
Hari kesembilan arvin cuti, pagi-pagi ia menghubungi gita untuk mengingatkan ada hal penting
"Git, lo dimana?"
"Menurut lo?" arvin terkekeh mendengar jawaban gita
"Kapan lo abis cuti? lama banget" sambung gita
"Lusa gue masuk, kangen lo ama gue?" arvin menggoda gita
"Diiiih.....ngapain lo nelfon pagi-pagi gini?" gita bertanya sambil mengunyah rotinya
"Gue mau ngingetin hari ini ada meeting ama perusahaan tetangga....tetangga genit hehehee" arvin terkekeh
"Iya uda gue catet aman"
"Kalau asgar minta di cancle bilangin g bisa uda mentok ini, uda beberapa kali dicancle"
"Iya bawel, uda ya gue mau pergi dulu ntar telat kesamber gue ama tatapan boss lo"
Arvin tertawa, mereka mengakhiri obrolan mereka
*****
Asgar telah tiba diperusahaannya, ia melakukan pekerjaannya menandatangi dokumen serta memeriksanya, pagi ini ia tidak lagi meminta gita untuk membuatkannya kopi, ia kembalu seperti biasa meminta OB untuk menyiapkannya
Gita memasuki ruangan asgar, ia membacakan detail kegiatan asgar hari ini
"Meeting dengan perusahaan tetangga tidak bisa dicancle pak, karena jadwal sudah mentok dan bapak sudah 3x membatalkannya"
Asgar hanya diam mengangguk
"Saya permisi pak" asgar mengangguk
Mereka kembali seperti orang asing, gita sedikit heran asgar tidak lagi memintanya untuk membuatkannya kopi, sudah 24 hari gita bekerja ia tidak pernah absen membuatkan asgar kopi, begitu juga dengan asgar, selama 24 hari gita bekerja tidak seharipun ia lewatkan tanpa perdebatan
Makan siang pun tiba, asgar yang akan keluar untuk makan siang, dikejutkan dengan kedatangan seseorang di perusahaannya, yaitu Lena, lena adalah seorang pengacara, ia sangat kenal dengan asgar karena ia merupakan istri dari teman dekat asgar yang sudah lama tidak bertemu
"Asgar" lena menyapa asgar
"Hai len, ada apa? duduk dulu silahkan" asgar mengajaknya duduk disofa yang ada dilobby
__ADS_1
"Apa kabar?" sambung asgar
"Gue baik as, lo apa kabar? gimana hari-hari lo sekarang?"
Asgar tersenyum masam, lena dan ferdi tahu betul kisah asgar dan sarah, mereka sudah lama tidak bertemu karena kesi ukan masing-masing dan asgae yang semakin menutup diri, ia seolah tenggelam sendiri
Asgar bukan tidak mau bermain dengan teman-temannya tetapi ia tidak mau mengingatnya, terlalu banyak kenangannya dengan sarah apa lagi jika sudah berkumpul bersama temannya, dulu asgar dan sarah selalu bermain dengan teman-teman asgar, Ferdinan dan istrinya Lena Chana, Aron dan istrinya Gebby, serta arvin dan pacarnya Bella, mereka selalu bersama jika tidak sibuk, sarah sudah sangat dekat dengan lena, gebby dan bella
Hanya arvin dan dirinya yang belum menikah, teman-temannya juga selalu mensupport asgar dan arvin untuk segera melanjutkan hubungan mereka kejenjang pernikahan dan sekarang semuanya pupus, asgar memilih untuk menyembuhkan lukanya terlebih dahulu
Kembali pada obrolan lena dan asgar
"Gue baik len, ya begitula, hidup terus berjalan right? Ferdi apa kabar?"
"Ferdi baik, jarang banget kan kita ketemu sekarang, main-main donk kerumah"
"Liat ntar deh...mau ngapain lo kesini"
"Ah ya sampai lupa" lena membaca nama yang ada diamplop coklatnya
"Apa khawla gita nizia sekretaris lo?" sambung lena
"Gue bawa surat ini untuknya" asgar mengambil surat itu dan membacanya, ia memejamkan matanya
"Jadi lo pengacara ditua itu?" tanya asgar ia mengeluarkan ponselnya
Lena mengangguk mengiyakan, asgar menghubungi gita
"Ke lobby sekarang"
Asgar dan lena berbincang sambil menunggu gita
"Ya pak ada apa?" gita bertanya dengan santainya, ia telah tiba dilobby dan menemui asgar
"Duduk" asgar berucap dingin, gita menurut ia duduk bersebelahan dengan asgar dengan jarak aman
Asgar memberikan selembar kertas pada gita dan gita menerimanya dan membacanya, seketika wajah gita menegang nafasnya tercekat, ia memejamkan matanya, ia menghubungi seseorang
"Kau benar-benar picik pak tua" ya gita menghubungi diego, asgar merampas ponsel gita lalu mengaktifkan penegeras suaranya , gita dan lena memperhatikan asgar
"Hahahaaa.....kau ketakutan? itulah akibatnya jika melawanku"
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan dariku?"
"Seharusnya kau tahu apa yang inginkan, aku tidak pernah menerima penolakan bukan? kau sangat kenal aku gita, 2 tahun kau bekerja denganku dan kau tau apa yang ku mau"
"Kau sangat menjijikkan pak tua, kau tau kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan sekalipun aku akan mendekap dipenjara, silahkan bermimpi bajing*n" gita menutup panggilannya
Ia menatap Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), ia akan memenuhi panggilan kepolisian
"Git, ini lena pengacara diego, dia teman saya" asgar memperkenalkan lena pada gita
Gita tersenyum ia mengulurkan tangannya dan disambut dengan baik oleh lena, gita juga memperkenalkan dirinya
"Jadi gini gita, pak diego menawarkan sesuatu jika kau ingin berdamai?"
"Dengan cara aku menjadi sekretarisnya lagi?" tebak gita
"Ya, kau sudah tau itu?"
Gita tersenyum sinis, sementara asgar hanya memperhatikan mereka
"Hanya dengan cara itu dia bisa mengendalikanku, dan kau tau apa yang dia inginkan?" tanya gita pada lena
"Dia ingin kau kembali menjadi sekretarisnya karena kau yang paling bisa diantara yang lainnya, kau sedah bekerja dengannya selama 2 tahun bukan?
Gita mengangguk mengiyakan
"Itula kenapa dia ingin kau kembali menjadi sekretarisnya, kau yang paling lama bekerja dan kau yang paling mengerti dia, aku rasa itu tidak berat dari pada kau harus mendekam dipenjara, ia sudah memgantongi semua bukti git, visum n cctv restoran serta saksi" sambung lena
Gita menyeringai, ia menggelengkan kepalanya
"Itu bukan alasan yang sebenarnya kenapa ia memintaku kembali" lena menyatukan alisnya
.
.
.
Jangan lupa vote like dan komen
🌟🌟🌟🌟🌟
__ADS_1