Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Api dan Air


__ADS_3

"Sudahlah semuanya telah berlalu, seharusnya kamu menceritakan segala kesulitan masalah keuangan mu Prayoga" ujar Papa Wendy.


"Maafkan saya Nero, maafkan saya" mata Prayoga mulai memerah.


"Kamu bisa membatalkan perjodohan ini, saya mengaku salah" ujar Prayoga.


"Saya meminta maaf atas segala perilaku istri saya" lanjut Prayoga lagi.


"Ah, dasar kalian" ujar Shalihah seraya meninggalkan mereka semua.


Setelah semuanya berdamai, keputusan akhir berujung dengan acara pertunangan yang batal. Prayoga dengan tulus meminta maaf kepada sahabatnya. Nero juga bersedia memaafkan karena dia tahu bahwa Prayoga adalah lelaki yang baik.


"Terimakasih ya Ren, kamu sudah mau membatalkan perjodohan kita" ujar Wendy kepada Rendi.


"Iya Wen, tapi kita masih bisa kan berteman akrab?" tanya Rendi.


"Jelas saja bisa" balas Wendy.


"Pasti lelaki yang mendapatkan dirimu begitu beruntung" puji Rendi.


"Kamu juga, semangat ya" respon Wendy.


**************


Wendy tengah menunggu Fauzi keluar dari Masjid. Lelaki itu sedang mengajar anak-anak mengaji. Setelah sepuluh menit menunggu, Fauzi dan anak-anak lainnya segera keluar.

__ADS_1


"Eh Teteh Wendy, sudah lama tidak kelihatan" ujar anak-anak mengaji.


"Iya, Teteh kangen banget sama kalian" balas Wendy.


Setelah semua anak-anak pulang, Wendy menghampiri Fauzi yang kaget akan kedatangannya. Fauzi mengira bahwa Wendy masih salah paham atas dirinya.


"Assalamualaikum Fauzi" ujar Wendy.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh Wendy" jawab Fauzi.


Mereka berbincang-bincang di restoran yang ramai agar tidak mengundang fitnah. Wendy mulai menceritakan semu kejadian yang ia alami semalam.


"Jadi Ibunya Rendi ingin kalian menikah untuk keuntungan perusahaan saja?" tanya Fauzi.


"Tante itu salah niat" jawab Fauzi.


"Pertunangan kami dibatalkan" ujar Wendy yang membuat detak jantung Fauzi bergetar lebih cepat.


"Saya ingin membantu keluarga Rendi, mungkin ini terjadi dikarenakan keadaan mereka yang sedang mendesak" ujar Fauzi.


"Maksud kamu?" tanya Wendy.


"Saya akan menyarankan agar perusahaan keluarga kami bekerjasama dengan perusahaan Rendi" usul Fauzi.


"Perusahaan? kamu punya perusahaan?" tanya Wendy kaget.

__ADS_1


"Perusahaan milik orangtua saya, sekarang dipegang oleh kembaran saya" jawab Fauzi.


"Wah, kamu benar-benar penuh kejutan Zi" puji Wendy.


"Tapi saya memutuskan untuk membangun pesantren dan mengajar anak-anak mengaji, saudara saya lebih berpengalaman di bidang perusahaan" ujar Fauzi menjelaskan.


"Wah mulia sekali hatinya" puji Wendy dalam hati.


*************


Keluarga Farhan tengah berdiskusi mengenai permintaan Fauzi yang ingin menolong perusahaan milik Shalihah. Dia ingin meminta pendapat dari seluruh anggota keluarganya.


"Saya tahu Bun, dulu Tante Shalihah sering menyakiti Bunda, tetapi untuk meluluhkan hati seseorang kita harus tetap bersikap baik walaupun orang tersebut menyakiti kita Bun" ujar Fauzi memulai percakapan.


"Ayah setuju dengan Fauzi, api tidak boleh dibalas dengan api" timpa Farhan.


"Bisa jadi melalui ini sifat Shalihah berubah menjadi lebih baik" lanjut Farhan lagi.


"Bunda bangga melihat anak-anak Bunda tumbuh dengan baik" Anisah tersenyum seraya mengatakan hal tersebut.


Fauzan selaku pemegang perusahaan saat ini setuju dengan usul kembarannya. Sifat Fauzan yang baik hati membuat dirinya tidak keberatan dengan hal tersebut. Apalagi Fauzan juga bahagia mengenai kabar bahagia yang datang dari saudara kembarnya. Fauzi dan Fauzan memutuskan untuk melangsungkan acara pernikahan secara bersamaan.


"Kamu luar biasa Zi, semoga kamu dan Wendy berjodoh" tutur Fauzan.


"Kamu juga Zan, semoga kamu berjodoh dengan Hanifah" jawab saudara kembar itu.

__ADS_1


__ADS_2