Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
20


__ADS_3

Asgar dan arvin keluar untuk makan siang, hari ini arvin akan mentraktir asgar, bentuk terimakasihnya pada asgar karena telah menyetujui izin cutinya


Mereka sedang berada didalam mobil


"Mau makan dimana as? gue traktir deh sebagai ucapan terimakasih gue hehe..."


"Gue mau tempat yang paling mahal"


"Tenang, gue jabanin" arvin melajukan mobil mereka, perusahaan asgar tidak jauh dari keramaian pusat kota, jadi mereka bisa pergi makan siang kemanapun karena selain dekat juga tidak macet karena masih siang


Sesampainya ditempat makan, mereka memesankan makanan dan ponsel asgar berbunyi


"Ya hallo van" jawab asgar, sementara arvin masih memilih menu makanannya


"Hai asgar, kamu dimana?"


"Gue diresto ****"


"Aku kesana ya, mau makan siang bareng" vanya memang ingin mendekatkan diri dengan asgar berusaha mencari perhatian asgar


Asgar yang ingin mengerjai arvin karena ditraktir arvin, ia pun mengiyakan vanya


"Oke"


"Eh as pesenin punya aku juga yaa, sama aja ama kamu, aku lagi on the way"


"Oke" asgar menutup panggilannya


"Vanya yang kemaren mau dateng, uang lo cukup g?" asgar mengeluarkan senyum smirknya ia menggoda arvin


"Remeh lo, cukuplah, gara-gara lo g ngasi gue cuti 2 tahun duet gue jadi banyak"


Asgar tertawa ringan


"Tumben lo mau ngajakin cewek makan?" tanya arvin


"Ya g ada, sengaja aja mau ngerjain lo"


"Ati-ati lo baper ntar si vanya"


"G mungkinlah" jawab asgar singkat, ia memainkan ponselnya "Lo da liat presentase yang dibikin gita? sesuai g?" sambung asgar


"Belum sih, katanya lagi dikerjain, cepet tu anak nangkepnya, otaknya kek belut licin"

__ADS_1


Asgar mengangguk, ia juga merasakan itu tetapi enggan untuk memuji, makanan merekapun datang dan mereka menyantap makanan dengan sesekali mengobrol


Tak lama kemudian vanya menghampiri mereka


"Hai as, maaf telat, uda mulai makan ternyata" vanya seperti biasa nemplok dipipi asgar, lalu vanya menyalami arvin memperkenalkan diri


"Hai aku vanya, aku gabung ya"


"Aku arvin, boleh boleh silakan duduk" arvin mempersilahkan vanya duduk


"Cuma berdua?" vanya memulai menyantap makannya


Asgar dan arvin sama-sama diam tidak seorang pun dari mereka menjawab pertanyaan vanya, arvin berpikir vanya bertanya pada asgar dan begitu sebaliknya, asgar berpikir vanya bertanya pada arvin karena mereka baru saja kenalan


Vanya menyentuh lengan asgar lembut dan menatap asgar


"Cuma berdua?" vanya mengulangi pertanyaan yang sama


"Ya menurut lo?" jawab asgar cuek


"Ya siapa tau kan cewe semalem ikutan juga"


"Asgar kalau dikantor gini juga ya vin sama sekretaris yang semalam? cuek ketus gitu juga ya?" sambung vanya


"Oh g berubah-berubah kamu ya, dari SMA kita bareng masih sama ampe sekarang"


"Ooh temen SMA lo as"


Asgar yang memang irit bicara hanya mengangkatkan kedua alisnya


"Ntar nebeng boleh g? boleh yaaa, aku g bawa mobil" vanya dengan sengaja tidak membawa mobilnya karena ia ingin pulang bersama asgar


"Boleh kok, ntat kita anterin" jawab arvin, asgar masih setia dengan kebisuannya


Setelah mereka menyelesaikan makannya, arvin dan asgar mengantar vanya pulang keperusahaannya, ia akan terus berusaha mendekatkan dirinya dengan asgar


Berbeda jauh dari arvin dan asgar yang makan enak di salah satu restoran mewah, gita yang tadi ingin makan siang dikantin, dibuat kehilangan selera makan oleh beberapa karyawan yang mencibirnya


Saat ia sedang menuju kantin dan memesankan makanan ia mendengar seseorang bicara


"Uuuhh cewe simpenan uda g diajak makan tuh ama boss" kata salah seorang karyawan yang sengaja membesarkan suaranya agar didengar oleh gita, gita menghentikan langkahnya


"Iya nih kasian nakan sendiri" sambung yang lainnya

__ADS_1


Gita yang tidak terima disebut simpenan mendatangi meja mereka


"Maksud lo ngomong kek gitu apa?" tanya gita santai


Wanita itupun berdiri menantang gita, ia melakukan hal tersebut karena ia sangat ingin berada diposisi gita menjadi sekretaris, apa lagi ia pernah mendengar jika asgar dulunya pernah tertarik dengan sekretarisnya, siapa yang bisa menolak asgar, tampan, CEO dan kaya, ia ingin asgar juga melihatnya, tetapi jika tidak sebagai sekretaris asgar maka asgar tidak akan pernah melihatnya


"Aku penasaran dengan apa yang kau tawarankan, sehingga pak asgar menerimamu sebagai sekretaris, setahuku ia tidak menerima sekretaris wanita" beberapa wanita mencibir gita


"Yaaaa ku dengar juga begitu setelah sekian tahun pak asgar tidak menerima sekretaris wanita, tiibaa-tiibaa boom" wanita lainnya sedikit menggebrak meja sehingga membuat yang lainnya terkejut "dia menerimamu? pasti ada something bukan?" lanjutnya memicingkan mata


Gita melipat tangan didadanya ia tersenyum smirk


"Kalian mau tau apa yang ku tawarkan?" gita menaik turunkan alisnya sambil tersenyum


Wanita lainnya menunggu jawaban gita


"Mikir donk!!" gita menggebrak meja dan tentu saja itu mengagetkan semuanya "Hilang napsu makan gue" gita meninggalkan sekelompok wanita rumpi itu


Sepeninggal gita wanita-wanita tadi menggerutu kesal, mereka berpikir sungguh licik sekali gita, ia mempermainkan mereka


.


.


.


Gita yang kesal kembali naik keruangannya, ia terpaksa menahan laparnya karena jikapun ia memaksa makan tetapi ia tidak bisa menikmati makannya, itu sama saja dengan menghabiskan uang percuma, begitula pikiran gita


"Memangnya apa yang harus aku jual? apa untuk menjadi sekretaris harus menjual diri?" sungut gita


"Siapa yang jual diri?" arvin dan asgar mengagetkan gita, ntah sejak kapan mereka sudah berada di belakang gita


"Ngagetkn aja lo" gita menoleh sekilas, ia masih kesal dengan omongan karyawan kantor, sanking kesalnya ia tidak melihat asgar yang juga dibelakangnya, bedanya jika ia menoleh arvin kearah sebelah kiri maka asgar berada disebelah kanannya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2