Menikahi Pria Tak Sempurna

Menikahi Pria Tak Sempurna
Kedatangan Tuan dan Nyonya Robert


__ADS_3

Hari itu Aruna kembali belajar bersama Rendy. Wanita yang di tugasnya sebagai pengawal dan pelayannya dengan setia menungguinya.


"Mereka siapa?" tanya Rendy yang merasa asing dengan keberadaan dua wanita itu.


"Mereka pelayan dan pengawal yang disiapkan oleh suamiku." jawab Aruna tanpa menutupi rasa kesalnya.


"Kenapa kamu kesal begitu?"


"Jelas kesallah. Bayangkan saja setiap gerak gerikku diawasi. Aku jadi kehilangan kebebasanku." jawab Aruna dengan wajah cemberut.


Rendy tersenyum sambil memandangi wajah Aruna yang lucu saat cemberut. Senyum di wajah Rendy memudar saat pandangan matanya menatap tanda merah di leher Aruna.


Bukankah itu bekas..... Tapi Revan bilang kalau Lais itu pengidap...


Lamunan Rendy buyar saat Aruna menanyakan sebuah soal kepadanya.


"Kak, yang satu ini bagaimana cara menyelesaikannya?"


"O itu. Begini caranya." Rendy menjelaskan dengan detil bagaimana cara penyelesaian soal itu. Aruna manggut-manggut tanda mengerti.


Aruna lantas mengerjakan soal yang tadi ia tanyakan. Rendy kembali memperhatikan bekas merah di leher Aruna.


"Run!" panggil Rendy.


"Iya Kak?" Aruna menjawab sambil. mendongakkan kepalanya menatap Rendy.


"Itu..." kata Rendy ragu. Dagunya menunjuk ke arah leher Aruna.


"Apa?" Aruna meraba lehernya. "Apa ada kotoran, kak?" tanyanya.


"Bukan, tapi itu.. merah. Apa kau dan Lais.. ?" tanya Rendy.

__ADS_1


Aruna menunduk sambil tersipu. Wajahnya memerah.


Rendy tahu. Melihat sikap Aruna, ia tidak lagi perlu jawaban dari wanita itu. Baginya semua sudah jelas. Rendy memejamkan matanya manakala merasakan ada rasa sakit dalam hatinya.


Kenapa rasanya sakit? Apa aku benar-benar sudah menyukainya?


"Run, maaf. Tapi Revan bilang kalau tuan Lais itu, maaf, abnormal. Bagaimana bisa kalian melakukannya?" tanya Rendy hati hati takut menyinggung Aruna.


"Kakak benar, tapi dia sudah sembuh." jawab Aruna. "Oh ya kak, yang inj bagaimana caranya?" Aruna mengalihkan topik pembicaraan.


Kembali Rendy menjelaskan. Namun kali ini ia tidak bisa berkonsentrasi mengajar Aruna. Hatinya nyeri mendapati kenyataan kalau Aruna dan Lais sudah benar benar menyatu.


"Run, kita sudahi belajar kita hari ini sampai disini ya?"


"Kenapa kak? Baru juga sejam." kata Aruna sambil melihat arloji yang melingkar pada pergelangan tangannya.


"Aku ada acara." Rendy menjawab pendek. Ia berdiri dan meninggalkan Aruna. Aruna mengantarnya hingga pintu.


Ada apa dengan kak Rendy? Biasanya ia akan melambaikan tangan saat pulang. batin Aruna bingung.


Aruna kembali masuk dan berkutat dengan pelajarannya. Saat ia tengah berkonsentrasi belajar, orang tua Lais datang.


Bu Ira yang membukakan pintu, menyambut mereka.


"Selamat datang, Tuan. Nyonya." sapa Bu Ira.


"Dimana Aruna, Bu?" tanya Nyonya Robert ramah. Berbeda dengan istrinya yang selalu bersikap ramah, Tuan Robert sikapnya lebih angkuh dan dingin.


Nyonya Robert masuk dan langsung duduk di sofa, hak yang sama dilakukan juga oleh tuan Robert.


"Nona ada di ruang baca. Apa perlu saya panggilkan, Nyonya?" tanya Bu Ira.

__ADS_1


"Tidak perlu, Bu Ira. Biar aku saja yang mendatangi menantuku itu.' kata Nyonya Robert sambil melenggang menuju ruang baca mansion Lais.


Sepeninggal Nyonya Robert, Tuan Robert menginterogasi Bu Ira.


"Bagaimana Lais, Ira?" tanyanya dengan angkuh.


"Tuan Lais baik-baik saja, Tuan Besar."


"Maksudku, bagaimana dengan penyakitnya itu? Apakah gadis itu bisa menyembuhkannya?"


Bu Ira diam.


"Kenapa kau diam? Apa perempuan itu sama saja dengan yang lain? Aku sudah menduganya." Senyum sinis terukir di bibir Tuan Robert.


"Tuan, Nona Aruna tidak sama dengan istri istri Tuan Lais sebelumnya. Dia baik." bela Bu Ira.


"Aku tidak butuh pendapatmu. Pergilah ke dapur dan selesaikan pekerjaanmu!" perintah Tuan Robert pada Bu Ira.


"Tapi Nona, dia sudah... "


Perkataan Bu Ira terhenti karena hardikan Tuan Robert.


"Kau tidak dengan perintah ku? Kembalilah ke dapur!"


Bu Ira memberi hormat lalu meninggalkan ruang tamu menuju dapur.


"Hem... semakin mudah bagiku menyingkirkan parasit itu dari hidup Lais. Sejak awal aku tidak suka pada gadis sok suci itu." kata Tuan Robert. Ia lalu berdiri dan menyusul istrinya ke ruang baca. Niatnya satu, ia ingin mengusir Aruna dari hidup Lais.


......🍃🍃🍃......


Hari ini up nya dikit dulu ya... nanti di tambahi lagi.

__ADS_1


Semoga menghibur...


__ADS_2