Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Bertemu Ny. Robert


__ADS_3

"Ehem..cie-cie yaang mau ketemuan." goda Revan saat melihat Pak Munir berdandan rapi siap berangkat ke rumah Mak Nah.


"Tuan..jangan asal. Hanya ketemu teman lama." jawab Pak Munir gugup.


"Ish..merah mukanya. Ku foto ah kirim ke Bu Ira." Revan mengeluarkan ponselnya dan siap mengambil gambar Pak Munir. Ia kaget saat seseorang menyambar ponselnya.


"Lais kembalikan!" seru Revan berusaha mengambil ponselnya dari tangan Lais.


Lais terus menghindar. Pak Munir tertawa melihat tingkah dua pria itu.


"Lais!" geram Revan.


"Jangan merusak kebahagian orang." tegur Lais sambil melempar ponsel.ke arah Revan. Revan dengan cekatan menangkapnya.


"Tuan. Saya ijin ke rumah Sutinah." pamit Pak Munir.


"Iya Pak. Jaga diri, jaga mata dan jaga hati." pesan Lais menggoda Pak Munir.


Revan terkekeh. Pak Munir tersipu. Ia buru-buru berlalu agar tidak terus terusan menjadi bahan godaan kedua majikan mudanya itu.


"Kira-kira mereka mau ngapain ya?!" tanya Revan.


"Mana aku tahu." jawab Lais sambil membuka ponselnya. Ia lalu berbalas pesan dengan Aruna.


"Nostalgia. Orang tua kalau bernostalgia ngapain ya?!" Revan terus bertanya dengan cerewetnya.


Lais meliriknya tajam. "Sudah kubilang aku nggak tahu."


Revan mencebikkan bibirnya sambil menirukan ucapan Lais. Ia lalu duduk di depan Lais sambil menatap langit-langit ruang tamu.


"Hehehehe." Revan tiba-tiba terkekeh.

__ADS_1


Lais memandangnya dengan heran. "Apa yanh kau tertawakan?" tanya Lais.


"Coba deh banyangin. Kalau Pak Munkr dan teman wanitanya itu bernostalgia. Mereka kan mantan tuh, lalu bermesraan..saling merayu..lalu makin lama makin mendekat..dan.."


Pletak


"Aww!!" teriak Revan saat Lais melemparkan vas bunga plastik ke arahnya.


"Otak mesum." dengus Lais.


"Sadis!" omel Revan sambil mengelus keningnya yang jena vas bunga. Ia memberengut kesal. "Nggak bisa lihat orang seneng." Revan ngedumel.


"Eh tapi benar juga. Lucu kali ya kalau mereka bercumbu." komentar Lais.


Revan ganti melempar vas ke arah Lais. Lais dengan refleks mengelak.


"Kau lebih mesum." semprot Revan kesal lalu ia tertawa. Lais hanya tersenyum.


"Kau mau kemana?!" tanya Revan.


"Bermesraan." jawab Lais sambil mengangkat dan menggoyang ponselnya. Rupanya ia akan melakukan video call denhan Aruna.


"Ck. Dikira situ doank yang bisa." Revan tak mau kalah. Ia pun berlalu ke kamarnya dan menghubungi Nisa.


***


"Kamu kenapa di luar?Menungguku? Seharusnya kamu menunggunya di dalam saja. Di luar dingin. Nanti masuk angin." kata Pak Munir lembut pada Mak Nah saat ia mendapati Mak Nah berdiri di luar pagar rumahnya.


"Nggak. Emm sebenarnya ada yang ingin berjumpa denganmu." kata Mak Nah.


"Siapa?" tanya Pak Munir penasaran. "apa suamimu? Apa dia penasaran dengan hubungan kita dulu?"

__ADS_1


"Hussh! Dia sudah meninggal. Jangan di sebut-sebut." jawab Mak Nah.


"Oh syukurlah." Pak Munir bernafas lega.


"Kenapa bersyukur?" tanya Mak Nah.


"Oh..nggak papa. Takutnya ada masalah di keluarga kalian. Ternyata ia sudah nggak ada." kata Pak Munir memandangnya dengan sorot mata teduh.


"Ck. Ayo buruan. Sudah ditungguin!" Mak Nah lalu melangkah mendahului Pak Munir.


"Kita mau kemana sih, Nah?" Pak Munif mensejajarkan langkahnya dengan langkah Mak Nah.


"Nanti kau juga akan tahu."


Pak Munir diam. Ia mengikuti saja langkah Mak Nah hingga mereka samapi ke rumah Nyonya Robert.


.Pak Munir menatap sekeliling dengan takjub. Taman yang indah. Batinnya. Ia terus berjalan menuju tetas rumah sambil mengagumi taman yang ia lewati.


tok tok tok


Mak Nah mengetuk pintu.


Krek


Pintu terbuka.


"Apa kabar Pak Munir?" sapa Nyonya Robert.


"Nyonya!" seru Pak Munir kaget. Matanya membesar,"Bagaimana Nyonya bisa ada di sini?" tanya Pak Munir.


"Ceritanya panjang Pak." jawab Nyonya Robert. "Ayo masuk dulu Pak. Ada yang ingin aku tanyakan." Nyonya Robert mempersilahkan Pak Munir masuk. Dengan sopan Pak Munir melangkah ke dalam kediaman Nyonya Robert.

__ADS_1


Huaaahhh Author ngantuk. Masak nulis Robert jadi Ribert. Di sambung besok ya daripada banyak typo...met rehat.


__ADS_2