
Laila dan Fauzi tengah makan di kedai langganan Fauzi yang berada di sekitaran masjid. Mereka baru saja membahas mengenai wanita yang bernama Wendy. Setelah membahas mengenai itu, Laila tengah mengingat kembali masa lalunya dengan Fauzi. Khususnya kejadian lucu saat Fauzi menyukai putri pemilik toko.
**************
Diseberang rumah Fauzi, terdapat sebuah toko yang kecil. Toko itu menyediakan makanan ringan untuk anak-anak. Dengan nuansa pink yang mencolok membuat toko itu memiliki daya tarik tersendiri.
Sejak kecil Laila biasa dititipkan orangtuanya di rumah Farhan. Sama halnya dengan Haikal juga, mereka berempat selalu main bersama di taman milik keluarga Farhan.
Saat itu sekolah tengah libur semester ganjil. Fauzi dan Fauzan berada di kelas dua SMP, sedangkan Laila dan Haikal yang terpaut usia setengah tahun berada di kelas satu SMP.
Mereka tengah bermain ular tangga dan beberapa permainan lainnya. Setelah dua jam bermain, keempat anak tersebut merasa lapar dan ingin jajan. Saat itu muncul lah ide untuk membeli cemilan dengan uang yang ada di saku masing-masing.
"Saya saja yang pergi beli" ujar Fauzi bersemangat.
"Baguslah, saya lagi malas bergerak" jawab Fauzan.
"Saya juga" lanjut Haikal.
"Saya saja yang temani Aa" ujar Laila lembut.
__ADS_1
"Saya sendirian juga tidak apa-apa kok La" jawab Fauzi.
Akhirnya Laila dan Fauzi yang pergi untuk membeli cemilan. Dikarenakan toko makanan itu sangat dekat dari rumah Fauzi, mereka akhirnya sampai.
Anehnya selama perjalanan Laila memerhatikan Fauzi dan merasa ada yang janggal. Setiap mereka hendak ke toko itu, Fauzi sangat bersemangat. Fauzi melangkahkan kakinya dengan cepat dan tersenyum manis.
Laila anak yang pintar, setelah beberapa kali pergi ke toko itu dengan Fauzi dia langsung menyadari sesuatu. Fauzi menyukai putri pemilik toko di usianya yang baru dua belas tahun.
Putri pemilik toko itu berkulit sawo matang. Matanya bulat hitam dan berambut lurus sepinggang. Anak itu memiliki lesung pipi dikedua pipinya. Sungguh anak yang manis, begitulah penilaian Laila terhadap gadis itu.
Fauzi yang saat itu masih kecil pastinya hanya merasakan suka-suka ala anak-anak atau yang sering disebut dengan cinta monyet.
Fauzi akan memperlambat proses pemilihan makanan saat putri pemilik toko yang sedang berjualan. Fauzi akan memborong banyak makanan agar memiliki waktu yang cukup lama.
"Siapa nama mu, kamu langganan toko kami ya?" tanya putri pemilik toko.
Fauzi kecil langsung salah tingkah ketika untuk pertama kalinya gadis itu menanyakan namanya. Fauzi segera menjawab pertanyaan gadis itu dan bertanya kembali.
"Nama saya Fauzi, nama kamu siapa?" tanya Fauzi.
__ADS_1
"Nama saya Najwa" jawab gadis manis itu.
Setelah mereka selesai berbelanja, Laila dan Fauzi segera pulang. Sepanjang perjalanan Fauzi hanya tersenyum bahagia dengan wajah berseri.
"Aa suka ya sama putri pemilik toko?" tanya Laila polos.
Laila melihat pipi Fauzi memerah ketika ia bertanya seperti itu. Tanpa dijawab pun Laila sudah mengetahui makna dari senyuman Fauzi.
Konon putri pemilik toko pindah bersama keluarganya dua tahun kemudian. Tepatnya Fauzi berada di kelas satu SMA. Tetapi Fauzi terlambat mengetahui hal tersebut karena ia tidak berada di rumah. Fauzi bersekolah khusus Hafidz yang mewajibkan masuk asrama. Sekarang Fauzi sudah melupakan putri pemilik toko yang menjadi cinta pertamanya.
*************
"La, makanannya kok gak dihabiskan" ujar Fauzi.
Suara Fauzi menyadarkan Laila akan lamunan masa kecil mereka. Laila bergegas menghabiskan makanan dan minumannya. Fauzi telah selesai terlebih dahulu dengan piring kosong di depannya.
"Sudah A" ujar Laila.
"Saya bayar makanan kita dulu ya" ujar Fauzi.
__ADS_1
"Baik A, saya tunggu di luar" ujar Laila.