
Revan dan Rendy menghambur ke Lais yang tergeletak di pinggir jalan. Mobil yang menabraknya berhenti tak jauh
dari tempat jatuhnya Lais. Seorang pria bule paruh baya turun dan mendekati Lais dengan raut wajah cemas.
"Lais." Revan membantu Lais duduk. "Kau tidak apa-apa?' tanyanya memeriksa seluruh bagian tubuh Lais. Rendy melakukan hal yang sama.
"Are you okay. I'm sorry, I don't mine to..." kata si bule. Belum selesai ia bicara Lais memotongnya.
"It's okay." jawab Lais sambil mengangkat tangannya. Ia berusaha bangkit namun jatuh kembali.
"Lais!!" Revan dan Rendy berseru kaget. Lais pingsan.
"Take him to my car!" perintah pria yang menabrak Lais.
Revan dan Rendy segera mengangkat Lais dan memasukannya ke mobil pria yang menabraknya.
"Kau dampingi dia. Aku akan menyusulmu dengan taksi." kata Rendy karena mobil pria itu tidak muat untuk mereka bertiga.
Segera setelah pintu belakang ditutup, si pria bule melaju cepat memecah lalu lintas. Rendy bergegas mencari taksi dan menyusul mobil yang membawa Revan dan Lais.
Mobil mewah yang membawa Lais memasuki pelataran rumah sakit. Si pria bule bergegas turun dan masuk. Revan turun dan membuka pintu belakang. Ia tampak cemas saat melihat Lais belum juga sadar.
Kenapa ia tidak sadar-sadar. Padahal luka-lukanya tidak tampak parah. batin Revan
"Get out of the way." si bule memerintahkan Revan menepi. Dua orang perawat segera mengangkat Lais dan menaruhnya di atas brangkar lalu dengan cepat mendorong brangkar masuk ke ruang emergency department atau IGD. Lais mendapat perawatan. Revan menunggunya dengan gelisah.
"Sorry for your friend." kata si bule sambil duduk di sebelah Revan. Revan mengangguk. Marahpun percuma. Revan tahu si bule juga tidak menginginkan kecelakaan ini apalagi ia sangat bertanggung jawab dengan membawa Lais ke rumah sakit.
"Robert." si bule mengulurkan tangannya sambil menyebutkan namanya. Revan melotot begitu mendengar nama si bule,
__ADS_1
"Why? What's wrong?" si bule bingung dengan sikap Revan.
"Nothing, but your name reminds me of someone." jawab Revan.
"Oh..who is he?" tanya si bule.
"His father." Revan menunjuk ke ruang tempat Lais sedang diperiksa. Ia lalu mengulurkan tangannya ke si bule, "Revan."
"Revan," Robert mengulang ucapan Revan, "And he?"
"Lais." jawab Revan.
"Lais." kembali Robert mengulang ucapan Revan.
Saat Robert dan Revan tengah berbincang, Rendy datang dengan berlari.
"Dia sedang ditangani. Sabarlah. Duduk sini!" Revan menarik Rendy agar duduk di sisi kanannya karena di sisi kiri ada Robert. "Oh ya Ren, kenalin ini Robert." kata Revan menunjuk Robert.
Robert yang mendengar namanya disebut langsung mengulurkan tangannya. Rendy menyambutnya dengan rasa malas.
"Ren." Robert mencoba mengeja nama Rendy.
"Rendy." jawab Rendy ketus.
Robert hanya tertawa. Revan menatapnya sambil tersenyum. Ia kagum melihat kebesaran hati Robert yang menanggapi sikap ketus Rendy dengan tawa.
ting
Pintu ruang emergency terbuka. Robert segera menemui dokter yang baru keluar. Rendy bermaksud mengikuti Robert namun dicegah Revan.
__ADS_1
"Biar dia yang melakukannya. Dia lebih tahu kondisi dan budaya sini dibanding kita. Lagipula dia sepertinya orang yang baik dan bertanggung jawab."
Setelah selesai mengobrol dengan dokter yang merawat Lais, Robert kembali menghampiri Revan dan Rendy.
"He's okay." kata Robert dengan senyum cerahnya.
"Alhamdulillah." ucap syukur Revan dan Rendy bersamaan.
"Kalian boleh masuk." Robert berbicara dengan bahasa Indonesia.
Revan dan Rendy saling menatap karena kaget mengetahui kalau Robert ternyata bisa berbahasa Indonesia meski kental dengan logat bulenya.
"Kalian tidak usah bingung. Aku lama tinggal di Indonesia karena ayah aku dulu adalah duta besar untuk Indonesia. Jadi masa kecilku tinggal di Indonesia." Robert menjelaskan.
"Aaa." Revan menggerakkan jari telunjuknya tanda paham.
"Mari, kita lihat Laes!" ajak Robert.
"Lais." Rendy dengan membetulkan ejaan Robert yang keliru.
"Lais." ulang Robert sambil tertawa.
Mereka bertiga kemudian masuk untuk melihat kondisi Lais.
...***...
Tinggalin jejak ya...kasih vote juga.
Dan jangan lupa, tengok karya author yang lain.
__ADS_1