Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
116


__ADS_3

*Konten Dewasa Harap Bijak Membaca*


.


.


Asgar teah mengganti baju dengan baju santai, karena acara resepsi masih lama ia beristirahat dikamar bersama istrinya, istrinya masih berada dikamar mandi, dan tak lama kemudian istrinya keluar, asgar memperhatikan istrinya


"Kenapa sih? liatin gitu banget" ucap gita ia duduk didepan meja rias


"Kenapa sih ngegas mulu"


"Kesel!" ucap gita yang terus menghadap cermin ia membersihkan makeupnya yang luntur karena air matanya tadi pagi


Asgar mendatangi gita dan menyandar dimeja rias menghadap gita


"Kesal kenapa hem?" tanya asgar lembut, ia sesekali merapikan rambut gita


"Masih soal kemaren?...aku kan uda minta maaf" ucap asgar


"Maafin sih gampang, tapi g tau kenapa kebayang bayang aja ama yang kemaren bikin sakit" ucap gita terlihat santai membersihkan make upnya


"Maaf ya, besok kita ke praktek regi, temani aku terapi" gita melihat asgar dan ia mengangguk, asgar mengecup puncak kepala gita


"Lusa kamu jalan jalan kemana?" tanya asgar


"Jalan jalan maksudnya honeymoon gitu?" asgar mengangguk tersenyum


"Mana bisa, aku aja dikasih cuti cuma empat hari ma HRD karena anak baru" asgar tidak menanggapi ucapan gita, ia berjalan menuju kearah tempat tidur, ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseoeang lalu kembali menyandar dimeja riau, gita hanya melihatnya


"Hallo vin, gita cuti seminggu ya dihitung mulai besok, gue mau honeymoon"


"......"

__ADS_1


"Ok thanks" asgar menutup panggilannya dan tersenyum kearah gita


"Beres, sekarang katakan kamu mau kemana?"


"Kamu izin sama vincen ya?" gita melototkan matanya ia baru sadar jika asgar menghubungi vincen ia mengira asgar menghubungi arvin


Asgar mengangguk, ia tersenyum masam, ia pikir gita akan marah padanya


"Beneran aku diizinin satu minggu?" ucap gita kegirangan, ia memegang kedua tangan asgar, dan asgae mengangguk


"Aahahahaa....yes akhirnya aku bisa liburan, beruntung banget ya punya suami terkenal" gita tersenyum ia mencubit pipi asgar sanking senangnya, asgar tersenyum melihat istrinya kegirangan


"Terus vincen jawab apa tadi kamu bilang aku izin?" gita masih berdiri dihadapan asgar memegang tangan asgar, asgar melihat tangan gita, selama ia memgenali gita, gita tidak pernah menyentuhnya dengan sengaja walaupun hanya memegang tangannya


"Vincen cuma jawab ok dan selamat honeymoon" gita tersenyum


"Aku mau kemana ya?" gita mulai berpikir, ia bukanlah tipe cewe yang jaim, ia merupakan wanita yang akan tetap menjadi dirinya sendiri didepan siapapun


"Mau kemana?" tanya asgar kini asgar berdiei berhadapan dengan gita, ia tidak lagi bersandar


"Mau duduk aja kok, kita bagusnya kemana ya?" gita masih berpikir negara mana yang akan ia kunjungi, asgar mulai memeluk pinggang gita, ia merapatkan tubuhnya pada tubuh gita, gita terkejut dan seketika gugup


"Pikir lagi donk kita mau kemana" ucap asgar, gita semakin gugup ia memundurkan langkahnya dan asgar mengikutinya, ia masih memeluk pinggang gita


Asgar terus menatap gita, gita sangat cantik menurut asgar walaupun polos tidak memakai make up, sementara gita terus menghindari tatapan asgar, jantung mereka berpacu, gita baru pertama kali sedekat ini dengan laki laki dan itu suaminya


Gita berhenti melangkah mundur karena ia sudah bersandar didindin lemari pakaian, asgar tersenyum melihat gita menunduk gugup, asgar mengangkat dagu gita dengan tangannya, kini mereka saling menatap


Asgar mulai mendekatkan wajahnya ke wajah gita, ia sudah lama tidak merasakan manisnya bibir yang sekarang menjadi istrinya


Asgar mencium bibir gita, ia melum*tnya, gita yang belum tau permainan asgar hanya mengikutinya, gita tidak membalas ciuman asgar, asgar yang tidak mendapatkan perlawanan melepaskan tautan bibir mereka ia kembali menatap gita, tangannya masih melingkar dipinggang gita


"Apa aku orang pertama yang mencium bibirmu?" tanya asgar dan gita mengangguk malu, asgar tersenyum senang, ternyata gita gadis yang polos

__ADS_1


"Pantes saja kamu tidak membalasnya"


"Maksudnya?" jawab gita


"Kamu bisa membalas ciumanku dengan melakukan hal yang sama yang aku lakukan padamu"


"Kita coba lagi?" gita mengangguk malu dan asgar suka itu


Asgar kembali menautankan bibirnya dan bibir gita, ia melum*tnya penuh gairah, dan sekarang gita telah bisa membalasnya, gairah asgar semakin tinggi, ia sedikit mencengkram pinggang gita dan itu membuat gita melenguh


"Euuhh" lenguhan gita semakin membuat nafas asgar memburu, ia tidak bisa menahannya lagi, begitu juga dengan gita, ia membawa gita perlahan kearah tempat tidurnya, asgar tidak melepaskan tautan bibirnya pada gita, setelah di tempat tidur ia membaringkan gita dan ia mulai menjelajahi tubuh gita


Asgar memulainya dengan mencium leher gita, lalu turun kedadanya, gita semakin larut dengan permainan asgar ia membiarkan asgar melakukan apapun, ada desiran aneh ditubuhnya yang menginginkan lebih


Asgar sampai pada dua menara kembar gita, ia mulai memainkannya dengan lidahnya, gita berdesah hebat, ia meremas rambut asgar, tanpa disadarinya asgar telah melepaskan pakaiannya, mereka hanya memakai pakaian dalam, asgar terpana melihat tubuh gita yang sangat putih dan mulus, ia melihat gita yang tersipu malu lalu ia menarik selimut yang ada ditempat tidur mereka, ia membungkus tubuh mereka dengan selimut, ia melakukannya agar gita tidak merasa malu


Asgar kembali memulai yang belum tuntas, ia mulai lagi dengan ******* bibir istrinya lalu ia turun keleher dan kembali kedua menara kembar istrinya, ia benar benar memanjakan istrinya dengan sentuhannya, asgar benar benar tidak bisa menahan gairahnya lagi, ia memulai penyatuannya, ia menyatukan tubuhnya dengan perlahan agar gita tidak merasakan sakit yang luar biasa


Gita meringis menahan sakitnya, ia seperti tidak bisa merasakan nikmatnya bercinta, ia hanya merasakan pedih, asgar menghentikan gerakannya, ia membiarkan gita relax dengan penyatuannya, setelah gita merasakan rilex asgar kembali mencium bibir istrinya ia kembali menaikan gairah istrinya, ia juga memainkan menara kembar istrinya dan perlahan ia mulai menggoyangkan pinggulnya, dan tentu saja keduanya bisa merasakan nikmatnya pengantin baru


Setelah cukup lama bermain akhirnya asgar melepaskan bibit bibit berkualitasnya dengan menyebut nama istrinya, ia mengeluarkan miliknya dari kediaman istrinya, asgar mencium puncak kepala dan bibir istrinya, mereka saling menyapa dengan senyuman, kemudian ia memeluk istrinya dari belakang tanpa busana hanya ditutupi dengan selimut dan mereka terlelap setelah kegiatan panasnya


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih 🥰❤️


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2