Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Season 2 : Nikah Yuk


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya Haikal menatap ke jendela. Lelaki itu tengah menunggu kedatangan Laila bersama orangtuanya. Hari ini merupakan hari pertama jadwal cek up Raihan.


"Lagi nungguin siapa Dok?" Tanya Dokter Tati.


"Lagi nungguin teman saya" jawab Raihan.


"Teman yang kemarin itu Dok?" tanya Dokter Tati lagi.


"Iya" jawab Haikal.


"Dokter suka ya sama perempuan yang bernama Laila itu?" tanya Dokter Tati lagi.


"Kalau kamu tanya itu jawabannya sudah pasti iya, tapi saya mengalami cinta sepihak" jawab Haikal lirih.


"Bagaimana bisa Dok, apa yang kurang dari anda yang perfeksionis ini" puji Dokter Tati.


"Saya tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan Laila Tati, dia itu wanita yang sangat baik" ujar Haikal.


Dokter Tati terdiam mendengar jawaban dari Dokter Haikal. Betapa hebat Laila dapat membuat seorang Dokter Haikal begitu terpesona akan dirinya.


Haikal hanya bisa berdoa dan berusaha untuk mendapatkan hati Laila. Hasil akhir dia serahkan semuanya kepada yang di atas. Haikal tahu Allah sang maha pembolak-balik hati manusia. Jauh di lubuk hati Haikal menginginkan Laila lebih memilih dirinya dibandingkan Fauzi.


Haikal tahu bahwa Fauzi hanya menganggap Laila sebagai adik perempuannya. Entah bagaimana Haikal tidak menyukai hal ini, sebab kenyataan ini sungguh menyakitkan hati Laila yang sejak dulu sudah menyukai Fauzi.

__ADS_1


"Andai kamu bisa sedikit melirik ke arah saya La" bisik hati Haikal.


"Saya pastikan kamu bahagia bersama sama" janji Haikal.


Haikal lebih ke tipe lelaki humoris dibandingkan romantis. Sejak dulu dia selalu menjadi sumber bahan tertawaan orang. Dia pandai membuat orang tertawa, terkhusus Laila.


"Assalamualaikum Haikal" suara lembut itu menyadarkan Haikal dari lamunannya.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, kamu sudah datang La" jawab Haikal.


Haikal segera memberikan salam kepada Raihan dan Melani. Selanjutnya Haikal mengantarkan Raihan keruangan yang akan digunakan untuk cek up.


*********


"Sama-sama Om, jaga kesehatan ya Om" balas Haikal.


"Bagaimana kabar Teteh Siska dan Mas Mario?" tanya Raihan.


"Alhamdulillah Mama dan Papa baik-baik saja Om" balas Haikal lagi.


"Baguslah kalau begitu, kalau begitu Om dan Tante pamit dulu" ujar Raihan.


"Hati-hati Om" balas Haikal

__ADS_1


"Laila kamu di sini saja dulu berbincang-bincang dengan Haikal, Abi dan Ummi pulang duluan" ujar Raihan lagi mengerti dengan situasi.


Raihan sudah mendengar dari Teh Siska bahwa putranya menyukai Laila. Raihan dan Melani tentu saja bahagia, setidaknya mereka tahu bahwa Haikal anak yang baik. Mereka juga tidak ingin Laila larut dalam kesedihan cinta sepihak dengan Fauzi.


"Baik Abi, hati-hati di jalan" balas Laila.


Setelah Raihan dan Melani pulang ke rumah, Haikal mulai berbicara. Dia mengajak Laila ke kafe yang berada di samping rumah sakit.


"Laila apa kabar?" tanya Haikal.


"Alhamdulillah saya sehat" jawab Laila.


"Kita nikah yuk?" tanya Haikal tiba-tiba.


Laila yang sedang meneguk minumannya mendadak tersendak dan batuk. Haikal yang melihat hal itu langsung memberikan air putih kepada Laila.


"Ini minum dulu La" ujar Haikal seraya memberikan tisu juga.


"Kamu ini ngagetin Kal, becanda mu nggak lucu" jawab Laila.


"Saya tidak bercanda La, saya serius" ujar Haikal bersungguh-sungguh.


Hati Laila bergetar, untuk pertama kalinya dia merasakan hal tersebut terhadap Haikal. Selama ini Laila begitu terfokus kepada Fauzi sehingga menutup hati ke semua lelaki lain yang mendekatinya.

__ADS_1


__ADS_2