan juga .
**********
Farhan sudah mulai bekerja di kantor setelah satu bulan kelahiran si kembar. Sedangkan Anisah memutuskan untuk resign dari kantor dan memilih menjaga anak-anaknya.
Sesaat Anisah merasa rindu dengan suasana kantor, tetapi Anisah tahu mengenai kewajibannya sebagai seorang Ibu. Dengan ikhlas Anisah melepaskan pekerjaannya dan memilih menjadi ibu rumah tangga.
"Fauzan kalau sudah besar mau jadi apa sayang?" tanya Anisah.
"Kalau Fauzi mau jadi apa sayang?" lanjut Anisah lagi mencoba berkomunikasi dengan putranya.
Bulan depan Melani akan segera lahiran. Setelah di USG, anak Melani berjenis kelamin perempuan. Anisah turut bahagia mendengar semuanya itu. Teh Siska juga tengah hamil dua bulan. Mereka semua tengah berada dalam kebahagiaan dan ketentraman.
__ADS_1