
"Assalamualaikum Mbak Lea" ujar Anisah pada sepupunya pemilik butik plus desainer itu.
"Eh si cantik datang, masuk sini" jawab Mbak Lea.
"Apa kabar mbak Lea?" tanya Anisah.
"Alhamdulillah Mbak baik, kamu gimana Nis?" jawab Mbak Lea lagi.
"Alhamdulillah saya baik juga Mbak" ujar Anisah.
Mbak Lea melirik kearah Raihan. Mungkin ia bingung Anisah bersama pria lain. Raihan tampak asing di ingatannya.
"Eh itu bukan suami mu Farhan kan?" tanya Mbak Lea seraya memberi Anisah majalah fashion kebaya modern terbarunya.
"Bukan Mbak, itu teman saya namanya Raihan" balasku santai.
"Emangnya Farhan kemana?" tanya Mbak Lea lagi.
"Dia lagi ada job di luar negeri Mbak" balas Anisah.
"Oalah pantesan belakang ini gak keliatan" ucap Mbak Lea.
Setelah melihat cukup lama, akhirnya Anisah tertarik pada kebaya berwarna abu-abu muda. Anisah kemudian mengutarakan ketertarikan akan kebaya itu pada Mbak Lea.
"Mbak, kalo yang ini bagaimana?" tanya Anisah.
"Mata mu jeli sekali, simpel tapi mewah" balas Mbak Lea.
"Kalo baju pria yang cocok untuk kebaya ini gimana Mbak?" lanjut Anisah.
"Nanti warnanya kita sesuaikan ke rok kamu, tenang aja Nia, Mbak bakal siapkan baju couple kamu dengan suamimu" balas Mbak Lea bersemangat.
Anisa tahu bahwa suaminya tidak akan bisa datang ke acara wisudanya. Tetapi entah kenapa ia ingin sekali membelikan Farhan stelan yang sesuai dengan kebaya wisudanya.
__ADS_1
"Mbak sekalian siapkan baju untuk Ayah dan Mertua saya ya" ujar Anisah mengingatkan.
"Siap sayang" balas Mbak Lea.
Setelah semuanya di rancang sesuai keinginan Anisah, wanita itu bergegas pamit pulang. Baru saja ia sudah di pintu keluar, Anisa teringat sesuatu.
"Oiya Mbak, tolong baju saya agak di longgarin dari ukuran tubuh saya sekarang ya" ujar Anisah.
"Kenapa Sa? bukannya lebih bagus yang pas di badan kamu ya?" tanya Mbak Lea penasaran.
"Saya hamil baru satu bulan Mbak, wisuda nya Maret ini" bisik Anisah takut terdengar oleh Raihan.
"Astaga kamu hamil?" tanpa sengaja dengan spontan Mbak Lea bertanya dengan suara yang dapat didengar oleh orang banyak.
"Mbak suaranya, saya wisuda dua bulan lagi, perut saya belum terlalu besar Mbak, tenang aja" bisik Anisah lagi.
Setelah Mbak Lea mengerti dengan keadaan Anisah yang tengah hamil, akhirnya Anisah bisa pulang dengan tenang. Tetapi ia ragu apakah Raihan mendengar perkataan Mbak Lea tadi.
"Rai, tadi kamu dengar kan?" tanya Anisah tanpa basa-basi.
"Kamu gak usah terlalu terbebani dengan permintaan Mas Farhan untuk jagain saya" ujar Anisah.
"Kenapa?" tanya Raihan santai sembari menyetir mobil.
"Karena saya bisa menjaga diri saya" lanjut Anisah.
Raihan diam sejenak, dia tidak merasa terbebani sama sekali. Lelaki itu bahkan merasa bahagia setiap kali Anisah butuh pertolongan darinya.
"Saya gak merasa terbebani tuh" balas Raihan.
"Kamu cuma pura-pura kuat kan" ujar Anisah prihatin.
"Saya serius, menjalankan janji saya merupakan kebahagiaan tersendiri dalam diri saya" lanjut Raihan.
__ADS_1
"Raiiiii stopppppp" tiba-tiba Anisah berteriak.
"Rai berusaha tenang tanpa rem mendadak, ia takut itu akan membahayakan janin Anisah.
"Sa, jangan. teriak tiba-tiba dong, nanti janin kamu kenapa-kenapa" ujar Raihan mengingatkan.
"Saya mau bakso yang itu Rai" ujar Anisah sembari menunjuk kearah tempat makan bakso yang sedang ramai pembeli.
"Oalah, itu toh, gausah teriak-teriak kali" ujar Raihan seraya turun dari mobil.
Rai membuka pintu untuk Anisah. Setelah Anisah keluar mereka berjalan menuju tempat makan yang menjual bakso itu.
"Kang, bakso nya dua ya" ujar Raihan.
"Siap, silahkan ditunggu" ujar Penjual bakso.
Anisah duduk dengan semangat menunggu pesanannya datang. Raihan merasa lucu dengan ekspresi yang memancar dari wajah Anisah.
"Kamu segitu semangnya ya?" tanya Raihan.
Anisah hanya mengangguk dan tersenyum. Tak lama kemudian bakso mereka pun datang. Kang Ucup juga menyajikan cabe, saos, dan kecap seperti biasa.
"Kalau besok-besok kamu ngidam sesuatu beritahu saya ya" ujar Raihan setelah mereka selesai makan bakso.
"Kenapa?" tanya Anisah singkat.
"Karena saya sudah ditugaskan untuk menjaga kamu" balas Raihan.
"Kamu gak perlu repot-repot Rai, gojek kan ada" balas Anisah sembari tertawa kecil.
Raihan segera membayar pesanan mereka dan mengantar Anisah pulang ke rumah. Selama perjalanan ia tetap berusaha membujuk Anisah agar mau menghubunginya saat Anisah butuh sesuatu.
"Makasih ya Rai udah membantu saya hari ini" ujar Anisah saat hendak keluar dari mobil Raihan.
__ADS_1
"Sama-sama Sa, pokoknya jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi saya" balas Raihan.
Anisah hanya tersenyum tanpa mengangguk. Dia takut menyusahkan Raihan terlalu sering. Sedangkan di sisi lain Raihan ingin menunaikan janjinya pada Farhan untuk menjaganya Anisah. Apalagi saat ini Anisah tengah hamil muda.