Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
103


__ADS_3

Sementara dipinggir kolam, mommy daddy dan yang lain menunggu gita dan asgar yang tidak kunjung turun, mereka khawatir takut terjadi apa apa diantara mereka berdua


"Uda mommy jangan khawatir" ucap daddy


"G khawatir gimana dad? ntar kalau terjadi apa apa gimana? kalau mereka berantem gimana? mommy kan g enak sama gita"


"Iya dad kalau ayubbi mah jadi gita ayubbi uda nyerah, minggu depan uda mau nikah eh si ayank masih aja kepikiran mantan, mantan yang g ada lagi" ucao ayubbi


"Iya ya kak kuat banget gita" sambung naya


"Gita mommy yang bujukin buat bantu mommy nyembuhin asgar dari sarah, tapi mommy liat gita udah mulai suka kok sama asgar"


"Iya ya mom, keliatan sih kalau gita juga suka sama asgar" ucap naya


"Iya, tapi sekarang mommy khawatir ni ma anak orang, ntar diapa apain tuh anak ma asgar"


"Iih mommy positif thingking donk mom, uda biarin aja ntar juga turun" ucap ayubbi menenangkan mommynya


*****


Asgar telah berhasil menemukan cincin pernikahan sarah, ya memang sekilas terlihat mirip tetapi tidak benar benar mirip


"Mirip aja sih tapi g sama" ucap gita, ia melihat detail cincin sarah, tak dipungkiri ada nyeei direlung hatinya mengingat calon suaminya masih saja mengingat mantan calon tunangannya


Gita menghela nafasnya, ia bingung harus bagaimana, ia akan membicarakannya pada mommy


"Turun yuk, yang lain sudah menunggu dibawah" gita berdiri memgajak asgae untuk kembali bergabung dengan yang lainnya, asgar memandang gita lekat, ia tahu apa yang dirasakan gita saat ini, asgar menahan gita, ia memegang tangan gita dan gita menoleh kearah asgar, asgar kembali menarik gita untuk duduk


Gita duduk disebelah asgar dengan memaksakan senyumannya, asgar melihat dan kembali memeluk gita


"Maafkan aku, maafkan aku sudah.....sudah kembali mengingat sarah, aku benar benar minta maaf, bantu aku git"


Gita mengusap kepala asgar, ia membalas pelukan asgar dan mengangguk


"Aku g tahu harus gimana as" jawaban gita membuat asgar melepas pelukannya, ia memandang gita


"Aku akan berusaha git, aku g akan nyakitin kamu lagi, aku akan....." asgar menjeda kalimatnya, ia berat untuk meneruskannya karena sesungguhnya hatinya masih bingung, ia melihat foto sarah di ujung tempat tidurnya

__ADS_1


"Aku akan berusaha melupakannya" jawab asgar pelan, ia melepaskan pegangannya pada gita, gita melihat asgar


"Ya uda yuk turun aku harus pulang, besok pagi pagi uda harus berangkat" jawab gita


"Berangkat sama aku ya?" ucap asgar


"G usah kalau sama mommy aja, mommy dan lainkan g tau rumah aku"


"Gampangla, besok aku jemput jam enam pagi" asgar menggenggam tangan gita erat ia menyatukan tangannya lalu membawa gita untuk turun bergabung dengan yang lain


Mommy dan yang lain terkejut senang melihat asgar dan gita baik baik saja, mereka melihat asgar menggenggam tangan gita


"Mom aku anterin gita pulang dulu" mommy memandang gita khawatir, gita seakan tahu apa yang mommy pikirkan dan gita mengangguk tersenyum


Gita berpamitan kepada mommy dan yang lainnya, ia juga mengatakan jika besok paginpagi ia sudah berangkat dan ia berpesan pada mommy untuk berhati hati dalam perjalanan besok


"Besok aku pergi sama gita mom" ucap asgar


"Oke sayang besok kalian hati hati ya, mommy tadi ngajakin arvin juga lo sayang, g apa apa ya, biar dia nyeritin mommy dan daddy" ucap mommy pada asgar


"Ok mom" asgar mengangguk dan ia membawa gita pergi bersamanya ia akan memgantarkan gita pulang ke kostan


"Git" panggil asgar, ia memanggil gita yang seperti sedang termenung melihat ke arah luar jendela


"Hmmm?" gita spontan melihat asgar dengan mengangkat kedua alisnya


"Mikirin apa sih?" tanya asgar lagi


"Mikirin kamu" jawab gita jujur


"Kenapa memangnya? mikirin apa?"


"Mikirin gimana caranya kamu lanjutin pengobatan kamu yang dulu agar kamu hanya melihat kedepan kearahku bukan kebelakang"


Asgar terdiam, ia merasa tertampar dengan ucapan gita, ia kembali melihat gita yang juga kembali melihat kearah luar jendela


Lama ia menanggapi ucapan gita

__ADS_1


"Kita akan kesana setelah lamaran" gita kembali menoleh kearah asgar


"Beneran?" ucap gita tersenyum, ia merubah raut wajahnya menjadi ceria, dan itu membuat asgar tersenyum, gitanya masih sama seperti dulu pertama ia mengenalnya, ia akan kembali good mood dengan cara sederhana


Asgar tersenyum mengangguk, ia mengacak rambut gita, gita melirik asgar dan cemberut


Sesampainya dirumah gita, gita mengucapkan terimakasih pada asgar, ia mengira asgar akan langsung pulang karena hari sudah malam, tetapi gita salah asgar justru mengikutinya masuk kedalam rumah


"Kenapa ikut turun?"


"Memangnya kenapa?"


"Besok pagi pagi kita uda berangkat, kamu kan harus istirahat besok nyetirnya lama loh" ucap gita sambil menutup pintunya, mereka sudah berada didalam rumah


Gita menyalakan lampu rumahnya, lalu masuk kekamarnya untuk membersihkan dirinya, asgar hanya diam saja tidak menanggapi ucapan gita, seperti biasa asgar sudah seperti dirumahnya sendiri, ia menyalakan tv dan memeriksa isi kulkas gita


Tak lama kemudian gita kembali keluar dengan piyama tidurnya, ia melihat sedang memakan sesuatu


"Laper ya?" asgar mengangguk


"Mau dimasakin apa? mi instan aja ya" asgar melirik memandang gita, ia pikir gita akan memasak selain mie instan, gita terkekeh melihat lirikan asgar, ia mulai memasakkan mie instan untuknya dan asgar


Lebih kurang lima menit gita kembali duduk disebelah asgar, ia sudah menyiapkan dua mangkok mie instan, asgar yang melihatnya mengerutkan dahinya, ia mengambil 2 mangkok tersebut


"Eh mau ngapain, itu untuk aku loh" ucao gita


Asgar menyatukan mie instan tersebut, ia menjadikannya hanya satu mangkok, dan ia tersenyum


"Suapin ya" ucap asgar sambil terus menonton tv, sementara gita mengerutkan dahinya tetapi ia juga tersenyum senang namun ia sedikit menahannya ia masih gengsi pada asgar


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment

__ADS_1


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2