Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
32


__ADS_3

Ketika gita akan membangunkan asgar untuk pindah kedalam hotel, ia mendengar asgar berbicara


"Sarah...jangan...jangan sarah.....jangan pergi...maafkan aku..." tubuh asgar gelisah, keringatnya bercucuran


"Sarah.....sarah....please sarah....jangan tinggalkan aku..." suara asgar pelan-pelan hilang dan ia kembali tenang setelah gita mengusap kepala asgar dan dadanya, seperti bagi yang mengigau jika diusap kepalanya ia kembali tenang


Gita paham betul bagaimana perasaan asgar, karena ia sudah mengalami itu dulunya dan sekarang ia sudah bangkit demi ayah dan adiknya


Gita tidak jadi membangun asgar, ia kembali tidur, ia membiarkan asgar tidur dengan nyenyak, mungkin karena rasa rindunya kepada sarah membuat asgar sampai terbawa mimpi


*****


Pagi menjelang, leo bangun dengan menyipitkan matanya, ia melihat sekeliling berusaha mengenali tempat dimana ia tidur, kepalanya pusing karena tadi malam ia mabuk berat, saat hendak bangun ia terkejut melihat seorang wanita yang ikut berbaring dikasurnya dan ia melihat baju berserakan dimana-mana


"No, ap..apa aku melakukannya?" ia melihat dirinya dan benar saja ia tidak memakai apapun


"Oh god, apa yang sudah aku lakukan, siapa wanita ini?" leo bergegas memakai pakaiannya dan ia meninggalkan uang yang lumayan banyak dan catatan 'menjauh dariku' setelah meninggalkan sejumlah uang dan catatan ia pergi meninggalkan wanita tersebut


*****


Asgar dan gita masih berada dimobil, asgar bangun lebih dulu dari pada gita, ia menhela nafasnya ternyata ia tidur dimobil gara-gara sekretarisnya


"Git...gita...gita bangun donk" asgar meregangkan tubuhnya, tubuhnya sakit-sakit akibat tidur dimobil


"Emmmggg..." gita menyipitkan matanya ia melihat sekeliling dan asgar


"Uda pagi pak?"


"Liat aja sendiri" asgae hendak keluar dari mobil


"Eh pak tunggu" gita menyusul asgar


"Bapak tadi malam kenapa g bangunin saja?" tanya gita


"Menurut kamu?"


"Saya ya yang susah bangun? hehehe maaf ya pak"


"Kamu bener-bener ya" asgar kesal pasalnya tubuhnya terasa remuk


"Ya maaf pak, harusnya bapak bangunin saya sampe bangun pak"


Asgar menghentikan langkahnya dan menatap gita tajam

__ADS_1


"Hehe maaf, pak iya iya saya salah" gita tersenyum menunjukkan gigi putihnya


Asgar melanjutkan langkahnya untuk kembali kekamarnya disusul dengan gita


"Kamu aja tidurnya uda kek orang mati" gita memajukan bibirnya


Asgar masuk kedalam kamarnya, begitu juga dengan gita, tiada hari tanpa perdebatan diantara mereka


.


.


.


Tak terasa sudah 6 hari kebersamaan asgar dan gita, mereka sudah menyelesaikan kerjaan mereka, mereka tidak hanya bekerja tetaoi asgar juga mengajak gita jalan-jalan lebi tepatnya lagi gita yang mengajak asgar jalan-jalan, mereka ke pantai dan banyak tempat lainnya yanh mereka kunjungi


Hari ini mereka akan pulang, asgar mengabari mommynya agar dijemput oleh david bandara nanti, sebelum menuju bandara, asgar membawa gita kepusat perbelanjaan yang tidak begitu jauh dari bandara, ia akan membelikan ole-ole untuk mommy


"Kenapa kesini pak?"


"Saya mau beli ole-ole untuk mommy"


"Oh saya juga deh mau beli ole-ole untuk leo"


"Apa minta tolong gita aja ya, dia kan seperti mommy tukang ribut dan takut keriput" asgar bermonolog didalam hati


"Git pilihin ole-ole untuk ibu saya"


"Bapak minta tolong sama saya?" gita menggoda asgar


Asgar melirik gita dengan mata elangnya


"Oke-oke" gjta mengangkat kedua tangannya menyerah dengan tatapan asgar


Gita memilihkan tas dan syal untuk mommy asgar dan jam tangan untuk daddy


"Ini pak bagus g?" gita menunjukkannya pada asgar


"Ya uda itu aja, ntar telat"


"Ntat bilangin saya yang pilihin ya pak hehehee" gita menggoda asgar, asgar tak memperdulikannya, gita juga sudsh menemukan ole-ole untuk leo serta ayah dan adiknya


Mereka kembali menuju bandara, tidak lama menunggu mereka sudah diperbolehkan untuk masuk kedalam pesawat, tak lama kemudian pesawat yang ditumpangi asgar dan gita pun take off

__ADS_1


Asgar yang lelah memilih untuk tidur selama dalam perjalanan, sedangkan gita memilih untuk menonton, 2 jam begitj cepat berlalu dan akhirnya pesawat yang mereka tumpangi leanding dengan selamat


Dibandara, asgar mencari david, tetapi lain yang ditunggu lain yang datang


"Asgar" seorang wanita meneriaki namanya dengan melambaikan tangannya


"Hufft kenapa harus dia sih yang jemput gue" asgar mencari gita yang masib dibelakangnya "Pasti kerjaan mommy nih"


"Pak saya duluan ya, mau cari taxi dulu" asgar menahan gita yang hendak berlalu, lalu membawa gita menepi


"Kenapa pak?"


"Pulang sama aja"


"Dih g mau pak, ntar saya jadi obat nyamuk lagi" tolak gita, ia juga melihat vanya yang pernah ia temui waktu makan bersama asgar dan arvin, gita berpikir jika vanya menyukai asgar dan asgar masih menolak untuk dekat dengan wanita manapun karena sarah


"Saya tidak menerima penolakan!!" asgar menggenggam tangan gita dan menekannya, gita sedikit meringis, ia berbicara dengan penuh penekanan, ia menatap gita dengan mata elangnya


"Saya tidak mau, saya sudah bebas tugas dan sekarang kita tidak sedang dikantor, jadi bapak tidak bisa seenaknya memerintah saya" gita juga menatap asgar, dadanya naik turun menahan emosi karena perlakuan kasar asgar, ia melepaskan tangannya dari genggaman asgar, ia paling tidak suka dengan lelaki kasar


"Gita..." gita tidak memperdulikannya. " khawla gita nizia!!" asgar sedikit berteriak


Gita memberhentikan langkahnya


"Maaf pak saya tidak bisa"


"Kamu mau saya pecat?"


"Ooh silahkan pak, hari ini atau nanti sama sajakan? saya akan tetap dipecat" jawab gita berani dan hendak berlalu pergi


Asgar memejamkan matanya, ia menghembus nafasnya pelan


"Oke kalau begitu kamu harus membayar hutangmu dengan ikut pulang bersama saya"


.


.


.


Jangan lupa like vote dan koment


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2