
Gita bersandar dihalte bus, cukup ramai orang disana sedang menunggu bus yang berikutnya, gita sangat lelah setelah cukup jauh berjalan, ia juga merasa sedikit pusing, mungkin karena ia kelelahan pikirnya, ia sejenak memejamkan matanya untuk mengusir rasa pusing dikepalanya
Tak lama setelah gita memejamkan matanya, sebuah mobil mewah terparkir cukup jauh dari halte bus, asgar tidak sabar untuk menemui istrinya, sementara vincen ia hanya menunggu didalam mobil
Asgar menghampiri istrinya tanpa memperdulikan beberapa pasang mata yang melihatnya, bagaimana tidak, pesona asgar sangat sulit membuat orang untuk mengacuhkannya, ia masih seperti biasa sangat tampan dan penuh kharisma, hanya saja ia sedikit kusut karna rasa khawatirnya terhadap istrinya
Istrinya yang sedang memejamkan matanya tidak mengetahui jika suaminya sudah berada tepat dihadapannya, asgar melihat istrinya yang mungkin tertidur, ia meneteskan air matanya, ia sangat bersyukur bisa melihat istrinya, ia sudah sangat khawatir takut dengan apa yang ia pikirkan, namun Tuhan mendengar doanya, yang menjadi korban kecelakaan ternyata bukan istrinya, asgar duduk disamping istrinya, kebetulan tempat duduk disamping istrinya kosong, air matanya masih mengalir melihat istrinya yang sedikit pucat dan tampak sangat kelelahan, ia merasa menjadi laki laki paling brengs*k saat ini, jangan ditanya dengan yang ada disekeliling mereka, namun asgar tidak memperdulikannya, yang ia lihat hanya istrinya
"Maafkan aku sayang"
Ia merapikan rambut istrinya menyelipkannya dibelakang telinga sambil meminta maaf dan terus mengeluarkan air matanya, tentu saja itu membuat gita terkejut dan membuka mata, ia melihat suaminya tepat didepan matanya
Yang lebih membuat gita terkejut adalah tangisan suaminya, selama ia mengenal asgar tidak sekalipun ia pernah melihat asgar menangis, bahkan waktu asgar mengingat sarah, pertanyaan demi pertanyaan timbul dibenak gita, kenapa suaminya sampai menangis, apa dirinya keterlaluan sampai membuat suaminya menangis pikir gita
Asgae memeluk gita erat, ia semakin memperdalam pelukannya sembari menahan tangisnya, gita merasa jika baju dipundaknya sudah basah karena air mata suaminya, gita membalas pelukan suaminya, ia tidak tega melihat suaminya menangis
"Maafkan aku sayang, maafkan aku" ucap asgar pelan, gita hanya mengangguk, ia sebenarnya sedikit malu dengan pandangan orang disekitarnya, mereka benar benar menjadi tontonan disana
Gita melepaskan pelukan suaminya dan ia tersenyum melihat suaminya, gita mengangguk dan menghapus air matanya suaminya
"Pergi yuk, g enak diliatin orang" ucap gita pelan, asgar pun memutar pandangannya, ia menatap sekelilingnya dengan tatapan khasnya
Asgar kembali melihat istrinya, ia sedikit tersenyum dan menggenggam tangan istrinya, ia membawanya istrinya menuju dimana mobil vincen terparkir
__ADS_1
"Kamu kenapa? kenapa pucat banget? kamu sakit? kita kerumah sakit ya?" ucap.asgar mencecar gita dengan pertanyaan
"G, aku hanya kecapean aja" mendengar ucapan istrinya asgar semakin menggenggam tangan istrinya, ia melihat istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan
"Jangan liatin aku kek gitu ah" sambung gita
"Aku minta maaf sayang, aku benar benar minta maaf, abis ini kita pulang istirahat dirumah" ucap suami gita, gita hanya mengangguk dan tak lama mereka sampai dimobil vincen, asgar membukakan pintu kursi belakang untuk istrinya
"Loh vincen? ada lo juga?" ucap gita terkejut, vincen hanya tersenyum unjuk gigi, asgar menyusul gita yang juga duduk dibangku belakang disamping istrinya
"Eh lo pikir gue supir, malah duduk dibangku lagi berdua, mesra mesraan tu dirumah" ucao vincen kesal
"Uda jalan aja bawel" ucap asgar ketus, dan vincen hanya mencibir melihat dua insan yang baru saja berdamai
"Kenapa sayang? pusing? kita kedokter ya?" tanya asgar, dan gita hanya menggeleng, asgar memindahkan kepala istrinya dibahunya, ia merangkul istrinya dan gita bersandar dengan nyaman, asgar tersenyum, betapa ia sangat merindukan istrinya
"Mulai mesra mesraan dimobil gue, g bisa apa nunggu nyampe dirumah dulu" vincen bersungut melihat keduanya dari kaca mobil depan
"Jangan berisik, istri gue pusing" balas asgar
Tak lama mereka telah tiba di kantor vincen, asgar dan gita tidak turun, asgar meminta tolong kepada bawahan vincen untuk mengambil mobilnya dan juga tas gita yang masih berada diruangan gita, ia tidak tega meninggalkan istrinya yang sedang sakit
Asgar sangat berterimakasih kepada vincen karena sudah sangat membantunya, ia juga meminta izin kepada vincen untuk gita
__ADS_1
"Besik istri gue izin lagi ya, dia sakit"
"Terserah lo deh, aman la sekretaris gue dua, gita pajangan aja hahaa" ucap vincen bercanda
"****** lo, gue maunya malah dia resign, dianya aja yang g mau, ntar gue coba pujuk lagi"
"Oke deh, hati hati kalian ya, baek baek lo jadi suami jangan kabur lagi tu bini lo" vincen dan asgar bersalaman layaknya laki laki jaman sekarang
"Oke thanks bro, gue cabut ya" ucap asgar dan ia membawa istrinya kemobilnya
Asgar mulai melajukan mobilnya, ia tersenyum senang, ia merasa sangat bahagia kembali bertemu dengan istrinya, sementara gita yang masih pusing bersandar disandaran kursi, asgar terus mengusap kepala istrinya, berniat untuk menghilangkan rasa sakit dikepala istrinya, dan gita senang dengan prilaku asgar sekarang, dalam sakitnya ia ingat jika suaminya mempunyai kejutan untuk dirinya, ternyata ia menunggunya, kejutan apa yang telah suaminya siapkan untuk dirinya
.
.
.
Jangan lupa like vote dan koment
Terimakasih 🥰🙏
ampun 2 hari off..mabuk euuyy
__ADS_1
🌟🌟🌟🌟🌟