Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Guru Privat


__ADS_3

"Hati-hati!" Lais memapah Aruna masuk ke kamar mereka. "Selama sakit, kau tidak. akun ijinkan sekolah. Di rumah saja. Bu Ira akan menemanimu dan mengurus semua keperluanmu." titah Lais.


Aruna cemberut.


"Kenapa mukamu begitu?" Lais menatap Aruna heran.


"Kalau saya sering tidak sekolah, saya bisa ketinggalan Tuan. Bagaimana saya mau cepat lulus kalau sering tertinggal pelajaran." rungut Aruna.


Lais diam berpikir.


"Tuan, bisakah mencarikan aku guru privat?" tanya Aruna penuh harap.


"Guru privat?"


"Iya. Dia akan datang ke mansion ini untuk mengajariku."


"Orang asing?Datang ke mansionku?" Lais tampak tidak nyaman.


"Tuan! Bukankah sudah aku bilang, tidak semua orang asing itu jahat." Aruna membujuk Lais. "Tuan bisa minta Tuan Revan buat mencari guru buat saya. Kalau Tuan Revan yang memilih, pasti orangnya baik. Bagaimana?"


"Mm." Lais melangkah meninggalkan Aruna.


Sampai di bawah, Lais menelpon Revan dan menyampaikan permintaan Aruna.


"Aku punya ide." gumam Revan setelah berbicara dengan Lais. "Aku akan carikan guru pria dan mengajaknya bekerjasama untuk memancing kecemburuan Lais."Revan menjentikkan jarinya mendapat ide yang menurutnya cemerlang itu. Ia lalu menukar kontak din ponselnya mencari kenalannya yang bisa menjadi guru privat Aruna.


Sore harinya, Revan datang ke mansion Lais dengan seorang pria.

__ADS_1


"Tuan, kenalkan ini Rendy. Dia yang akan menjadi guru privat Aruna." Revan mengenalkan Rendy pada Lais.


Lais hanya menatapnya dingin. Rendy maklum akan sikap Lais karena Revan sudah menjelaskan tabiat bosnya itu.


"Bilang padanya besok sudah mulai kerja!" kata Lais pada Revan.


"Kau dengar Rendy, besok kau mulai bekerja."


Rendy mengangguk, "Baik, Tuan. Besok. pagi saya akan datang untuk mengajari Nona Aruna." jawab Rendy ditujukan ke Lais.


Lais mendehem tidak senang dengan sikap Rendy yang mengajaknya bicara.


Rendy tersenyum tipis. Ia jadi penasaran seperti apa gadis yang bernama Aruna yang mampu tinggal di sisi pria aneh macam Lais.


"Apa dia cantik?" tanya Rendy pada Revan saat mereka berada dalam perjalanan sepulang dari mansion Lais.


"Secantik istrimu?" kembali Rendy bertanya.


"Kalau bagiku tentu istriku jauh lebih cantik. Tapi sebagai pria aku tidak bisa berbohong, nona Aruna sangat cantik. Dia masih sangat muda, pembawaannya ceria, ramah dan murah senyum. Dia juga sangat baik hati." puji Revan.


"Nyaris sempurna donk?!" Rendy berucap sambil membayangkan seperti apa Aruna.


"Ren! Aku ingatkan ya! Jangan main-main dengan wanita tuan!" ancam Revan.


"Iya, aku paham. Aku hanya penasaran. Wanita seperti apa yang mampu bertahan disisi bosmu yang aneh itu." tutur Rendy.


"Hanya dia yang bisa tuan terima. Wanita lain tidak mampu masuk ke kehidupan tuan."

__ADS_1


"Benar-benar aneh!" gumam Rendy. Pikirannya kembali melayang ke Lais.


Sebenarnya ia sangat tampan tapi kenapa perangainya aneh begitu?


"Ren!" Suara Revan menyentak lamunan Rendy.


"Ya?!"


"Sekali lagi aku ingatkan, kau boleh mendekati nona hanya untuk membuat tuan cemburu. Tidak lebih!"


"Kalau tidak berhasil? Kalau ternyata tuanmu nggak cemburu dan nggak punya perasaan apa-apa pada nonamj itu, bagaimana?"


"Itu soal nanti." jawab Revan pendek.


"Kalau aku benar-benar jatuh cinta pada nonamu bagaimana?" Rendy menelisik wajah Revan.


"Jangan coba-coba. Kau akan berhadapan langsung denganku dan persahabatan kita bubar." kata Revan tegas.


Rendy tersenyum tipis, "Seberarti itu tuan Lais bagimu, Van." turturnya kemudian.


"Kau tidak tahu. Keluargaku banyak berhutang pada keluarganya. Dan bagiku dia lebih dari sekedar tuan ataupun sahabat,. Dia saudaraku. Jadi kumohon demi persahabatan kita, bantulah aku untuk menyembuhkan tuanku itu dan jangan main-main."


Rendy menganggukkan kepalanya dengan yakin. Ia juga tidak ingin persahabatannya dengan Revan rusak hanya karena masalah wanita.


...💕💕💕...


Met Idul Fitri mohon maaf lahir bathin.

__ADS_1


__ADS_2