
Gita memejamkan matanya, terasa sangat sakit sekali, sesaat kemudian ia membuka matanya ia berbalik melihat asgar
"Kamu bilang kalian sudah seperti suami istri bukan? hanya saja belum menikah? benat begitu? ada apa lagi disini? biarkan aku melihatnya, aku tau semuanya"
"Gita please, ini masa lalu" asgar mendekat hendak memeluk gita, tetapi gita menahannya
"Kamu yang membawaku ke masa lalumu asgar, apa kau bisa melupakannya? tidak bisa bukan?"
"Aku akan berusaha" jawab asgar ia hendak semakin mendekati gita
"Biarkan aku melihatnya semua!!!" gita berteriak lalu pergi, ia kembali kekamar asgar, dan asgar mengejarnya
Gita membuka satu satu laci yang berada di kamar asgar, ia tidak melihat apapun, ia kembali membuka lemari pakaian asgar dan hatinya kembali terluka, begitu banyak baju tidur wanita yang lumayan sexy menurut gita, kali ini gita benar benar kecewa
"Gita please!!" asgar menutup kembali lemari pintu yang dibuka gita, ia membawa gita duduk ditempat tidur
"Aku......aku g bisa as" ucap gita tak.terasa air matanya meleleh ia terluka dalam
"Gita please, aku mohon jangan batalkan, ini masa laluku, aku g bisa kehilangan kamu gita please...please...please" asgsr berlutut dihadapan gita
"Aku g sanggup, kamu bilang kamu g bisa kehiangan aku, tetapi kamu juga g bisa kehilangan darah, aku sudah katakan bukan? kamu harus memilih salah satu" ucap gita ia menghapus air matanya
"Aku memilihmu!!!" asgar berbicaa sedikit keras, ia sedikit mencengram bahu gita dan menggoyangkannya pelan
"Dengar aku memilihmu dan aku akan tetap menikahimu, aku mohon, jangan tinggalkan aku" sambung asgar ia menghapus air mata gita, ia mencium mata gita, dahi gita, kedua pipi gita dan terakhir bibir gita, ia hanya mengecupnya, asgar menundukkan kepalanya dan memejamkan matanya
"Baikla ayo kita pergi kamu tidak akan tidur disini, aku minta maaf" asgar membawa gita berdiri dan mengajak gita keluar
Ia terus merangkul gita, gita hanya diam saja, ia membawa gita menuju mobilnya dan ia mulai melajukan mobilnya kehotel miliknya, tempat dimana akan diadakannya pesta pernikahan mereka
"Kamu akan tidur disini, begitu juga malam pernikahan kita, jangan mecoba lari dariku khawla gita nizia, kita akan tetap menikah besok" gita mendengus melihat ke arah asgar, mereka saling bertatap, asgar tau betul gita merupakan gadis pemberani ia hanya takut jika gita benar benar melarikan diri darinya
"Lari darimu? aku tidak berpikir sampai kesana tetapi karena kamu sudah mengatakannya maka aku akan mencobanya"
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan tidur disini" ucap asgar, gita mengerutkan dahinya
"Jangan gila kamu"
"Kamu yang membuat aku gila" jawab asgar cepat
"Yang membuat mu gila bukan aku tetapi sarah!!!" gita membuka pintu mobil dan keluar
"Gita..."
Asgar mengejar gita, sebelum mencapai gita ia melihat salah satu karyawan hotel, ia memintanya untuk membawakan koper gita yang berada dimobil
"Gita tunggu!" gita berhenti, ia tidak mau dilihat oleh banyak orang jika hubungan mereka tidak baik baik saja
"Ok tunjukkan aku dimana kamarku, dan kamu bisa pulang sekarang"
"Aku akan menginap" jawab asgar
"Asgar shawqi, kita menikah besok disini, dan kamu malam ini akan tidur disini? jangan membuat citra buruk pada diriku dan keluargamu"
"Aku tidak kemana mana asgar, justru kamu lah yang lari, kamu selalu lari kembali kepada sarah, sejauh apapun kamu melangkah bersamaku, tetapi tetap saja, kamu akan berlari ke arah sarah"
Asgar dan gita terdiam sampai seorang karyawan memberikan kunci mobil asgar padanya, asgar tersadar dan menerimanya, ia meminta karyawan tersebut untuk meletakkan koper gita dikamarnya dan karyawan tersebut mengangguk mengiyakan
"Baiklah aku sudah dapat kamarku, sekarang kamu pulang dan istirahat, aku juga ingin istirahat aku capek banget"
"Baiklah, janji kamu tidak akan kemana mana?" gita mengangguk malas
"Baiklah lusa setelah kita menikah temani aku kekantor regi, aku akan melakukan terapi" sambung asgar dan gita kembali mengangguk
"Ya sudah aku akan mengantarkanmu kekamar" ucao asgar, ia memegang tangan gita dan menggenggamnya gita tidak menolak
Sesampainya dikamar, gita melihat kamar yang asgar beri untuknya sangat indah dan besar
__ADS_1
"Kenapa nyewa yang sebesar ini?"
"Kami g suka?"
"Bukan begitu, ini kebagusan" gita menjawab cuek
"Ada yang lebih bagus lagi kok, besok malam kita nginep disana" ucap asgar tersenyum gita memandang asgar
"Ya uda pulang dulu sana" ucap gita jutek
"Inget yla jangan kabur" gita hanya mencibir asgar, dan asgar pamit pulang
Sepulangnya asgar, gita terduduk ia kembali menangis, ia teringat dengan apa yang ia lihat diapartement asgar
"Ibuuuu....gita harus apa buu?? besok uda hari pernikahan gita, gita g mugkin gita batalin bu, ayah dan mommy akan malu, kalau aja ibu ada gita kan bisa cerita segalanya dan gita merasa lega hiks..hiks"
"Gita harus apa bu? gita g sanggup bu hidup dengan orang yang masih hidup dimasa lalunya, sakit bu hiks..hiks..."
Gita terus menangis tersedu melepaskan segala kegundahannya segala kekesalannya, agar besok ia sudah melupakan semuanya dan kembali bangkit, ia harus yakin bahwa ia bisa menjalani semuanya karena hanya itula pilihannya, ia akan membuat asgar melupakan sarah
Gita menangis sampai ia lelah dan tertidur, besok pagi ia akan bersiap untuk akad nikahnya
.
.
.
Jangan lupa like vote dan koment
Terimakasih 🥰🙏
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟