
"Nasya, kamu lihat nggak pegawai baru kita" ujar Tania.
"Pegawai baru?" tanya Nasya penasaran.
"Iya, saya lihat dia sedang hamil" ujar Tania lagi.
"Terus kenapa?" tanya Nasya.
"Saya tadi nguping, dia itu mantan kekasih Tuan Muda yang sudah menikah dan tengah hamil" ujar Tania memulai gosip.
"Ha? serius kamu?" tanya Nasya.
"Iya parahnya lagi, dia masuk pakai jalur istimewa" ujar Tania
"Cantik sih, saya yakin dia pasti menggoda Tuan Muda agar diberi perkejaan" ujar Nasya membuat kesimpulan.
"Menjijikkan, udah hamil gitu, dia pasti dari keluarga miskin" lanjut Tania.
"Hei hei hei gosip terus, dasar kalian sana kembali bekerja" ujar Sania.
"Tukang rusuh datang, kita lanjutkan nanti saja ceritanya" ujar Tania pada Nasya.
"Oke honey" jawab Nasya.
Sania geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua rekan kerjanya. Dia tahu mereka pasti sedang membicarakan Anisah si pegawai baru.
Anisah langsung bekerja di hari pendaftarannya. Dia berusaha memperkenalkan dirinya dengan rekan kerjanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh semua, perkenalkan saya Anisah, pegawai baru di bidang manajemen keuangan" ujar Anisah.
"Saya harap kita bisa berteman akrab" lanjut Anisah.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, selamat datang Anisah" jawab Sania dan disusul rekan lainnya.
Sepasang mata terlihat kagum pada kecantikan dan kelembutan Anisah. Dia adalah Kevin, pria yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun Anisah tengah hamil, kecantikannya tidak meredup sedikitpun di mata Kevin.
"Salam kenal Anisah" ujar Kevin manis.
"Kamu dari universitas dalam negeri atau luar negeri?" tanya Nasya merendahkan.
"Awalnya saya berkuliah di Amerika, tetapi karena sebuah alasan saya akhirnya memilih kuliah di dalam negeri" ujar Anisah.
"Alasannya terkendala di biaya ya?" tanya Tania sengaja menjatuhkan Anisah.
"Sudahlah, yang penting sekarang kita sudah menjadi rekan kerja" ujar Sania sebelum Tania dan Nasya membuat keributan lebih jauh.
"Senang berkenalan dengan kalian" ujar Anisah.
********
"Sa, kenapa sih kamu repot-repot kerja gini, kamu kan sedang hamil, suami mu juga sudah kaya melintir" ujar Raihan.
"Saya mau mandiri Rai" ujar Anisah saat mereka sedang makan siang bersama.
"Kamu sudah berkenalan dengan rekan kerja mu?" tanya Raihan khawatir.
__ADS_1
"Sudah, mereka baik kok" ujar Anisah.
"Eh Sania, ayo sini bergabung" ujar Anisah bersemangat ketika melihat Sania sedang mencari tempat duduk.
"Eh tidak usah Nis, saya cari tempat duduk lain saja" ujar Sania merasa segan dengan Tuan Muda perusahaan mereka.
"Sini, saya tidak keberatan kamu bergabung" ajak Raihan mengerti ketakutan karyawannya.
"Terima kasih Pak" jawab Sania sembari duduk di samping Anisah.
"Sepertinya kamu orang baik, sampai-sampai Anisah memanggil mu dengan begitu semangat" ujar Raihan.
"Haha, Bapak melebihkan" jawab Sania sungkan.
"Kamu benar Rai, Sania baik sekali" ujar Anisah.
"Kalau begitu saya minta tolong kamu untuk jaga Anisah ya Sania, dia itu Nyonya besar perusahaan Z" ujar Raihan memperkenalkan status asli Anisah.
"Rai, kamu tidak perlu bilang begitu" ujar Anisah.
Sania terkejut batin mendengar perkataan Tuan Mudanya. Sejak tadi Tania dan Nasya sedang merendahkan Nyonya besar dari perusahaan Z. Rasanya ia ingin tertawa ketika mengingat pembicaraan dua rekan kerjanya yang kurang ajar itu.
"Kenapa anda berkerja jadi pegawai di sini?" tanya Sania gugup.
"San, kamu tidak perlu berbicara formal dengan saya, di sini status saya sama dengan dirimu" jawab Anisah merendah.
"Dia hanya ingin lebih mandiri" jawab Raihan.
__ADS_1