
"Ya ampun mommy lupa, uda nanti aja beresin bajunya ntar mommy bantuin, sekarang siap-siap dulu daddy ajakin dinner sama temennya, se-ka-rang, oke baby" mommy keluar dari kamar asgar
Asgar menghela nafasnya pelan, ia beranjak dan mau g mau bersiap-siap, karena jika daddy sudah memintanya ia tau daddy akan memperkenalkannya pada rekan-rekan bisnisnya dan itu bisa menambah relasi bisnisnya
Mommy and daddy sudah menunggu asgar diruang keluarga, tak lama kemudian asgar turun dengan baju kaos polos dan jasnya serta celana jeans Menambah kesan santai tapi rapi cocokla ya untuk dinner, soal ketampanan jangan ditanya, tidur ngangak aja tampan luar biasa apa lagi rapi yakan
Sesampainya direstoran ternama, keluarga shawqi disambut ramah oleh teman daddy Frans edward dan mereka sudah disuguhkan dengan beberapa macam menu dinner, mereka saling mengobrol dan menikmati makanan mereka, tiba-tiba terdengar suara wanita meminta maaf
"Sorry dad aku telat, macet soalnya" seorang wanita menyapa daddynya dan sedimkt menundukkan kepalanya untuk menyapa tamu daddynya, sayangnya karena asgar menunduk menikmati makanannya, ia tidak begitu memperhatikan asgar
"Its ok honey, ayo duduk kita makan" Om frans mempersilahkan anak gadisnya untuk duduk
Om frans dan tante lidya mempunya 2 orang anak yaitu 1 perempuan dan 1 laki-laki, mereka sama-sama menggeluti bisnis daddy mereka yaitu dibidang furniture, bisnis om frans terbilang maju dan sukses, ia bersama-sama dengan daddy aqmar memulai dari usaha mereka dari nol, jika daddy aqmar dibidang perhotelan dan mall maka om frans dibidang furniture, beberapa kali mereka terlibat kerja sama
"Sayang ini perkenalkan teman daddy yang daddg ceritain semalam" sambung daddy frans
"Asgar?" sapa wanita itu
"Hai vanya, apa ini keluargamu?" tanya asgar
Vanya mengangguk, ia yang memang menyukai asgar senang bukan main melihat lelaki idaman hatinya dinner bersama keluarganya, ia menyapa asgar seperti biasa mencium menyatukan kedua pipinya dan pipi asgar
"Ini temen vanya sekolah dad, mom" vanya menjelaskan
Daddy dan mommy vanya melihat gelagat aneh dari anaknya, vanya terlihat begitu senang, daddy dan mommy vanya mengangguk
"Ooh bagus donk, kalian sudah saling mengenal" sambung daddy vanya
Sementara mommy ciara tampak tersenyum, sesekali terlihat mengobrol bersama mommy lidya
__ADS_1
"Iya bagus donk, jadi kerjasamanya bisa makin lancar kalau begitu" kini daddy aqmar yang bersuara, daddy juga berharap seperti mommy, makin banyak asgar bertemu wanita maka semakin besar harapan mereka untuk asgar move on
"Besok insyaAllah perusahaanku akan membangun hotel di kota **** , kebetulan untuk furniture kita belum ada yang deal ya as, besok asgar berangkat kesana beberapa hari" sambung daddy
"Ooh besok kamu kesana sama siapa?" tanya vanya
"Sama gita, sekretarisku" jawab asgar singkat
Vanya hanya mengangguk, tetapi terlihat sedikit perubahan di wajahnya, vanya bukanlah tipe yang harus mendapatkan apa yang ia mau, ia memang sedikit manjang tetapi ia tidak memaksakan kehendaknya
"Anak kamu yang cowo mana lid?" tanya mommy pada mommy lidya
"Iya ya mom kok abang belum datang sih" ucap vanya
"Anakku yang cowo selalu sibuk, dia sibuk dengan urusan dan pacarnya, katanya sih malam ini dia nemenin pacarnya sebentar, besok mau keluar kota katanya"
"G apa-apalah malah bagus, semoga cepat dihalalin ya, kalau aku malah seneng kalau anakku punya pacar, dari pada betah menjomlo" mommy ciara melirik anak bungsunya dan ternyata asgar juga melirik mommy
.
.
.
Ditempat yang berbeda, seorang gadis sedang melepaskan rindunya pada kekasihnya, mereka yg sedang makan malam di sebuah cafe
"Yank, besok bisa nganterin aku g?"
"Jam berapa sayang?"
__ADS_1
"Jam 7 sayang"
"Aku usahain ya tapi g janji ok" leo mengusap tangan kekasihnya
"Aku mau nunjukin ke orang-orang rumpi itu jika aku sudah punya pacar, ogah gue ma bossnya yang kek es batu" gita bersungut mengingat ucapan tadi siang
"Udalah g usah dipeduliin, biarin aja, buang-buang tenaga aja"
"Iya juga ya, huuffff " gita menghembuskan nafasnya pelan sambil mengipas-ngipas wajahnya. "Ntar kalau aku marah-marahkan bisa keriput" gita memegang wajahnya dibeberapa bagian
Leo tersenyum melihat kekonyolan kekasihnya
"Uda beres-beres belum? besok berangkat pagi lo, berangkat berapa hari?" tanya leo
"Belum sih, uda yuk cabut, besok berangkatnya 5 hari sayang mungkin lebih karena mau liat pemantauannya langsung kan, soalnya uda selesai proses nimbunnya besok presentase site plan hotelnya dulu trus kalau acc ya udah 3 harinya langsung peletakan batu pertamanya dulu bisa molor sih, tapi muda-mudahan g denk" gita menjelaskan perjalanannya besok
"Kalau lama-lama aku mana sanggup, bisa mati konyol aku diem terus yaaaank" gita sedikit merengek melemaskan bahunya membayangkan besok ia harus berdiam diri disepanjang jalan
"Uda g usah dipikirin, besok dengerin musik aja, ya uda yuk" leo berdiri dan mengulurkan tangannya lalu disambut manis dengan gita lengkap dengan paket senyum menarik hati
Leo mengantarkan gita pulang kerumahnya, mereka berpisah dengan pelukan yang sangat sama, leo juga mencium dahi gita lama, ia menyesapi dan menghirup aroma tubuh gita yang akan dirindukannya
.
.
Jangan lupa vote, like dan koment agar semangat lagi nulisnya ini aja nulisnya sampe ngantuk
Mohon koreksi ya readers ku sayang 🥰
__ADS_1
maafkan typo yg bertebaran
Dikejar deadline