Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Bapak Akan Membawanya Pulang


__ADS_3

"Sayang! Kamu mau kana? Harum banget." Tuan Robert berkata sambil memeluk Ny Robert dari belakang. Wanita yang sedang mematut dirinya di depan cermin itu berjingkat kaget. Ia bergidik geli manakala suaminya menciumi leher dan bahunya yang agak terbuka.


"Papa, apaan sih?" ucapnya jengah.


"Kenapa?" bisik Tuan Robert dengan suara menggoda. Ia terus saja menjelajahi leher putih nan jenjang istrinya.


Nyonya Robert memutar tubuhnya. Ia mendorong pelan suaminya agar menjauh.


"Antar aku ke rumah sakit ya!" ucapnya manja.


Tuan Robert mengernyit.


"Malik?!" tanyanya dengan nada cemburu.


"Iya. Aku ingin melihat anaknya dan juga ingin bertemu Mak Nah. Aku kangen." balas Nyonya Robert sambil mainkan tangan suaminya dengan sikap yang manja.


Tian Robert mengamati wajaha manja istrinya.


"Kalau ada maunya saja bermanja-manja." gerutu Tuan Robert.


Nyonya Robert menghentikan gerakan tangannya.


"Jadi nggak mau nih!" rajuknya dengan wajah memberengut.


"Bulan nggak mau, tapi bener kan kalau kamu kangen sama Mak Nah?"


"Jadi papa nggak percaya? Papa meragukanku?" suara Nyonya Robert meninggi. Matanya melotot


Selesai bicara ia langsung membuang muka sambil melipat kedua tangannya di dada.


Melihat sikap marah istri tercintq, Tuan Robert mengalah.


"Bukan begitu sayang." Suara Tuan Robert mulai lembut.


"Aku hanya tidak suka kamu bertemu dengan Malik." ucap Tuan Robert sambil berusaha meraih tubuh Nyonya Robert untuk ia peluk. Namun sang empunya tubuh menolak.


"Jadi benarkan, curiga?" Nyonya Robert terus merajuk.


"Enggak. Ok baiklah. Kita ke rumah sakit. Sudah, jangan marah."

__ADS_1


"Ya sudah. Sana, ganti baju!"


"Tapi janji ya, jangan dekat-dekat dengan Malik!"


"Tuh kan, katanya tidak curiga." Nyonya Robert memberengut. Bibirnya mengerucut.


Tuan Robert menatap wajah istrinya yang menurutnya sangat menggemaskan itu.


Cup


Dengan sekali gerakan ia menyambar bibir sang istri. Mata Nyonya Robert langsung membola. Ia tidak menyangka kalau suaminya bakal menciumnya.


"Kau?!?!"


Tuan Robert tersenyum penuh kemenangan


"Sering-seringlah ngambek. Kamu menggemaskan kalau sedang ngambek. Bikin aku pengen menciummu." bisik Tuan Robert sebelum berlalu ke kamar mandi.


Dasar aneh. Mana ada orang marah menggemaskan. Tapi caranya membujukku boleh juga. Eist..kenapa sih aku ini. Bukankah aku sudah sering menerima ciumannya tapi kenapa kalau dicium pas lagi marah begini rasanya beda.


Nyonya Robert tersenyum samnil.menepuk nepuk.kedua pipinya.


***


Mak Nah nampak bingung dan cemas. Sebentar sebentar ia membuka pintu kamar untuk mengintip keluar.


Kenapa dia belum datang.


"Ibu!" panggil Seruni dengan suara lemah karena baru bangun tidur.


"Eh..Seruni sudah bangun." Mak Nah bergegas mendekati Seruni.


"Ibu kenapa ada di dekat pintu? Ibu mau pergi?" Seruni berkata sambil berusaha menegakkan tubuhnya.


"Seruni mau duduk?" Mak Nah segera membantu Seruni duduk saat gadis itu menganggukan kepalanya.


Seruni menatap mata Mak Nah menanti jawaban dari pertanyaannya.


Mak Nah tersenyum lalu mengusap kepala Seruni.

__ADS_1


"Ibu tidak akan pergi. Ibu hanya merasa khawatir karena bapak belum datang juga."


"Bapak kemana?" Seruni mengalihkan pandangannya ke pintu lalu kembali menatap Mak Nah.


"Bapak tadi pamitnya mau pulang untuk membersihkan rumah. Kan Seruni sebentar lagi boleh pulang, jadi bapak siap-siap." Mak Nah menjelaskan dengan lembut. Tangannya sibuk merapikan rambut Seruni.


"Bu. Ibu akan ikut pulang kan? Ibu tidak akan meninggalkan Seruni, kan?"


Tangan Mak Nah berhenti bergerak. Ia lalu menarik tangannya untuk menggenggam kedua tangan Seruni.


Mungkin ini saatnya memberi Seruni penjelasan.


"Seruni, ibu sayang sama Seruni. Jadi dimanapun ibu berada, Seruni akan selalu ada dalam hati dan pikiran ibu." jawab Mak Nah hati-hati.


Seruni menatap Mak Nah dengan mata berkaca-kaca.


Aku tahu ibu akan menolak. Aku tahu ibu bukan ibuku. Tapi aku mau ibu menjadi ibuku. Jadi maafkan aku.


"Ibu jahat!!' Seruni tiba-tiba berteriak histeris.


Mak Nah kaget. Ia berusaha memeluk Seruni.


" Sayang."


"Tidak!! Ibu jahat. Ibu ingin meninggalkan aku dan bapak lagi. Ibu jahat." Seruni kian histeris.


Mak Nah kelabakan, ia bingung kenapa Seruni jadi seperti ini.


Mak Nah berusaha menenangkan Seruni namin usahanya sia-sia. Hingga Pak Malik datang, Seruni masih histeris.


"Dia kenapa?" tanya Pak Malim ikut panik.


"Aku tidak tahu." Mak Nah gugup.


"Bapak, ibu jahat. Ibu tidak mau pulang bersama kita. Ibu akan meninggalkan kita lagi." tangis Seruni sambil memeluk Pak Malik.


Pak Malik memandang Mak Nah.


"Tidak. Dia tidak akan meninggalkan kita. Dia akan pulang bersama kita. Bapak janji akan membawa ibumu pulang dan tinggal bersama kita." ucap Pak Malik tegas sambil terus menatap tajam Mak Nah yang terkejut mendengar ucapan Pak Malik.

__ADS_1


***


__ADS_2