
Sementara mommy dan daddy, sudah gelisah menunggu asgar dan gita yang belum juga turun untuk memulai sarapannya, mommy dan daddy tau betul jika hari ini anak dan menantunya akan mulai kembali bekerja
"Mana anak anak ya dad?"
"G tau tuh mom, biarin ajalah paling juga ntar turun sendiri, atau bisa jadi mereka belum bangun, biasa mom pemgantin barun, udalakita sarapan duluan aja, ntar kita ketinggalan pesawat lo"
"Ya uda ayuk sarapan dad, mommy juga sudab laper"
Ya mommy dan daddy pagi ini akan pergi keluar kota untuk urusan bisnisnya, mommy akan memberitahu kepada anak dan menantunya tetapi karena mereka belum juga menampakkan batang hidungnya, jadi mommy dan daddy akan memberitahu asgar dan gita hanha lewat pesan singkat singkat saja atau telefon
Mommy dan daddg memulai sarapannya, mereka menikmati hidangan sambjl mengobrol satu sama lain
*****
Sementara yang ditunggu tunggu oleh daddy dan mommy, mereka masih saja berdebat, sebenarnya g berdebat juga sih, lebih ke arah berperang
"....... kamu masih aja nganggap kamu penyebab kematian sarah!!" ucap gita dengan menahan amarahnya
"Dengar asgar, sarah mati karena itu sudah takdirnya, sudah waktunya dia mati, jadi sarah mati itu bukan karena kamu, kamu menjaganya ataupun tidak dia akan tetap mati!!" ucap gita dengan menggebu gebu ia sudah tidak menyaring kata katanya, hatinya terlalu sakit
"Gita!!!" asgar juga berusaha menahan emosinya tetapi ia tanpa sadar membentak gita, dan saat itu juga air mata git mengalir, git menghapus air matanya dengan cepat tetapi asgar melihat itu
"Kamu mau tau apa penyebab kamu g bisa melupakan sarah? bahkan kamu g bisa melakukan kewajibanmu denganku?" gita kembali berbicara, air matanya sesekali mengalir, ia sungguh sangat sakit kali ini dan tidak bisa menahan sabarnya
__ADS_1
"Aku akan tunjukkan" sambung gita, ia berjalan menuju lemari asgar yang terdapat baju pernikahan asgar dan sarah, asgar hanya melihatnya tanpa tahu apa yang atehakan dilakukan gita
Gita dengan mengeluarkan baju bahkan mahkota peninggalan sarah, ia juga mengeluarkan jas asgar, ia membuangnya dilantai lalu dengan sengaja menginjaknya, lalu ia pergi kenakas samping tempat tidur mereka, ia membuang foto sarah dan asgar kelantai sehingga pecahan kaca foto tersebut sedikit melukai kaki gita, ia kembali akan mengambil foto sarag dan asgar di lemari satunya lagi, ia berjalan menuju foto tersebut
Asgar yang melihat kelakuan gita naik pitam, ia menahan gita untuk kembali memecahkan foto dirinya dan sarah, gita berusaha melepaskan cengkraman tangan asgar, gita memberontak
"Lepasin!! biar aku hancurin semuanya, dengan begitu kamu g akan inget sarah lagi!! sarah udah mati!!" gita menatap asgar nyalang
Asgar sangat marah mendengar ucapan gita, ia mencengkram kedua lengan gita kuat, gita menahan sakit dilengannya
"Sarah akan selalu ada dihatiku, dia g akan pernah mati"
Tesss...air mata gita mengalir tepat didepan asgar, kata kata asgar sungguh menyakitinya hatinya bagaikan seribu panah yang menancap tepat dihatinya, gita memalingkan wajahnya sambil mengangguk, asgar seakan tersadar bahwa ucapannya benar benar keterlaluan cengkramannya di bahu gita melonggar, gita menyentap tangannya kuat sehingga cengkraman asgar benar benar terlepas, wajah asgae berubah seperti merasa bersalah setelah ia sadar dengan ucapannya
"Baiklah, terimakasih aku mengerti sekarang, lo benar benar brengsek as, minggir lo!! gita sudah tidak lagi berbicara lembut dengan asgar, ia mendoeong dada asgar kuat, ia mengambil tasnya yang berada ditenpat tidur lalu ia pergi begiti saja meninggalkan asgar
Asgar sangat menyesali dengan apa yang ia katakan pada gita, ia menggusar wajahnya kasar
"Bodoh!! bodoh!!" ia memukul kepalanya dengan sedikit keras, lalu ia melihat seisi kamarnya yang sangat berantakan, ia juga melihat baju pernikahannya dengan sarah dilantai yang sudah sedikit rusak akibat perlakuan gita
Asgar hanya menggelengkan kepalanya lalu ia pergi mengikuti gita, ia sudah tidak perduli lagi dengan apa yang terjadi dikamarnya, pikirannya hanya satu yaitu gita
Sesampaimya dibawah ia tidak melihat siapa siapa, bahkan mommy dan daddynya, ia melihat keluar rumahnya dan gita juga sudah tidak ada, ia meneriaki maid yang ada dirumahnya
__ADS_1
"Biiiik...bibik!!"
"I..iya den a..ada apa den?" maid dirumahnya menjawab dengan gugup karena sudah lama ia tidak melihat seperti itu
"Gita kemana? mommy dan daddy?!" asgar terlihat tidak sabar menunggu jawaban dari maidnya
"Tu..tuan dan nyonya sudah berangkat den asgar, dan nyonya gita sudah pergi dari tadi den asgar" maid menjawab menunduk
Mendengar jawaban dari maidnya, asgar menggusar wajahnya kasar, ia pergi begitu saja meninggalkan rumahnya, ia mulai melajukan mobilnya, tujuan utamanya ialah kantor gita, ia akan pergi kekantor gita untuk mencari istrinya
Ia sadar ia sudah salah besar, ia tidak mau gita pergi daei hidupnya, ia akan berjanji akan melupakan sarah, ya ia akan melupakaj sarah demi gita, benar kata gita sarah sudah mati dan itu adalah takdirnya, bukan karena ia yang tidak menjaga sarah
"Gita..please...jangan pergi dariku..jangan tinggalkan aku" asgar bermonolog sendiri ia sudah seperti orang gila sama persis seperti ia kehilangan sarah beberapa tahun lalu
.
.
.
Jangan lupa like komen dan vote
Terimakasih
__ADS_1
Maaf lama upnya karena masih mabuk 🥰🙏
🌟🌟🌟🌟🌟