Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Mangga Muda


__ADS_3

Anisah duduk termenung di kamar lamanya. Wanita itu sedang mengunjungi Ayahnya untuk memberikan baju untuk dikenakan saat wisudanya nanti.


"Wah bagus sekali baju Ayah" puji Ayah.


"Jelas dong Ayah" balas Anisah.


"Ternyata putri Ayah sudah besar, sebentar lagi wisuda" lanjut Ayah.


"Sudah besar apa sih Ayah, Anisah bahkan sudah menikah" balas Anisah seraya tertawa kecil.


Ayah memandangi putrinya cukup lama. Perasaan pedih menghampiri Ayah kala mengingat masalah penyakit menantunya. Dia tidak ingin putrinya jatuh sakit dan berbahaya bagi kandungannya.


"Nis kamu tinggal disini saja ya" pinta Ayah.


"Gak usah Ayah, Anisah senang tinggal di rumah" balas Anisah meyakinkan Ayahnya.


"Tapi kamu sendirian disana" balas Ayah.


"Anisah bakal sering berkunjung kesini Ayah" bujuk Anisah.


"Suamimu apa kabar, kalian pernah saling menghubungi?" tanya Ayah pura-pura tidak tahu.


"Tentu saja kami sering berkabar Ayah" balas putrinya.


"Ya sudah, kalo kamu bersikeras mau tinggal di rumah, kamu harus ajak temanmu" lanjut Ayah.

__ADS_1


"Iya Ayah iya, Anisah bakal ajak teman Anish" ujar Anisah akhirnya mengalah.


•••••


"Tin... tin... tin..." bunyi klakson dari mobil Raihan mengagetkan Anisah yang sedang duduk di teras rumahnya.


"Assalamualaikum" ujar Raihan setelah turun dari mobil.


"Wa'alaikumussalam Rai, kamu ngapain kesini" balas Anisah.


"Mau anterin ini" ujar Raihan sembari menyerahkan satu kantong plastik mangga muda.


"Wah mangga muda, dapat dari mana?" tanya Anisah yang mulai tergiur dengan mangga muda yang dibawa Raihan.


"Dari rumah Paman saya" balas Raihan.


"Iya Sa, kamu gimana? Ada masalah?" tanya Raihan setelah melihat Anisa duduk termenung di teras rumahnya.


"Iya nih, saya lagi bingung cari teman perempuan untuk menemani saya tinggal disini untuk sementara" balas Anisah.


"Sepupu saya pada di luar kota, sahabat saya juga pada sibuk kerjain skripsi" balas Anisah lagi.


"Kenapa kamu nggak tinggal bareng Papamu?" tanya Raihan.


"Saya tidak ingin merepotkan Ayah" balas Anisah.

__ADS_1


"Gimana kalo sepupu saya yang baru pulang dari Amerika tinggal disini? Dia berencana berlibur di Bandung untuk dua bulan ini" ujar Raihan memberikan saran.


"Kamu ingatkan dengan Siska sepupuku? Aku sempat kenalin ke kamu waktu kita masih bersama, kita juga sempat jalan-jalan bareng dia" lanjut Raihan lagi.


"Oiya teh Siska, saya masih kenal" balas Anisah.


"Saya juga akrab dengan teh Siska, kami sering saling bertukar kabar dari media sosial" sambung Anisah lagi.


"Alhamdulillah kalau begitu, nanti saya kabari kelanjutannya" balas Raihan.


"Terimakasih banyak ya Rai, kamu selalu bantu saya" ujar Anisah.


"Lagi pula itu bagus, dengan adanya Teh Siska kita jadi bertiga, saya juga takut orang akan berpikiran macam-macam jika kita berdua" ujar Raihan berpikiran rasional seperti biasa.


"Kamu gak usah terlalu sering kesini, saya tidak mau merepotkan kamu" balas Anisah.


"Kamu tenang aja Sa, saya tidak merasa direpotkan, saya kan teman kamu, sudah seharusnya saya menolong kamu" balas Raihan tulus.


"Terimakasih banyak Rai" ujar Anisah sebelum Raihan melangkahkan kaki nya keluar pagar.


"Sama-sama Sa, kamu jaga diri baik-baik ya, jangan biarkan orang yang tidak dikenal masuk ke rumah mu" balas Raihan memberikan nasehat.


"Siap laksanakan" ujar Anisah.


"Assalamualaikum Sa" ucap Raihan seraya beranjak pergi.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam Rai, hati-hati bawa mobilnya" balas Anisah.


Raihan naik ke mobilnya dan melaju meninggalkan rumah Anisah. Raihan senang dapat membantu Anisah dikala wanita itu sedang kesusahan.


__ADS_2