Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Lais yang usil


__ADS_3

Di mansion Lais.


Aruna sedang berkonsentrasi mengulangi pelajaran yang barusan ia dapat dari Rendy. Ia masih belajar di rumah karena Lais belum mengijinkannya untuk kembali ke bangku sekolah.


Sikap protektif Lais malah meningkat semenjak mereka sudah bisa menerima satu sama lain. Lais tidak hanya khawatir akan keselamatan Aruna, namun ia juga merasa takut Aruna akan berpaling ke cowok lain.


"Aw!" pekik Aruna saat seseorang menutup matanya dari belakang. Tangan Aruna mencoba meraih orang itu.


"Siapa sich? Jangan main-majn dech!"


Lais yang sengaja pulang lebih awal dan mendapati Aruna sedang sibuk dengan belajarnya lah yang menjahili Aruna dengan menutup matanya. Mendengar Aruna mengomel, ia tertawa lirih.


"Tuan, ya?!" tebak Aruna sambil tangannya meraba tangan Lais yang menutup matanya. Hidungnya kembang kempis mengendus aroma Lais.


"Ayolah Tuan, ini pasti anda. Aroma tuan beda." kata Aruna yang membuat senyum Lais kian lebar. Ia merasa sangat senang mengetahui Aruna sangat menghafal Aroma nya.


"Kau salah. Ayo katakan siapa aku?" bisik Lais di telinga Aruna. Suaranya sangat lembut. Hembusan nafasnya menyapu daun telinga Aruna membuat rambut halus di tengkuk Aruna meremang.


"Tuan Lais." jawab Aruna.


"Bukan! Aku beri satu kesempatan lagi. Kalau salah, kau akan Terima hukuman." ancam Lais.


"Nggak mungkin salah. Jelas jelas suaranya Tuan Lais. Mau siapa lagi!" protes Aruna dengan tangan bersedekap kesal.


"Kesempatan habis dan kau masih belum bisa menjawab. Saatnya menerima hukuman."


Selesai berkata kata, Lais langsung mengecup ceruk leher Aruna dan naik ke leher jenjangnya. Meninggalkan bekas kemerahaan di sana.


Aruna mendesah, ia tahu apa yang Lais mau.


"Tuan.... !"


"Sekali lagi memanggilku, tuan. Aku tambah hukumanmu dua kali lipat." kata Lais. Ini tangannya turun ke arah dada Aruna. Ia mendekap nya dari belakang dan mulai memainkannya harta Aruna yang sekarang jadi hartanya juga. Bibirnya masih menelusuri leher Aruna.


Aruna blingsatan mendapat perlakuan seperti itu. Semua yang tadi ia pelajari, menguap begitu saja. Ia ingin protes tapi takut salah bicara dan akhirnya Laos akan menghukum nya lebih berat.


Apa sich maunya tuan Lais.


Aruna memutar otak. Ia mencari jawaban yang sekiranya bisa menyenangkan Lais dan menghindarkan nya dari hukuman. Hukuman yang sekarang sangat Lais sukai.

__ADS_1


Namun perbuatan Lais menyebabkan otak Aruna berhenti bekerja. Sentuhan Lais di tubuhnya mampu membawa Aruna terbang. Aruna mulai menikmatinya.


"Suamiku." rintihan Aruna di sela desahannya. Mendengar Aruna menyebutkan kata suamiku, Lais menghentikan aktifitasnya.


"Nah itu baru bener. Karena bener, hukumannya batal." Lais menarik tubuhnya dan berjalan ke arah meja kerjanya.


Mata Aruna membelalak.


What... dia sudah membangunkanku, dan setelah bangun ia tinggal begitu saja.


Aruna kesal karena kenikmatan yang ia rasakan tiba-tiba berhenti di tengah jalan. Matanya nanar menyala memandang Lais yang sedang membuka kemeja untuk berganti pakaian


Aku akan balas dendam. geram Aruna dalam hati.


Aruna bangkit dan berjalan ke arah Lais. Iaemeluk Lais dari belakang.


"Kau mau apa?" kata Lais datar. Ia mulai melepas kaos dalamnya.


Tangan Aruna menelusuri dada bidang Lais yang terbuka dan terus turun ke bawah. Lais menangkapnya sebelum tangan Aruna mencapai tujuannya.


Lais memegang kedua tangan Aruna lalu menarik gadis itu hingga sekarang mereka berdiri berhadapan.


"Aku mau mandi. Badanku bau keringat. Kamu belajar lagi sana. Bukankah sebentar lagi ujian." kata Lais lalu meninggalkan Aruna dan masuk ke kamar mandi.


Aruna menghentakkan kakinya dengan kesal, "Awas, nanti kalau minta nggak aku kasih." omel Aruna. Ia lalu kembali ke meja belajarnya.


Beberapa saat kemudian, ia mendengar Lais memanggilnya.


"Aruna!"


Aruna diam pura-pura tidak mendengar.


"Aruna!!" Lais mengeraskan suaranya.


Kali ini Aruna menanggapi panggilan Lais


"Ya?"


"Kemarilah sebentar!" perintah Lais.

__ADS_1


Aruna mendatangi Lais dengan langkah enggan.


"Ada apa?" tanya Aruna sambil berdiri di depan pintu kamar mandi.


Lais membuka pintu dan secara tiba-tiba ia menarik Aruna masuk ke dalam kamar mandi. Aruna kaget dengan akaiendafak Lais.


Lais menekan tubuh Aruna ke dinding dan menguncinya dengan tubuh kekarnya.


"Tuan.. mm."


Ucapan Aruna terhenti karena bibir Lais membungkamnya. Hasrat yang sesaat tadi padam di tubuh Aruna mulai kembali menyala. Tangannya yang semula kalau di samping tubuhnya perlahan bergerak mengelus perut sixpack Lais. Meraba tiap pahatan yang indah itu. Saat tangan Aruna akan mencapai dada Lais, ria itu menyudahi ciumannya. Ia menggandeng Aruna menuju bath up. Lais masuk dan memposisikan tubuhnya di dalam bath up.


"Tolong leramis dan pijat kepala ku. Rasanya penat!" kata Lais sambil merebahkan tubuhnya di dalam bath up.


Kembali Aruna dibuat jengkel oleh kelakuan Lais. Ia mengira kalau mereka akan bermesaraan di dalam bath up, tapi kenyataannya ia malah dijadikan tukang keramas dan tukang pijat.


Aruna duduk di atas kepala Lais. Ia menatap suaminya itu yang tengah memejamkan mata menunggu pijat annya. Aruna benar benar kesal, ia membuat gerakan seolah ingin mencekik Lais namun pada saat bersamaan mata Lais terbuka.


"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Lais.


Aruna gugup.


"Aku mau memijat kepalamu, Tuan." katanya mengelak.


"Tuan?!" Mata Lais menatap tajam Aruna.


"Suamiku.. ya suamiku. Aku akan memijat kepalamu dan membersihkan rambumu, suamiku." jawab Aruna dengan suara yang dibuat semesra mungkin.


"Baguslah. Cepatlah mulai!" Lais kembali memejamkan matanya. Aruna mulai membasahai rambut Lais dan memberikan shampo pada rambut itu. Ia lalu memintanya pelan. Sambil memijat, Aruna tak henti membuat gerakan gerakan seperti hendak memukul dan mencekik Lais saking kesalnya karena dua kali Lais mempermainkan dirinya.


Lais yang sedang menikmati pijatan Aruna tersenyum dalam hati. Ia bukannya tidak tahu kalau Aruna sedang kesal.


Sabar sayang. Setalah mandi dan badanku segar, aku akan memuaskanmu. Meski sampai minta ampun pun aku tak akan melepaskanmu nanti.


...🍃🍃🍃...


semoga menghibur


tinggalin jejak ya readers

__ADS_1


love you pullllllllll 🥰🥰🥰🥰🥰*


__ADS_2