
Anisah kehilangan kunci mobil, wanita itu lupa dimana ia terakhir kali meletakkan kunci mobilnya. Setelah cukup lama mencari, kunci mobil itu belum juga di temukan.
Anisah meraih handphone nya, terlihat beberapa pesan yang belum ia baca. Mama mertuanya, Ayah, Raihan, dan suami tercintanya. Terlebih dahulu Anisah membalas pesan dari suaminya.
"Iya sayang, tidak apa-apa, sesekali kabari saya walaupun kamu sibuk disana" balas Anisah sembari tersenyum bahagia.
Sungguh hal seperti itu saja sudah menjadi kebahagiaan sederhana bagi Anisah saat ini. Setelah Anisah membalas pesan dari suaminya, kini ia beralih pada pesan Ayah.
"Nanti malam Ayah akan berkunjung kesana, jangan kemana-mana ya Nak" isi pesan Ayah.
Anisah juga tersenyum seraya mengiyakan pesan dari Ayahnya. Kemudian ia beralih lagi pada pesan mertuanya.
"Anisah, sebaiknya kamu tinggal disini saja sayang, Mama akan mengurus mu dan calon cucu Mama" isi pesan Mama mertuanya.
Anisah bersyukur memiliki mertua yang baik. Tetapi ia lebih senang tinggal sendirian tanpa merepotkan orang lain. Dia menolak dengan sopan dan memberi penjelasan dengan tutur kata yang baik. Sekarang ia juga melirik pada pesan yang dikirim oleh Raihan.
"Ingatlah selalu untuk menghubungi saya jika kamu butuh saya" pesan Raihan mengingatkan.
Anisah juga sudah tahu bahwa suaminya menugaskan Raihan untuk menjaganya sementara waktu. Wanita itu mengetahuinya ketika ia membaca seluruh isi pesan di handphone Farhan sebelum suaminya itu berangkat ke Taiwan. Anisah mengiyakan pesan dari Raihan dan membalasnya.
__ADS_1
"Saya kehilangan kunci mobil saya, sepertinya saya membutuhkan tumpangan" balas Anisah setelah kelelahan mencari kunci mobil yang tidak dapat ia temukan.
Dalam jangka dua menit terdengar notifikasi dari handphone Anisah. Balasan dari Raihan datang begitu cepat.
"Saya akan tiba dalam sepuluh menit" balas Raihan sigap.
Anisah tertawa membaca balasan pesan dari mantan kekasihnya itu. Sekilas mirip seperti pesan pengemudi gojek.
Setelah sepuluh menit menunggu, Raihan tiba tepat waktu seperti yang ia janjikan. Anisah bergegas keluar dan mengunci pintu rumahnya. Wanita itu kemudian masuk kedalam mobil milik Raihan.
"Maaf sudah menunggu lama Nyonya" ujar Raihan mencoba mencairkan suasana.
"Kita hendak kemana Nyonya, silahkan beritahu tujuan anda" lanjut Raihan mencoba membuat Anisah tertawa lagi.
"Lucu tau, kamu sudah mirip sama Abang gojek hahaha" balas Anisah.
Raihan jadi ikut tertawa mendengar respon dari Anisah. Setelah Anisah memberitahukan tempat tujuannya, Raihan segera mengiyakan.
"Kamu sehat kan Nis?" tanya Raihan.
__ADS_1
"Alhamdulillah saya sehat, kamu gimana?" balas Anisah.
"Alhamdulillah saya sehat juga, saya senang kamu akhirnya mau meminta bantuan saya" ujar Raihan.
"Harusnya saya yang senang kamu sudah mau membantu saya" balas Anisah lagi.
"Kamu sudah tidak membenci saya lagi kan Nis? tanya Raihan penasaran dengan masa lalu mereka.
"Nggak, dulu saya terlalu kekanakan" balas Anisah mengakui kesalahannya.
"Kamu yang juara saya yang marah" lanjut Anisah lagi.
"Iya saya juga heran kenapa saya bisa juara satu, biasanya kamu terus" ujar Farhan.
"Saya terlalu sepele karena selalu berada di nomor satu, saya lengah sehingga si juara dua merebut posisi saya" lanjut Anisah setengah bercanda.
"Ampun Nyonya" balas Raihan pura-pura merasa bersalah.
Mereka tertawa lagi mengingat masa lalu mereka yang kekanakan. Jika diingatkan kembali, Anisah geli dan malu terhadap dirinya. Tak terasa mereka hampir sampai setelah bercerita cukup banyak.
__ADS_1