Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Maukah Kamu


__ADS_3

Matahari terasa begitu panas dari biasanya. Fauzi menyeka keringat yang membasahi dahinya. Lelaki itu dan saudara kembarnya tengah menyurvei tempat lokasi yang akan mereka gunakan sebagai tempat acara pernikahan. Mereka menginginkan acara outdoor dan akan mengundang kerabat-kerabat dekat serta anak yatim.


Keduanya teringat masa-masa saat mereka melamar calon mempelai wanitanya. Seminggu yang lalu Fauzi baru saja melamar Wendy. Awalannya Fauzi ragu untuk mengatakannya, dia takut Wendy merasa dirinya terlalu terburu-buru.


"Wen, saya tahu ini terlalu cepat, tetapi saya tidak ingin menunda-nunda kesempatan yang diberikan kepada saya" ujar Fauzi saat mereka sedang makan siang bersama Fauzan dan Hanifah.


"Saya masih banyak kekurangan, tapi izinkan saya untuk saling melengkapi dan membangun rumah tangga yang baik kedepannya" lanjut Fauzi lagi.


"Wendy Tamara Putri, maukah kamu menikah dengan saya?" tanya Fauzi di penghujung kalimatnya seraya menyodorkan cincin yang begitu indah.


"Saya mau Pak Ustadz" jawab Wendy singkat dan padat.


Mendengar Wendy menjawab dengan begitu cepat dan bersemangat, Hanifah dan Fauzan tertawa melihat tingkahnya yang lucu. Walaupun watak mereka saling berlawanan, tetapi keduanya saling menyempurnakan. Malamnya acara pelamar resmi bersama keluarga Fauzi akhirnya terlaksana.


__ADS_1


Melihat kegelisahan Fauzi saat melamar Wendy, Fauzan juga teringat momen ketika dirinya melamar Hanifah. Fauzan melamar Hanifah lebih cepat seminggu dari Fauzi. Fauzan yang terkenal gugup dihadapan wanita mendadak menjadi pria yang pemberani.


"Hanifah" ujar Fauzan yang masih kaku.


"Iya Bos?" tanya Hanifah.


"Jangan panggil Bos dong" ujar Fauzan lagi.


Hanifah tertawa melihat Fauzan yang sangat kaku. Dia mengerti betapa sulitnya Fauzan menghilangkan rasa gugupnya di hadapan Hanifah.


"Tetapi saya sungguh-sungguh akan niat baik saya yang ingin melamar kamu, maukah kamu menikah dengan saya yang penuh kekurangan ini?" tanya Fauzan dengan sangat formal.


Walaupun Fauzan berbicara dengan kalimat yang formal, Hanifah tahu bahwa lelaki itu serius akan perkataannya. Hanifah mengangguk pelan dan tersenyum.


"Saya mau Aa" ujar Hanifah setelah beberapa saat.

__ADS_1


Fauzan menghela nafas mengakhiri kegugupannya. Semua perjuangan Fauzan berakhir dengan kebahagiaan. Fauzan segera membawa orangtuanya untuk meminang Hanifah. Keseriusan selalu diperlihatkan Fauzan dalam mendapatkan hati Hanifah.


Setelah mengenang cara mereka melamar wanita pujaannya, kedua lelaki itu langsung mempersiapkan semuanya. Walaupun matahari bersinar dengan begitu terik, Fauzan dan Fauzi tetap mencari tempat yang tepat untuk menggelar acara pernikahan mereka di tempat terbuka.


***********


Gadis itu sedang dalam keadaan dilema, dia masih kaget akan pinangan yang tiba-tiba terucap dari lelaki yang setahun lebih muda dari dirinya. Bagaimana tidak, Haikal begitu serius saat mengucapkan kalimat yang pendek itu.


"Nikah yuk" Laila teringat kembali dengan perkataan Haikal.


Walaupun terlihat singkat, tetapi Laila tahu bahwa Haikal tidak bermain-main dengan perkataannya. Berita pernikahan Fauzi dan Fauzan sudah terdengar di telinga Laila. Anehnya, Laila sama sekali tidak merasa kecewa setelah mendengar hal tersebut. Laila bahkan merasa senang atas kebahagiaan yang dirasakan oleh saudara kembar itu, terkhusus Fauzi.


"Apa jangan-jangan saya sudah mulai membuka hati kepada yang lain?" tanya Laila kepada dirinya.


Laila memutuskan untuk sholat istikharah atas segala kegundahannya. Dia yakin Allah akan memberikan jawaban terbaik atas segala pertanyaan yang ada dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2