Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Revan Oh Revan


__ADS_3

"Maaf!" ucap Lais. "Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap saat kau menangis. Maaf jika aku malah meninggalkanmu." Lais mengecup bahu Aruna yang terbuka.


"Iya. Tapi kamu harus menebusnya." bisik Aruna.


"Apapun. Asal kau memaafkanku dan tidak menangis lagi." Lais melepaskan pelukannya. Ia menatap mata Aruna yang nerkedip manja.


"Apa?" tanya Lais yang tidak memahami maksud Aruna. Aruna menggigit bibir bawahnya dengan gerakan yang sangat menggoda. Lais kini paham apa yang dimaui istri cantiknya itu.


"Satu saja ya!" bisik Lais. Aruna mengangguk dengan wajah berbinar. Lais mengangkat tubuh Aruna dan membaringkannya dengan perlahan.


"Tunggu!" Aruna menahan saat Lais hendak memulai permainan. "Kali ini biar aku yang memimpin." kata Aruna lalu mendorong tubuh Lais ke samping hingga ria tampan itu terlentang. Dan dengan agresifnya, Aruna memimpin permainan malam itu. Mereka menikmati malam indah dan meninggalkan Revan yang menunggu Lais di ruang kerja Lais.


"Kemana Lais? Jangan-jangan ia malah tidur." gumam Revan lalu berjalan ke arah sofa panjang dan membaringkan tubuhnya di sana. Makin lama ia semakin mengantuk dan akhirnya terlelap.


...***...


Pagi harinya, Bu Ira memasuki ruang kerja Lais dan membuka tirai jendela. Sinar matahari masuk dan langsung menyorot ke arah Revan yang masih terbaring. Revan mengerjabkan matanya akibat sorotan cahaya matahari.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan Revan." sapa Bu Ira.


"Selamat pagi, Bu Ira." balas Revan dalam keadaan belum sepenuhnya sadar. Ia melompat kaget saat menyadari bahwa orang yang memberinya salam adalah Bu Ira pengasuh Lais. Itu berarti ia sedang berada di mansion Lais.


"Bu Ira, apa semalam aku tidur di sini?" tanya Revan. Bu Ira mengangguk sambil tersenyum geli melihat wajah bingung Revan.


"Mampus aku." gumam Revan. Ia segera berlari turun dan keluar dari mansion Lais. Bu Ira menggelengkan kepalanya melihat tingkah Revan. Ia lalu melanjutkan pekerjannya membersihkan ruang kerja Lais. Setelah selesai, ia keluat dan berpapasan dengan Laia di dekat tangga saat ia akan turun.


"Selamat pagi tuan muda." sapa Bu Ira dengan hormat.


"Pagi Bu Ira." Lais menjawab dengan gembira.


"Dia baik Bu Ira." jawab Laia sambil menuruni tangga." Oh ya Bu Ira, semalam Revan pulang jam berapa?" tanya Lais sambil berjalan ke meja makan. Tangannya mengambil dua piring dan mulai menaruh makanan ke atasnya.


"Tuan Revan baru saja pulang." jawab Bu Ira.


"Maksud Bu Ira?" Lais menatap Bu Ira.

__ADS_1


"Tuan Revan semalam tertidur di ruang kerja tuan muda dan baru saja pulang." terang Bu Ira.


"Oh..jadi semalam dia menungguiku sampai ketiduran." gumam Lais menahan senyum. Ada perasaan senang bisa membuat Revan menungguinya.


"Nona tidak turun untuk makan, Tuan?" tanya Bu Ira saat melihat Lais menyiapkan dua piring.


"Nggak Bu. Dia mau makan di kamar dan maunya aku yang melayaninya." jawab Lais.


"Tuan muda, saran ibu, sebaiknya nona di periksakan deh! Feeling ibu nona beneran hamil." saran Bu Ira.


"Iya bu. Nanti Lais bawa Aruna ke dokter." jawab Lais lalu beranjak dari ruang makan sambil membawa nampan berisi makanan untuk ia dan Aruna makan pagi di kamar mereka.


Sementara Lais menikmati sarapan dengan mesra di kamarnya bersama Aruna, Revan sedang memikirkan cara agar Nisa tidak ngambek sebab semalam ia tidak pulang dan juga tidak memberi kabar.


Saat mobilnya mencapai parkiran apartemen, Revan tidak segera turun.


"Apa aku pura-pura ketiduran di mobil saja ya. Nisa pasti akan turun mengecek mobilku kan? Tapi kalau tidak, bisa seharian di parkiran dan nggak kerja aku. Tapi kalau aku naik, aku harus bilang apa? Apa dia akan percaya begitu saja kalau aku bilang aku ketiduran di rumah Lais. Ck...ini semua gara gara Lais. Bilang ada hal.penting sekalinya datang malah dianggurin." Revan menjambak rambutnya dengan kedua tangannya. "Huf...sebaiknya jujur saja. Apapun hasilnya, memang aku juga yang salah. Tidak memberi kabar. " Revan lantas membuka pintu mobil dan turun. Dengan gontai ia berjalan menuju lift. Saat pintu lift terbuka matanya terbelalak melihat siapa yang ada di dalam.

__ADS_1


**Upnya dikit ya...masih ada tugas negara yang author emban beberapa hari ini...jd harus nyempatin waktu buat update demi teman teman yang setia baca karya karyaku ini.


semoga menghibur**


__ADS_2