
Saat Shalihah sudah keluar dari penjara, dia memulai kehidupan baru dengan anak dan suaminya. Tentu saja Shalihah membenci keduanya, baik anak ataupun suaminya.
Shalihah membenci Prayoga karena dia hanya mencintai satu pria yaitu Raihan. Shalihah membenci putranya karena Ayah kandung dari putranya merupakan laki-laki bejad yang memperkosa dirinya.
Waktu demi waktu berlalu, Shalihah semakin tua dan malu untuk berbaur dengan masyarakat banyak. Dia tidak mau mengunjungi undangan ataupun saling berkomunikasi dengan orang luar.
Shalihah juga diam-diam mencari informasi mengenai Raihan. Tetapi ia tahu melawan Raihan yang sudah berada di puncak kejayaan merupakan sebuah kebodohan.
Prayoga memiliki sahabat sejak kecil, namanya Jaya. Mereka bersahabat sejak SD hingga dewasa. Sebelum mereka menikah, mereka berjanji akan menjodohkan anak mereka jika ada yang seusia.
Jaya adalah Papa Wendy yang sedang sakit saat ini. Jaya seorang pria yang ambisius dan baik hati. Sebenarnya Jaya tidak ingin memaksakan kehendaknya untuk menjodohkan putrinya, tetapi Jaya sudah terlanjur berjanji kepada Prayoga.
Sama halnya dengan Jaya, Prayoga juga merupakan lelaki yang baik. Walaupun Rendi bukan putra kandungannya, Prayoga tetap menyayangi Rendi layaknya putra kandung.
Prayoga juga tidak ingin menjodohkan Rendi dengan Wendy setelah ia tahu bahwa putranya tidak mencintai Wendy. Tetapi karena tuntutan dari Shalihah, Prayoga hanya bisa diam dan mengikut kehendak istrinya.
Perusahaan Prayoga belakangan ini sedang dilanda kebangkrutan. Itulah sebabnya Shalihah sangat ingin menjodohkan Rendi dengan Wendy. Hal ini akan menyelamatkan perusahaan mereka.
"Kamu ikuti saja apa kemauan Mama, yang dikatakan Mama ada benarnya juga" ujar Prayoga pada putranya.
__ADS_1
"Iya Pa" jawab Rendi yang tidak pernah kuasa melawan Papanya yang begitu baik hati.
************
Anisah menangis tersedu-sedu di sudut kamarnya. Farhan yang baru saja selesai membaca koran menghampiri istrinya.
"Sayang, apa yang terjadi" tanya Farhan.
"Sayang, aku tidak tahu harus bagaimana lagi" jawab Anisah.
"Kenapa sayang, ceritakan padaku" ujar Farhan.
"Itu kabar baik sayang, kenapa kamu menangis?" tanya Farhan terheran.
"Masalahnya gadis itu sudah dijodohkan oleh keluarganya sayang" jawab Anisah lagi.
"Apakah gadis itu menerima perjodohan yang dibuat keluarganya?" tanya Farhan.
"Tidak sayang, tapi Ayah dari gadis itu sudah berjanji dengan sahabatnya" jawab Anisah.
__ADS_1
"Dan kamu tahu siapa Ayah dari lelaki yang bakal menjadi calon gadis itu?" tanya Anisah memberikan teka-teki yang mengejutkan.
"Bagaimana aku tahu sayang, beritahu aku" ujar Farhan.
"Namanya Prayoga, dan dia adalah suami dari Shalihah sayang, orang yang menyakiti kita dulu" jawab Anisah seraya menangis.
Farhan begitu kaget mendengar hal tersebut. Dia tidak ingin mengingat hal buruk tentang masa lalu yang sudah mereka kubur secara perlahan. Semua kenangan itu kembali terngiang di kepala Farhan yang membuat badannya lemas.
"Apakah kita harus menyerah dan menyuruh Fauzi mencari wanita lain saja?" tanya Anisah di sela tangisnya.
"Itu pasti berat bagi Fauzi" jawab Farhan.
"Kenapa kita harus terikat kembali dengan wanita itu" ujar Anisah sedih.
"Sudahlah sayang, kita harus berdoa agar hati kita tenang" ujar Farhan menenangkan istrinya.
"Iya sayang, semoga Allah selalu melindungi kita" ujar Anisah.
Mereka saling berpelukan satu sama lain. Anisah dan Farhan tidak sadar bahwa Fauzi sudah mendengar semua percakapan mereka. Saat Fauzi ingin ke kamar Anisah, dia tidak sengaja mendengar namanya disebutkan. Fauzi kurang mengerti akan segala hal yang diucapkan orangtuanya. Farhan dan Anisah tidak pernah menceritakan masa lalu yang kelam itu kepada anak-anak mereka.
__ADS_1