
Vincen melihat asgar berusaha mengejar gita, iapun mengikutinya, ia mencapai asgar yang berlari pelan sambil memegang perutnya
"Kenapa lo?" tanya vincen
"Eh vin istri gue kabur, lo duluan aja tolong liatin gita kemana, gue g bisa lari perut gue sakit ditonjok gita" mendengar perkataan asgar, vincen hendak tertawa namun ia tau itu bukan saatnya, vincen mengejar gita, dan dengan perlahan mengikuti mereka
Sayangnya vincen tidak bisa mencapai gita yang duluan masuk ke lift, gita sempat melihatnya tetapi gita tidak menunggunya, vincent menunggu lift yang berikutnya dan ia menunggu asgar
"Lo ngapain nungguin gue?" ucap asgar kesal setelah menaiki lift bersama vincen
"Ya g mungkinkan gue ninggalin lo sendiri, lo lagi sakit juga, g apa apa lo? cemen banget baru ditonjok aja uda g bisa jalan" ejek vincen mencibir asgar
"Berisik lo, uda g sakit gue" asgar mengkhawatirkan istrinya
"Kenapa lift lo lama banget sih nyampenya, uda hilang duluan gita kalau kek gini" sambung asgar bersungut
"Sabar, g kemana mana istri lo, tas sama ponselnya masih diruangannya" vincen berusaha menenangkan asgar, tak lama kemudian mereka sampai dilobby, asgar dan vincen sedikit berlari melihat keberadaan gita
Dilobby, tidak ditemukan keberadaan gita, asgar dan vincenpun keluar kantor untuk melihat gita, mereka berpikir mungkin gita mencari taxi
Disaat asgar dan vincen keluar dari kantor untuk melihat gita, mereka melihat ramai sekali orang yang berkerumun ditengah jalan, jalanan menjadi macet, asgar dan vincen berpikir baru saja terjadi kecelakaan, karena disudut jalan mereka melihat sebuah mobil yang hancur berantakan karena menabrak pembatas jalan, dan juga ada 2 buah mobil ambulance, jantung asgar berdegup kencang, kakinya tiba tiba melemas, vincen melihat itu dan ia segera menopang asgar, ia menguatkan teman sekali partner bisnisnya
__ADS_1
"Tenang as, itu bukan gita, gue yakin dan lo juga harus yakin" mereka berjalan mendekat, mereka melihat seorang wanita yang ditandu menuju ambulance, sayangnya mereka tidak dapat melihat dengan jelas siapa wanita itu, yang jelas mereka tahu jika itu adalah wanita karena mereka hanya melihat rambutnya yang panjang
Mereka kembali melihat jika polisi dan beberapa orang lainnya sedang berusaha mengeluarkan seseorang dari mobil yang sudah rusak tersebut, tak lama polisi berhasil mengeluarkannya dan langsung dibawa dengan ambhlance yang lainnya
Ternyata benar ada kecelakaan yang baru saja terjadi dan asgar sama sekali tidak melihat gita dilokasi kejadian, dan jangan ditanya perasaan asgar saat ini, ia sangat kalut, ia takut takdir kembali mempermainkannya, asgar membayangkan jika yang diambulance tadi adalah istrinya, ia sangat takut, rasanya ia ingin menangis
"Ya Tuhan aku mohon, jaga istriku, jangan kau ulangi lagi kejadian yang lalu, ku mohon ya Tuhan, aku mohon" asgar berucap dalam hati, ia terus memohon sambil matanya terus mencari keberadaan gita, ia berharap ia bisa bertemu istrinya
"Vin lo cari tau kemana ambulance itu pergi, gue mau kesana, gue takut vin, please" vincen mengangguk mendengar permintaan asgar, ia paham betul bagaimana perasaan asgar saat ini, sangat terlihat dari wajahnya yang sangat pucat dan gelisah
"Oke bentar gue tanyain kepolisi yang disana, lo disini dulu ya, tungguin gue" vincen menepuk bahu asgar pelan, lalu ia pergi menuju ke salah satu polisi yang berjaga disana
Setelah selesai mengambil mobil dan tas gita, vincen kembali menjemput asgar yang ia tinggalkan dipinggir jalan tidak jauh dari kantornya, asgar menaiki mobil yang dibawa vincen, mereka menuju kerumah sakit terdekat yang membawa korban kecelakaan
Asgar meminta vincen untuk perlahan, ia menulusuri jalanan, masih berharap bahwa bukan gita yang berada didalam ambulance, asgar terus saja melihat dipinggiran jalan kiri dan kanan, tetapi ia belum menemukan istrinya
"Gita please....please...jangan tinggalkan aku, ya Tuhan pertemukan aku dengan istriku, aku sangat berharap bukan dia yang berada diambulance ya Tuhan, please" asgar bergumam pelan, namun masih didengar oleh vincen
Vincen merasa iba mendengarnya, ia turut merasakan apa yang dirasakan asgar temannya, ia juga tahu berapa besar cinta asgar untuk gita, vincen selain fokus menyetir ia juga sesekali melihat kearah pinggir jalan, mungkin saja gita berada disana
Lama merek menulusi jalan dengan perlahan, tak jarang vincen dan asgar ditegur oleh beberapa pengendara lain karena berjalan sangat pelan, namun mereka tidak memperdulikannya, mereka hanya fokus menyetir dan melihat dipinggir jalan untuk mencari gita
__ADS_1
Sudah cukup jauh dari kantor vincen, mereka masih belum menemukan gita, tiba tiba vincen menajamkan matanya, ia melihat ke arah seberang jalan
"As as, itu gita g sih?" mendengar pertanyaan vincen asgar langsung melihat kearah seberang jalan, ia juga menajamkan matanya dan senyumnya muncul
"Iya iya itu gita istri gue" dengan semangat asgar mengatakannya
"Alhamdulillah ya Allah kau menemukan aku dengan istriku" pandangan asgar tidak luput dari gita, ia takut jika istrinya kembali pergi ntah kemana, vincen melajukan mobilnya untuk berputar arah menuju ketempat gita
Gita sedang duduk dihalte bus, ia terlihat kelelahan, ia merasa sudah sangat jauh berjalan, ia duduk dan bersandar si halte bus ntah menunggu siapa, ia sangat sadar ia tidak membawa tas dompet dan ponselnya, ia hanya duduk untuk menghilangkan lelahnya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan koment
Terimakasih 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1