Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
76


__ADS_3

Arvin pun menceritakan kejadian tadi siang saat meeting, arvin menceritakannya detail tanpa ada yang dicut


"Wah parah tu diego, didepan orang aja dia berani ambil kesempatan, apa lagi berdua, kasian banget gita" ucap bella berkomentar


"Iya sayang aku juga mikirnya gitu, didepan aku ma asgar aja banyak banget tipu dayanya buat bisa nyentuh gita apa lagi saat berduaan aja" arvin melirik asgar, ia sengaja memanas manasi asgar


"Pantesan dia lebih milih dipenjara dari pada balik kerja ma diego" sambung gabby


"Iya, yang paling gue takutkan itu diego akan bawa gita kerumah bisnisnya dengan alasan pertemuan bisnis, trus gita ditinggal gitu aja" lanjut arvin ia semakin memanas manasi asgar, asgar diam termenung mendengarkan ucapan arvin


Sementara yang lainnya tersenyum melihat asgar termenung ntah ia memikirkan apa, teman teman asgar sangat senang dengan kehadiran gita yang bisa membuat asgar kembali merasakan cinta, teman temannya yakin jika asgar sudah menyukai bahkan mungkin sudah mencintai gita


"Iya apa lagi gita kan g begitu tau daerah situ, mana jauh lagi dari kota kalau melarikan diripun gue rasa g akan bisa keluar sih, taxi aja jauh" lena semakin memanas manasi asgar


"Uda deh ah ngapain sih mikirin begituan, besok temen gue yang kemaren mau kesana sama anak buahnya, mereka mau ngumpulin bukti sekalian fotoin mobil diego kalau dia mampir, jadi tiap hari bakalan diliati tu sama anak buahnya" ucap aron


"Kenapa jadi bawa bawa temen lo itu ar? kalian cari tau tempat bisnis diego cuma untuk bantuin gita lepas dari diego kan?"


"Iya, temen gue cuma bantu aja, asgar yang bayarin dia, gue jamin dia g akan macem macem gue kenal dia uda lama"


Teman teman asgar mengangguk mengerti, mereka melanjutkan obrolan mereka dan sementara asgar tidak terlalu menanggapi obrolan teman temannya, ia masih kepikiran dengan apa yang dikatan arvin tadi


*****


Malam harinya gita berada seorang diri dirumahnya, ia menonton tv sambil memakan mie instan, ia kepikiran dengan ucapan asgar yang akan menunggunya hingga ia pulang kerjanya, wanita mana yang tak suka jika orang yang disukainya mengucapkan kata kata manis, gita senyum senyum sendiri mengingat perlakuan asgar padanya, ia juga mengingat saat satu bulan ia bekerja diperusahaan asgar, asgar bersikap sangat manis dengan versinya sendiri walau dingin dan tak banyak bicara


*****


Paginya asgar sudah berada disebuah restoran untuk bertemu dengan kliennya ia sendirian tidak didampingi arvin, sambil menunggu ia memainkan ponselnya dan tak lama kemudian asgar merasakan tepukan dibahu kanannya, ia sedikit terkejut


"Hai as, uda lama nunggu?"

__ADS_1


"Oh belum van" asgar berdiri menyambut vanya dan kakak vanya yaitu vincen


"Lama g ketemu ya, ini kenalin kakak aku vincen"


Asgar mengangguk lalu mengulurkan tangan menyambut salaman vincen


"Hai as, aku vincen"


"Asgar, mari silahkan duduk"


"Maaf ya telat as" ucap vanya


"G apa apa van, jadi mau sarapan apa silahkan dipesan dulu" asgar memanggil waiter dan mereka pun memesan sarapan mereka


"Jadk bagaimana as konsep interior yang kamu inginkan untuk hotelnya?" tanya vincen mereka mengobrol inti darj pertemuan mereka sambil menunggu sarapan


Asgar akan bekerja sama dengan perusahaan furniture dari teman daddynya yang sudah menggurita diberbagai negara yaitu perusaahan dari daddy vanya, vincen sebagai CEO perusahaan akan mengurus segala keperluan hotel asgar yang berada diluar negeri


*****


Hari ini gita tidak ada kegiatan diluar kantor seharian ini ia berada dikantor hingga sore, ia tidak sabar ingin pulang kerumahnya, hari ini ia terlihat senang, karena memikirkan asgar yang akan menunggunya, ia sesekali tersenyum sendiri


Tidak terasa hari sudah sore, gita bersiap untuk pulang, ia membereskan kerjaannya dan ia memesan taxi onlinenya, gita mulai beranjak dari ruangannya menuju lift tapi sialnya gita bertemu dengan orang yang sangat ia hindari yaitu leo


"Welcome back gita, senang bertemu denganmu" ucao leo


"Thank you" gita membalas acuh


"Kau sekarang sombong sekali ya sejak mengenal tuan asgar shawqi, lumayan juga kau punya dua sug** daddy asgar dan diego" leo berbisik mengucapkan nama diego pelan, mereka berada didalam lift


"Tutup mulutmu sebelum tanganku menamparnya"

__ADS_1


"Wow wow wow kau semakin galak saja, kalau kau sangat galak kau sangat h*t baby" leo kembali membisikkan kata hot ditelinga gita


Ting....


Mereka telah tiba dilobby dan gita berjalan mendahului leo dan leo mengikuti langkah gita


"Butuh tumpangan h*t baby?" gita mengacuhkannya ia terus berjalan santai menuju taxinya seolah tidak terjadi apa apa dengannya


"Aku sarankan padamu gita untuk membeli mobil, kau kuras saja pada sug** daddy mu" leo tertawa lepas, mereka benar benar menjadi musuh


Didalam mobil gita melihat kearah luar jendela, ia tidak habis pikir orang yang ia cintai dulu bisa sekejab mata menjadi orang yang ia musuhi dan bahkan sangat ia benci


"Dia menghinaku bahkan menyebutku sug** baby, benar benar bajing*n"


Gita menahan amarahnya, ia telah sampai dirumahnya, hari mulai gelap, karena hatinya sedang marah ia tidak terpikirkan lagi oleh asgar yang akan menunggunya, ia masuk dan membersihkan dirinya


Malam mulai menampakkan dirinya, hari sudah mulai gelap, gita menonton tv sambil makan makanan yang ia pesan melalui aplikasi dan ia baru teringat akan janji asgar yang akan menunggunya


"Kau memang hanya mempermainkanku as" ia kecewa asgar tidak menepati ucapannya, ia memang tidak memperlakukan asgar dengan baik untuk menjaga hatinya tetapi tak bisa dipungkiri ia juga senang dengan kehadiran asgar


.


.


.


Jangan lupa vote like dan koment


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2