Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
137


__ADS_3

"Lo kenapa git?" gita tidak menjawabnya ia hanya buru buru ketoilet


Vincen menunggu gita yang keluar dari toilet, ia ingin menanyak8an kabar dari istri temannya itu, tak lama gita keluar dengan sedikit pucat, vincen mengikuti gita keruangan gita


"Sakit lo?"


"G tau gue, perut gue mual banget trus kepala juga pusing, padahal tadi pagi baik baik aja, masuk angin kali gue"


"Ya udah pulang aja lo istirahat, gue anterin mau?"


"G usah lah bentar lagi juga baikan"


"Uda pucet itu muka lo, gue telfonin asgar aja ya"


"G usah ntar dia khawatir"


"G apa apa dia khawatir paling dia langsung kesini, dari pada gue yang diomelin ntar" vincen menghubungi asgar


"Hallo as, bini lo sakit muntah muntah"


"(.....)"


"Bini lo udah kehilangan banyak darah"


"(.....)" vincen menyudahi panggilannya dengan asgar


"Panik panik lo as hahahaa" vincen tertawa setelah berhasil membuat asgar sangat khawatir


"Jahat banget lo, kasian tau laki gue"


"Ya uda lo istirahat aja dulu disofa ruangan gue, bentar lagi asgar datang, gue juga mau keluar jadi istirahat aja lo didalam"


"G usah ah g enak, gue disini aja nungguin asgar"


"Ya uda deh ati ati lo, gue cabut ya" gita hanya menganggukkan kepalanya dan vincen pun berlalu pergi


Tak lama kemudian asgar telah tiba di lobby kantor vincen, ia berlari menuju ruangan gita, ia sangat khawatir atas apa yang dibicarakan vincen

__ADS_1


Asgar pun tiba diruangan gita dengan nafas yang sudah ngos ngosan, ia melihat istrinya sedang memangku kepalanya dimeja, ia buru buru menghampiri istrinya


"Sayang kamu g apa apa?" asgar mengejutkan gita, ia memegang bahubistrinya memeriksa kondisi istrinyabyang katanya kehilangan banyak darah oleh vincen


"Aku g apa apa sayang hanya mual aja dan pusing"


"Kata vincen kamu kehilangan banyak darah, mana yang luka? kita kerumah sakit ya, ayuk" asgar sudah bersedia membantu istrinya untuk berdiri dan juga membawa tas istrinya


"Vincem mana? kenapa ninggalin kamu sendirian?" sambung asgar yang sadar jika istrinya sedang sendiri


"Sayang tenang dulu, aku g apa apa g perlu kedokter juga, maksud vincen itu aku pucet aja bukan ada yang luka, vincen keluar ketemu klien" ucap gita dengan tenang, ia kelihatan lemah


"Dasar vincen, bikin aku panik banget, aku takut kamu kenapa napa sayang" asgar membuang nafasnya pelan, ia membantu gita berjalan


"Aku gendong aja ya sayang, kamu lemah banget keknya"


"G usah sayang malu tau, aku masih bisa jalan kok"


"Malu kenapa sih kita suami istri" ucap asgar ia membantu gita berjalan


"Sayang turunin, malu tau" gita panik dengan kelakuan asgar yang menggendongnya ia sangat malu, sementara asgar hanya melihat istrinya dengan senyum nakalnya sambil mengedipkan sebelah matanya


"Sstttt uda diem aja sayang, kamu kelamaan jalannya"


Akhirnya gita hanya menuruti suaminya, ia menyembunyikan wajahnya diceruk leher suaminya, asgar dengan gagah masuk ke lift dan di lift terdapat beberapa orang yang melihat mereka dengan tatapan iri


"Aku malu banget sayang ditatap semua orang" ucao gita berbisik dan asgar hanya tersenyum manis, senyum yang jarang sekali diperlihatkannya kepada orang lain


"Harus kamu bangga sayang, mereka menatapmu iri" balas asgar dengan juga berbisik


"Diiih iri kenapa coba, karena digendong kamu gitu" gita kembali berbisik


"Menurut kamu? suami kamu ini pria idaman wanita sayang, kamu harus bangga honey" ucao asgar menatap gita


"Mulaaaaiiiii" ucap gita mencibir dan asgar tertawa mendengar perkataan istrinya, karyawan yang berada satu lift bersama mereka, kagum dengan gita yang bisa meluluhkan hati asgar shawqi, siapa yang tidak tahu dengan cerita masa kelam asgar shawqi, pria yang ditinggal mati oleh calon tunangannya


Setelah sampai dilobby, beberapa karyawan lainnya juga menatap gita iri, sudahlah tampan, romantis, setia dan kaya lagi, itula penilaian orang orang atas asgar shawqi dan gita sungguh beruntung mendapatkannya

__ADS_1


Asgar menurunkan gita tepat dibangku depan mobil asgar, ia mencium dahi istrinya lalu berlari kearah bangku kemudi


"Kita kedokter ya sayang" ucap asgar


"No baby, aku baik baio aja, aku hanya perlu istirahat aja koo, serius"


"Ya uda deh tapi ntar kalau kamu masih mual kita panggilin dokter ya" gita menganggukkan kepalanya mendengar perkataan istrinya


Asgar mulai melajukan mobilnya, ia sesejali mengusap kepala gita dan memijatnya pelan, tak dipungkiri gita sangat bahagia melihat perubahan asgar yang luar biasa, asgar benar benar mencurahkan cinta dan kasih sayangnya pada gita, gita merasa ia wanita paling beruntung didunia, ia mempunyai suami yang sempurna menurutnya


*****


Ditempat lain, vincen sedang berada direstoran mewah sedang menunggu kliennya, ia menunggu bersama sekretarisnya


"Siska, kamu yakin klien kita akan datang?"


"Yakin pak, saya sudah konfirmasi pak dengan sekretarisnya"


"Apa kita pernah kerjasama sebelumnya?"


"Belum pak, ini pertama kali kita kerjasama, dia ingin memakai jasa perusahan bapak untuk interior resortnya pak" vincen mengangguk mendengar penjelasan siska sekretarisnya


Tak lama kemudian terlihat seorang wanita cantik, putih, tinggi, berambut coklat sepanjang bahu, berhiasan tipis namun tetap cantik, ia didampingi oleh seorang wanita sebagai sekretarisnya sekaligus teman dekatnya


Ia memasuki resteron dan siska sekretaris vincen menyambutnya dengan ramah, tetapi berbeda dengan vincen, ia mendadak menjadi kaku dan dingin melihat wanita cantik dan sekretarisnya, siska melihatnya tak biasa, biasanya bossnya vincen akan sangat senang jika partner kerjanya adalah wanita cantik


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2