Menunggu Cinta

Menunggu Cinta
85


__ADS_3

Asgar berjalan menuju tangga, di tengah perjalanannya ia melihat gita yang juga melihatnya, ia menatap gita, gita salah tingkah melihat tubuh asgar yang perfect, gita menghindari mata asgar, ia malu karena sudah berprilaku buruk pada asgar padahal asgar yang menolongnya


"Maaf pak, tendangan saya g kuat kan pak?" gita masih membela dirinya


"Biasakan untuk mendengarkan terlebih dahulu"


"Baik pak" gita menunduk ia mengaku salah


"Tunggu saya dimeja makan ada sesuatu yang akan saya bicarakan" titah asgar


"Baik pak" asgar melangkahkan kakinya menaiki anak tangga, tetapi ia kembali berhenti


"Satu lagi, pakaian mu yang terbuka seperti kemaren, jangan pernah memakainya lagi"


"Itu arvin yang memberikannya pak" asgar berlalu tanpa menanggapi ucapan gita, gita masih saja terus menatap asgar yang menaiki anak tangga, gita menoleh kembali saat asgar berbalik menatapnya, ntah kenapa ia merasa gugup


Diam diam mommy dan daddy melihat interaksi kedua sejoli itu, mommy dan daddy tersenyum, mommy menghampiri gita dan mengajaknya untuk sarapan


Setelah 30 menit menunggu asgar yang sedang mandi, akhirnya asgar terlihat menuruni anak tangga, ia sudah rapi dengan jas kerjanya, asgar duduk bersebelahan dengan gita


"Kamu g usah kerja, mulai hari ini resign dari kantor diego" gita terkejut melihat asgar, asgar menoleh kearah gita


"Ya g bisa gitu pak, kenapa si bapak selalu seenaknya" jawab gita sedikit berbisik, ia tidak enak pada mommy dan daddy


"Nih baca" asgar tetaplah asgar yang cuek dan dingin, asgar memberikan hasil pemeriksaan gita tadi malam diponselnya


Gita membacanya, ia terlihat mengerutkan dahinya, jantungnya berdetak kencang, ia sedang emosi, saat gita membaca hasil pemeriksaannya, mereka kedatangan tamu

__ADS_1


"Selamat pagi mom, dad, hai tak" mommy dan daddy tersenyum melihat arvin, mommy mengajak arvin untuk ikut sarapan, sementara gita tidak menjawab sapaan arvin, ia masih fokus dengan laporannya, arvin melihatnya heran tidak biasanya gita memgacuhkannya


"Gita lagi apa as?"


"Gita lagi bacain laporan pemeriksannya yang semalem" bukan asgar yang menjawab melainkan mommy, arvin mengangguk mengerti


"Untung semalem asgar ngikutin lo sama diego tak, kalau g, g tau deh gue apa jadinya lo" ucap arvin, gita menatap asgar lama


"Beneran ini pak? diego ngasi obat diminuman saya?" tanya gita, ia bukan tidak percaya dengan yang dikatakan asgar tetapi ia tidak percaya hal ini terjadi pada dirinya, yang biasanya ia hanya melihatnya disinetron ataupun dinovel sekarang benar benar terjadi pada dirinya


"Menurut kamu? kamu kira saya berbohong?"


"Bukan pak bukan begitu, saya kira itu hanya ada di tv tv dan novel aja" gita melemaskan bahunya, arvin tersenyum


"Ya sudah yang penting sekarang kamu selamat oke, jangan dipikirkan ayo dimakan sarapannya sayang" mommy melihat gita mengangguk kemudian beralih ke anaknya yang sedang memikirkan sesuatu


"Makasi pak sudah bantuin saya dan maaf atas kejadian tadi pagi, saya...saya benar benar minta maaf" ucap gita, mereka melanjutkan menyantap sarapan, ditengah sarapan asgar kembali bicara, ia sudah menyelesaikan makannya sementara yang lain terlihat masih menyantap sarapan mereka


"Uhuk..uhuk..." arvin terbatuk mendengarkan ucapan arvin untung saja ia tidak memyemburkan makanannya


Sementara daddy dan mommy tidak terganggu akan hal itu, mereka tersenyum sambil terus menyantap makanannya


Gita tak kalah terkejutnya dengan arvin tetapi dibalik keterkejutan gita ia merasa senang, ia sudah menyukai asgar dan mungkin tanpa ia sadari ia juga mencintai asgar, tetapi ia menjaga harga dirinya sebagai wanita dan ia tidak begitu menunjukkan jika ia menyukai asgar dan sekarang dengan ucapan asgar yang akan menikahinya ingin rasanya ia melompat senang karena orang yang ia sukai akan menikahinya


Gita masih diam dengan surprise pagi ini, ia tidak tahu harus berkomentar seperti apa


"Lo beneran as?" tanya arvin tidak percaya

__ADS_1


"Iya, hanya dengan gue nikahin gita, gita bisa lepas dari diego" gita tidak puas dengan jawaban asgar


"Kenapa bapak mau membantu saya untuk lepas dari diego? sampai nikahin saya, bapak pikir itu main main?" gita berkomentar


Asgar menatap gita ia mencari jawaban atas pertanyaan gita, ia berdiri dari dudukannya dan menuju tangga ia kembali kekamarnya untuk menghindari gita


"Bersiaplah sebentar lagi kita akan pergi" asgar berlalu, ia benar benar tidak menjawab pertanyaan gita, gita memandang asgar hingga asgar menghilang


Mommy memegang tangan gita dan gita tersadar ia menoleh kearah mommy, mommy berpindah tempat duduk disebelah gita, daddy dan arvin hanya memperhatikan


"Sayang mommy mohon terimalah asgar, mommy tahu betul anak mommy seperti apa, dia menyukaimu sayang, asgar tidak pernah membantu orang sampai seperti ini, biasanya dia tidak akan pernah perduli dengan masalah orang lain, mommy mohon, bantu asgar untuk bangkit sayang, kamu satu satunya harapan kami" mommy memegang tangan gita memohon


"Mommy benar tak, gue uda cerita kan masalah sarah dan lemari sarah, lo tau reaksi dia seperti apa jika barangnya disentuh tetapi semenjak ada lo kegilaannya sama sarah berkurang jauh, ia fokus ke lo tak, gue sebenarnya kasian sama asgar tapi gue g bisa bantu, dan cuma lo yang bisa bantuin asgar, lo juga suka kan sama asgar? jangan boong lo" gita salah tingkah mendengar uncapan terakhir arvin


"Mau ya sayang, mommy daddy dan yang lain akan ada bersama kamu kita bantu asgar sama sama ya, mommy yakin dia sangat menyukai mu dan bahkan mencintai kamu tapi karena adanya sarah dalam pikirannya ia masih belum menyadari apa yang ia rasakan" sambung mommy


"Daddy juga berharap yang sama gita, please bantu asgar, daddy yakin sangat yakin asgar mencintai kamu, kamu juga merasakannya kan? perlakuan asgar padamu berbeda"


Gita diam dan berpikir mendengar ucapan mommy daddy dan arvin, lama ia diam dan tak menjawab


.


.


.


Jangan lupa like komen dan vote

__ADS_1


Terimakasih 🥰🙏


🌟🌟🌟🌟🌟


__ADS_2