Menikah Muda Denganmu

Menikah Muda Denganmu
Hari Wisuda


__ADS_3

Kata orang kebahagiaan seorang mahasiswa adalah ketika ia berhasil wisuda dengan nilai cumlaude. Itu hal lumrah yang biasanya terjadi di masyarakat.


Berbeda dengan Anisah, walaupun wanita itu sudah mendapatkan cumlaude, wanita itu masih belum merasa kebahagiaan yang lengkap.


Bukannya ia tidak bersyukur, tetapi ia memiliki keinginan tersendiri, kehadiran suaminya. Tetapi itu tidak mungkin terjadi, Anisah bahkan tahu suaminya tengah melaksanakan kemoterapi siklus keduanya.


Anisah tahu tentang rontoknya rambut suaminya yang menyebabkan Farhan botak. Anisah tidak tahu harus berbuat apa selain selalu berdoa. Dia tidak ingin menambah beban pikiran suaminya.


********


"Kamu telah menyiapkan segalanya Mar?" tanya Farhan bersemangat.


"Jelas sudah My Hans" ujar sahabat Farhan.


"Saya yakin Anisah akan menyukainya dengan sepenuh hati" lanjut Mario lagi.


"Sipp deh, terimakasih Mar" balas Farhan dengan senyuman bahagia.


"Gak perlu berterimakasih Hans, kamu itu sudah saya anggap saudara" jelas Mario.


*********

__ADS_1


Stelan abu-abu sudah melekat di badan Anisah. Wanita benar-benar terlihat cantik dan menggemaskan. MUA yang diperkenalkan Teh Siska lebih mempercantik Anisah yang memang sudah cantik sejak awal.


"Andalan banget kenalannya si Teteh" ujar Raihan bersemangat.


Raihan dan Teh Siska juga mengenakan dress code abu-abu, sama seperti Anisah. Ayah dan juga mertua Anisah juga telah bersiap-siap dengan warna stelan yang sama.


Setelah acara formal dalam ruangan selesai, Anisah bergegas keluar mencari teman-temannya dan undangannya. Tetapi sebelum itu, Anisah si wisudawati cumlaude terlebih dahulu mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Ayah yang telah membesarkannya dengan baik. Walaupun sekarang Ibunya telah tiada, Ayah tidak pernah sekalipun mengecewakan putri semata wayangnya itu.


"Terimakasih Ayah, atas segala jasa-jasa Ayah" ujar Anisah sembari menangis haru.


"Sama-sama Anisah, putri tersayang Ayah" balas Ayah seraya menepuk pelan pundak putrinya.


"Sa ayo kita foto" ajak Raihan.


"Iya Sa, buruan gih panas" lanjut Teh Siksa.


Anisah kemudian berfoto dengan seluruh tamu undangannya. Bukan hanya Raihan dan Teh Siska, Anisah juga mengundang teman dekat nya sewaktu sekolah dulu. Masha dan Max juga sudah jelas datang dan memberikan bingkisan kepada Anisah.


Setelah puas berfoto dengan tamu undangannya, Anisah segera menemui Raihan dan Teh Siska. Mereka sebagai asisten Anisah pada pagi hari ini tetap stay hingga akhir acara.


Saat semuanya sedang asik mengobrol dengan teman di sekelilingnya, terdengar alunan musik merdu yang begitu menenangkan. Tak lama setelah musik selesai dimainkan, datanglah seorang anak perempuan yang cantik dan juga menggemaskan. Anak perempuan ini menggenggam seikat bunga mawar indah di tangannya.

__ADS_1


"Selamat hari bahagia Tante Anisah" ujar Anak itu terbata-bata sembari tersenyum.


"Terimakasih sayang, umur kamu berapa?" tanya Anisah.


"Empat tahun Tante" ujar Anak itu sembari meninggalkan Anisa yang kebingungan.


Anisah begitu kaget, ada alunan. musik yang sangat merdu terdengar secara tiba-tiba. Kemudian anak perempuan kecil membawakan bunga indah untuknya. Anak kecil itu bahkan tahu siapa namanya.


Kejutan bertubi-tubi mendatangi Anisah setelah dua kejadian romantis tadi. Kini seorang lelaki berbadan kekar membawa sebuah kotak perhiasan dan berjalan mendekati Anisah.


"Selamat hari wisuda Nyonya, ini hadiah untuk mu" ujar lelaki tersebut.


Sebuah gelang indah berhias permata di hadiahkan kepada Anisah. Setelah Anisah mengenakan gelang itu, laki-laki tersebut langsung pergi tanpa membiarkan Anisah bertanya apapun.


Seluruh mata tertuju pada Anisah. Tamu undangan seakan terkesima dengan keromantisan yang di dapatkan Anisah. Mulailah mereka berbisik-bisik tidak jelas.


"Pasti itu dari suaminya Anisah, saya dengan dia menikah dengan pria tajir" bisik seorang wanita kepada teman di sampingnya.


"Beruntung ya Anisah" balas temannya itu.


Setelah pemuda pembawa gelang pergi, kini datanglah seorang wanita muda membawakan sebuah kotak besar yang sudah dibungkus rapi. Wanita itu juga segera mendekati Anisah.

__ADS_1


__ADS_2