Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Penampilan tidak menjamin kebahagiaan


__ADS_3

Di kamarnya, Seruni uring-uringan karena Pak Malik kembali ke kamar sendirian.


"Pak, ibu mana? Katanya bapak akan mengajaknya pulang, sekarang ibu malah tidak kembali bareng bapak." rengek Seruni setengah terisak.


"Ibu ada tamu. Nanti kalau urusan ibu sudah selesai,ia juga akan kembali kemari."


"Benar? Bapak nggak bohong kan? Bapak beneran mengajak ibu pulang kan nanti?" Seruni terus bertanya untuk meminta kepastian dari bapaknya.


"Iya."


Kenapa Nah lama sekali, siapa sebenarnya mereka? Dan pria itu, aku merasakan tatapannya sedikit aneh. Ia seperti tidak menyukaiku. Siapa dia? batin Pak Malik sambil termenung.


"IBUUU!" teriak Seruni saat pintu kamarnya terbuka dan Mak Nah masuk bersama dengan Lais dan keluarganya.


Pak Malik menoleh. Ia langsung berdiri begitu melihat Lais, Tuan dan Nyonya Robert


"Tuan, Nyonya." Pak Malik menyapa dengan hormat.


Lais, Tuan dan Nyonya Robert tersenyum. Mak Nah langsung mendekati Seruni yang disambut pelukan hangat gadis kecil itu. Semua menatap pemandangan keakraban antara Mak Nah dan Seruni dengan tersenyum kecuali Pak Munir.


"Sayang, jadi ini alasanmu menjodohkan mereka?" bisik Aruna lirih. Lais mengangguk.


Aruna tersenyum mengerti.Kini ia juga memiliki niat yang sama yaitu mendukung Mak Nah dan Pak Malik.

__ADS_1


"Hai cantik, kamu Seruni ya? Namaku Aruna,panggil aku Kak Aruna." Aruna menyapa Seruni dengan ramah.


 "Hai kak. Kak Aruna cantik banget. Kakak keponakannya om itu ya? Teman dari om pengabul keinginan?" tanya Seruni sambil menunjuk Lais yang langsung mendelik saat di sebut sebagai pamannya Aruna. Tuan dan Nyonya Robert tertawa mendengar ucapan Seruni itu.


Aruna juga tertawa lalu mengangguk membuat Lais makin kesal.


"Sayang, kak Aruna ini istri dari om itu, bukan keponakannya." Mak Nah menjelaskan sambil tersenyum geli.


"Oh, maaf kak. Maaf om." wajah Seruni memerah karena malu.


"Tidak apa-apa. Memang kakak pantas kok jadi keponakannya." jawab Aruna


Lais kembali mendelik ke arah Aruna namun istri kecilnya itu malah tidak menanggapinya.


"Om, sampaikan makasihku pada om pengabul keinginan. Karena keinginanku untuk memiliki ibu akhirnya terkabulkan juga." kata Seruni sambil melihat ke arah Lais.


Lais mengernyit.


Apa maksud anak ini? Apakah Pak Malik dan Mak Nah sudah memutuskan untuk menikah?


"Wah selamat. Seruni akan punya ibu ya? Wah Mak Nah bisa ikut aku pulang kalau begitu." kata Aruna.dengan nada ceria.


"Jangan!" teriak Seruni sambil memeluk Mak Nah.

__ADS_1


"Kenapa? Bukankah Seruni sudah punya ibu lagi?" kejar Aruna yang sebenarnya hanya menggoda Seruni.


"Ini ibu Seruni.Bapak akan membawa ibu pulang untuk menjadi ibu Seruni. Benar kan Pak?"


Kini semua mata memandang Pak Malik memastikan ucapan Seruni.


"Pak Malik, apa maksud Seruni?" tanya Nyonya Robert.


"Maaf nyonya, saya dan Mak Nah memutuskan untuk menikah." jawab Pak Malik gugup.


"Alhamdulillah." ucap semuanya senang. Diantara mereka yang paling tampak sangat bahagia adalah Tuan Robert. Ia tanpa ragu menjabat tangan Pak Malik dan memeluknya sambil mengucapkan selamat.


Akhirnya aku tidak perlu khawatir ia akan mengambil istriku. batin Tuan Robert.


Lais juga memberi selamat kepada Pak Malik. Nyonya Robert dan Aruna memeluk Mak Nah. Hanya Pak Munir yang tampak berdiri kaku.


"Pakne, pakne nggak ngasih selamat? Kenapa? Tidak rela?' bisik Bu Ira.


"Hah? Tidak. Hanya aku merasa mendadak. Apa si Nah akan bahagia?" gumam Pak Munir.


"Dia akan bahagia. Ada pria yang mencintainya dengan tulus dan kalau dilihat-lihat, Pak Malik itu gagah dan ganteng juga."


Pak Munir melengos. Ia mengakui kebenaran ucapan Bu Ira dalam hatinya.

__ADS_1


Memang kenapa kalau dia gagah dan ganteng. Penampilan tidak akan menjamin kebahagiaan.


__ADS_2