Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
98


__ADS_3

Setelah mommy dan gita menyiapkan makan siang mereka, mommy memanggil daddy dan asgar untuk makan siang, setelah daddy dan asgar berada dimeja makan mereka mulai untuk makan siang mereka


Disela makan mereka mommy tiba tiba membuat geger meja makan terutama membuat gita dan asgar syok


"Dad, mommy rasa pernikahan mereka dilakukan minggu ini aja gimana?"


"Uhuk...uhuk...." gita tersedak mendengar permintaan mommy, asgar yang berada didekatnya memberikannya minum dan menepuk punggung gita pelan


"Mooomm, itu terlalu teeburu buru" sanggah asgar dan gita mengangguk, sedangkan ia ingin menikah saja adiknya aufar sudah berpikir kemana mana apa lagi jika pernikahan mereka dilakukan minggu depan pikir gita


"Ya g apa apa donk, tiga hari lagi kan lamaran trus ntar daddy bilang aja pernikahan kita majuin minggu depan gitu dad" pinta mommy


"Daddy sih terserah mommy aja, daddy percaya apa yang mommy katakan yang terbaik untuk anak mommy" daddy tersenyum memandang istrinya dan kemudian beralih kepada asgar dan gita


"Mom maaf apa itu g terkesan buru buru banget ya mom" gita mulai bersuara


"Ya g apa apa sayang, kan lebih cepat lebih baik, bukan begitu?" jawab mommy lembut, dan gita mengangguk


"Oke asgar gita uda setuju tu" asgar hanya diam, ada keraguan dihatinya dan lagi lagi soal sarah


Mommy dan gita saling berpandangan


"Baiklah kalau kamu ragu ya g usah kasian gita punya suami plin plan kek kamu" mommy menyelesaikan makannya dan begitu juga gita, asgar hanya diam saja


Mommy daddy dan asgar juga gita sudah menyelesaikan makan siang mereka tetapi mereka masih setia duduk dikursi makan mereka sambil mengobrol diluar topik pernikahan asgae

__ADS_1


"Mom uda hampir sore gita pulang dulu ya" gita berdiri ia menyalami mommy dan daddy


"Saya antar" ucap asgar yang juga berdiri


"G usah pak, saya uda mesen taxi aplikasi" jawab gita cepat


Mommy dan daddy hanya saling pandang


"Batalin!" ucap asgar


"G!"


"Ya uda mom gita pamit, gita pamit ya dad, terimakasih"


Mommy dan daddy mengangguk dan mengantarkan gita sampai kedepan pintu mereka taxi gita sudah tiba, asgar juga pergi mengikuti gita


Gita sama sekali tidak menghalangi asgae masuk, ia tidak bicara seoatah katapun, setelah asgar masuk ia kembali menutup pintu rumahnya, kemudian ia masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat, sementara asgar hanya menunggu diluar seperti biasa ia menonton tv


Setelah dua jam lamanya, asgar dan gita sama sama tertidur, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, gita bangun terlebih dahulu, ia keluar dari kamarnya dan ia berpikir asgar sudah pulang sedari tadi namun nyata tidak, asgar malah tertidue disofanya dengan tv yang menyala


Gita kembali kekamarnya, tiba tiba saja ia merasa lapar lalu ia mengeluarkan motornya, saat ia hendak menutup pintu rumahnya ia seperti mendengar orang sedang berbicara, ia kembali masuk kedalam rumah menunda kepergiannya untuk mencari makanan, ia mendekati asgar


"Sa..sarah....ti..tidak...ja..jangan" gita melemaskan bahunya, ia benar benar tidak mengerti dengan asgar bagaimana bisa ia terpaku hanya dengan sarah tetapi juga ingin menikahinya


"Jika kau terus begini, bagaimana dengan pernikahan kita nanti?" gita bermonolog pada dirinya sendiri dan kemudian ia berlalu pergi mengendarai mobilnya

__ADS_1


Beberapa menit setelah gita pergi asgar terbangun dari tidurnya dengan keringat yang bercucuran, lehernya basah karena keringatnya, ia menelan susah salivanya


"Sarah lagi huufftt" ia bangun untuk mengambil secangkir air, ia menatap kamar gita dan kamar sedikit terbuka, asgar mengerutkan dahinya, ia masuk kekamar gita dan melihat disekelilingnya tidak ada orang, ia melihat didalam lemari gita tidak ada baju yang bergantungan ia juga mencari koper gita siapa tahu gita belum menyusun bajunya kedalam lemari namun koper yang gita bawa juga tidak ada dikamar


Jantung asgae berpacu, ia keliling mencari gita, ia melihat sepatu gita tidak ada dan begitu juga motor gita, asgar menghubungi ponsel gita namun tidak sekalipun dijawab oleh gita


Asgae keluar rumah dan melihat sekeliling namun tanda tanda gita juga tidak ada, asgar duduk menunggu gita sambil terus menghubunginya, ia seperti orang gila, ia cemas ia takut gita pergi, setelah bermimpi sarah yang pergi dari hidupnya ia merasakan ketakutan yang luar biasa jika gita juga pergi meninggalkannya


Sudah lebih dari satu jam gita keluar dari rumah, asgar sudah mondar mandir, ia tidak tahu harus menghubungi siapa, ia sudah menghubungi gita puluhan kali namun gita tetap tidak menjawab panggilannya, ia juga sudah menghubungi arvin namun arvin juga tidak tahu gita pergi kemana, asgar meminta arvin untuk menghubungi gita, siapa tahu gita akan menjawabnya dan arvin melakukan itu


.


.


Disisi lain gita sedang berada disupermarket ia sedang berbelanja, ponselnya berada dikantor jaket yang ia pakai, karena musik di supermarket lumayan kera gita tidak mendengar jika ponselnya berbunyi, serasa sudah cukup gita kembali pulang ia sudah berbelanja terlalu lama, ia bukan hanya belanja tetapi ia juga lapar dan memakan bakso sebelum ia kesuper market


Tak lama gita pulang dan ia telah tiba dikostannya, asgar yang mendengar suara motor langsung membukakan pintu dan benar gita telah berada didepan pintu rumahnya dengan beberapa tentengan


Melihat gita, asgar spontan memeluk gita, ia juga mencium puncak kepala gita, asgar memeluk gita erat seperti ayah yang baru saja menemukan anaknya yang hilang, dada asgar berpacu kencang ia menghela nafasnya pelan, ia bersyukur gita kembali


.


.


Jangan lupa like koment dan vote

__ADS_1


TerimakasihπŸ₯°πŸ™


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2