Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
102


__ADS_3

Mommy ayubbi dan nayara, keluar dari persembunyiannya, mereka ingin menggoda asgar


"Eheemm,, uda doonk mesra mesranya laper nih" gida ayubbi, sementara mommy dan naya tersenyum melihat kearah asgar dan gita


Gita yang terkejut spontan mendorong asgar menjauh, asgar yang didorong biasa saja ia memahami jika gita gadis yang tau adab


Asgar melengos masuk kedalam rumah ia membawa gita bersamanya ia memegang tangan gita, gita hanya tersenyum sedikit mengangguk menyapa mommy kak ayubbi dan kak nayara


Mommy mengenalkan gita pada kakak dan ipar serta ponaan asgar, mereka menyambut gita dengan ramah


"Aunty gita?" tanya arkanza


"Ya, kamu sudah tau?" tanya gita


Arkanza mengangguk tersenyum


"Uncle asgar yang kasi tau" gita tersenyum membelai kepala arkanza


Mereka berkumpul dan duduk dimeja makan mereka akan memulai makan malam mereka


"Dianterin siapa git?" tanya mommy sambil menyendokkan nasi kedalam piring daddy lalu mommy memberikan nasi kepada ayubbi dan begitu seterusnya, yang lain menunggu giliran nasi tiba dimejanya mereka melayani suami dan keluarga mereka masing masing


"Dianterin vincen mom" mommy tersenyum


"Aunty gita pacarnya om asgar ya?" tanya cantika


Gita hanya tersenyum mencubit pipi cantika pelan, cantika sangat cantik


"Cantik banget kamu" cantika tersipu dipuji oleh gita


Setelah semua makanan terhidangkan dipiring masing masing mereka mulai menyantap makananny, mereka menyantap makannya dengan sembari mengobrol ringan dan seputaran pernikahan asgar dan gita, ayubbi dan naya juga sangat welcome pada gita, mereja seperti mommy yang sangat berteri makasih pada gita karena terlah membawa asgae sedikit deni sedikit keluar dari belenggu masa lalunya


Setelah selesai dengan makan malamnya, mereka berkumpul di gazebo tepian kolam renang, mereka ingin lebih mengenal calon menantu dan ipar mereka, sementara anak anak mereka sibuk dengan aktifitas mereka bermain dan ngegame diponsel

__ADS_1


Sangat mengobrol mommy teringat akan cincin pernikahan asgar dan gita


"Oh iya mommy lupa, mommy uda beli cincin buat kalian, bentar ya mommy ambilin"


Mommy masuk kedalam rumah, mommy membuka tempat hantaran cincin, ia mengambil dua cincin didalamnya, mommy dengan senyumnya yang lebar berharap gita akan menyukainya


"Nih mommy beli limited edition untuk mantu perempuan mommh atu atunya" mommy mendekati gita untuk menunjukkan cincin pilihannya, ia mencoba dijari gita dan pas sangat cocok, gita tersenyum menyukainya ia memeluk mommy tanpa segan


"Thank you mommy" mommy membalas pelukan gita, ia mengusap punggung gita


"Nih as, liatin deh, bagus g? mommy beli yg limited edition"


Mommy mendekati asgar dan menunjukkannya, asgar mengambil cincin dari tangan mommy, semua mata tertuju pada asgar, mereka ingin melihat reaksi si manusia kutub tersebut


Asgar mengerutkan dahinya


"Mommy ambil cincin punya sarah?" asgar bertanya dingin


"Diih mommy beli as, ya kan dad, kita beli"


Asgar meninggalkan keluarganya begitu saja, ia membawa cincin yang dibeli mommy masuk kedalam rumah, gita menenangkan mommy yang khawatir


"Mommy beneran g ngambil kok, itukan semuanya ada dikamar jda mommy juga g tau dia nyimpennya dimana"


"Iya mom g apa apa, gita susul asgae dulu ya mom" gita mengelus lengan mommy menenangkan mommy, mommy takut asgar mengamuk


Gita berlari masuk kedalam rumah menyusul asgae yang mungkin berada dikamarnya, ia berlari menaiki anak tangga, dan sesampainya ia dikamar asgar, asgar sibuk mencari cincin yang ia beli untuk sarah, cincin pernikahannya


Gita hanya berdiri diam memperhatikan asgar yang kasak kusuk mencari di setiap lemari


"As..." panggil gita namun asgar tidak memperdulikannya


"Asgar.." kali kedua gita memanggil asgar namun ia juga tidak memperdulikannya

__ADS_1


"Asgar!!!" pekik gita, gita menarik lengan asgar kuat untuk berbalik menghadapnya


Asgar tersadar, gita sudah mulai emosi, dadanya turun naik melihat calon suaminya yang masih memikirkan gadis lain


Asgar diam menatap gita, ia kembali melihat cincin yang digenggamannya, gita mengikuti arah mata asgar


"Kenapa memangnya jika cincinnya serupa atau bahkan itu cincinnya sarah? apa aku g boleh menyentuhnya? sebegitu berhargakah sarah? bahkan barang barang peninggalan sarah lebih berharga dariku? calon istrimu" ucap gita menggebu, ia sudah muak melihat tingkah asgar yang menurutnya berlebihan


Asgar diam seperti orang kebingungan, gita berpikir asgar perlu melanjutkan pengobatannya tiga tahun lalu, ia seperti seseorang yang terperangkap pada masa lalunya, kemungkinan besar apa yang asgar alami disebabkan oleh rasa bersalahnya pada sarah dan juga ia tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dihatinya maksudnya ia tidak ada teman untuk sekedar berbagi cerita


Gita memeluk asgar ia menangis dipelukan asgar, asgar membalasnya, asgar mulai tenang dipelukan gita, ia menghirup aroma gita yang membuatnya tenang


"Maaf....maafkan aku" ucap asgar pelan, ia sangat tenang sekarang, tidak seperti tadi yang menggila seperti seseorang yang kehilangan benda yang sangat berharga


Kini gita tahu, asgar akan tenang dengan pelukan, mungkin pikirannya benar, ia butuh teman cerita dan berbagi ia juga butuh pelukan hangat yang selama ini telah hilang dibawa oleh sarah


Gita mengangguk menerima permintaan maaf asgar, ia membawa asgar duduk disofa kamar asgar, ia mengambil cincinnya


"Bisa aku liat cincin sarah? menurutku akan ada perbedaan, karena kata mommy ia membelinya mahal dan limited edition"


Asgar tersenyum, ia mengangguk dan kembali mencari keberadaan cincin sarah, kali ini ia lebih tenang tidak seperti tadi, gita tersenyum melihatnya


.


.


.


Jangan lupa like vote dan koment


biar aku semangat tulisnya, seneng banget dapet koment2 dari kalian makasii 🥰❤️🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2